Selain Nelayan, Petani di Lampung Juga Rasakan Dampak Kenaikan Harga Solar

Tim Redaksi

Lampung.co – Selain dikeluhkan pengendara dan nelayan, dampak kenaikan harga solar juga dirasakan oleh petani. Aktivitas panen raya yang menggunakan mesin panen moderen terganggu.

Seperti dilaporkan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRINews Lampung, mesin panen moderen para petani di Kecamatan Rawapitu, Kabupaten Tulang Bawang tidak beroperasi lantaran harga solar mahal.

Selain harganya melambung, petani juga sulit untuk mendapatkan solar. Walaupun masih ada, namun harga solar eceran mencapai Rp300 ribu hingga Rp350 ribu untuk satu jerigen solar isi 30L.

Harga tersebut dianggap tidak sesuai dengan hasil panen, dan para petani tentu akan mengalami kerugian. Sebelum harga solar naik, satu jerigen solar hanya dijual Rp200 ribu per 30L.

Sehingga para petani lebih memilih untuk menunda panen raya. Sebagian petani juga ada yang melakukan proses panen secara tradisonal yang memakan waktu lebih lama.

Para petani di Kecamatan Rawapitu, Tulang Bawang, Lampung itu pun berharap kepada pemerintah agar dapat segera menurunkan harga BBM jenis solar agar para petani tidak rugi saat panen. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer