fbpx
Connect with us

Berita

Sekolah Favorit, Sistem Zonasi dan Polemiknya

Published

on

Pelajar SMA

Lampung.co – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menggunakan jalur zonasi, sebagaimana diatur dalam Permendikbud No.51/2018 tentang penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2019/2020.

Berdasarkan Permendikbud tersebut, penerapan sistem zonasi mengharuskan calon peserta didik untuk menempuh pendidikan di sekolah yang memiliki radius terdekat dari domisilinya masing-masing.

Seleksi calon peserta didik baru pun dilakukan dengan memprioritaskan jarak tempat tinggal terdekat ke sekolah dalam zonasi yang ditetapkan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy meyakinkan bahwa tujuan diterapkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru semata untuk hilangkan kastanisasi dunia pendidikan.

Siswa dari keluarga yang mampu dan pintar berkumpul dalam satu sekolah favorit, sementara siswa kurang mampu dengan kemampuan akademik pas-pasan berkumpul di sekolahan non favorit.

Muhadjir menegaskan ingin mengubah sikap mental dan persepsi masyarakat tentang adanya sekolah favorit dan non favorit. Ke depan tak ada lagi kastanisasi sekolah.

“Saya sebagai Mendikbud merasa terpanggil untuk membongkar praktik kastanisasi sekolah itu,” kata mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu, Jumat (21/6/2019) dikutip dari Detikcom.

Namun penerapan sistem zonasi selama dua tahun terakhir ini dinilai menimbulkan banyak persolan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut setidaknya terdapat sembilan masalah utama.

Pertama, penyebaran sekolah negeri yang tidak merata di tiap kecamatan, sementara banyak daerah yang pembagian zonasi pada awalnya, di dasarkan pada wilayah administrasi kecamatan.

Kedua, Terdapat calon siswa yang tidak terakomodasi, karena tidak bisa mendaftar ke sekolah manapun. Sementara ada sekolah yang kekurangan siswa, karena letaknya jauh dari pemukiman penduduk

Ketiga, orangtua mengantre hingga menginap di sekolah, padahal kebijakan PPDB zonasi dan sistem online, memastikan bahwa siswa di zona terdekat dengan sekolah pasti diterima.

Jadi meski mendapatkan nomor antrian 1, namun jika domisili tempat tinggal jauh dari sekolah, maka peluangnya sangat kecil untuk diterima.

Keempat, minimnya sosialisasi sistem PPDB ke para calon peserta didik dan orangtuanya, sehingga menimbulkan kebingungan. Sosialisasi seharusnya dilakukan secara terstruktur, sistematis dan massif.

Kelima, masalah kesiapan infrastruktur untuk pendaftaran secara online.

Keenam, transparansi kuota per zonasi yang sering menjadi pertanyaan masyarakat, termasuk kuota rombongan belajar dan daya tampung.

Permendikbud 51/2018 menentukan maksimal jumlah Rombel per kelas untuk SD 28, untuk SMP 32 dan untuk SMA/SMK 36 siswa.

Ketujuh, penentuan jarak atau ruang lingkup zonasi yang kurang melibatkan kelurahan, sehingga di PPDB tahun 2019 titik tolak zonasi dari Kelurahan.

Kedelapan, soal petunjuk teknis (juknis) yang kurang jelas dan kurang dipahami masyarakat, dan terkadang petugas penerima pendaftaran juga kurang paham.

Kesembilan, karena jumlah sekolah negeri yang tidak merata di setiap kecamatan maka beberapa pemerintah daerah membuat kebijakan menambah jumlah kelas dengan sistem 2 shift (pagi dan siang).

Dampaknya, banyak sekolah swasta di wilayah tersebut kekurangan peserta didik. Di khawatirkan, kalau tidak dipikirkan maka sekolah swasta akan tutup.

Selain itu juga, sistem zonasi dianggap membatasi siswa dalam memilih sekolah favorit di daerah dan dinilai kurang berpihak pada siswa berprestasi yang telah berjuang keras.

Masalah ini diutarakan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember, Jawa Timur  Ayub Junaidi Selasa (18/6/2019).

“Sehingga siswa yang memiliki prestasi menonjol namun berasal dari daerah pinggiran, dan […] layak di sekolah favorit […], maka harapannya harus pupus,” kata dia dilansir Detikcom.

Adanya banyak masalah dan kendala dalam penerapan sistem zonasi tersebut pun diakui presiden Joko Widodo. Menurutnya, kebijakan perlu dilakukan evaluasi.

“[…] memang di lapangan banyak masalah yang perlu dievaluasi,” kata Jokowi di sela-sela kunjungan kerja ke Jawa Timur, Kamis (20/6/2019) dikutip dari CNNIndonesia.com.

Akhirnya, setelah menuai protes di sejumlah daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pun akan merevisi aturan tentang PPDB sistem zonasi.

Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muchlis R Luddin mengatakan revisi Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 itu mulai dalam tahap proses.

“Jadi sekarang setelah mendapatkan masukan dari masyarakat dan juga dari Presiden, Permendikbudnya akan kita revisi,” ujar Muchlis.

Sekjen Kemendikbud, Didik Suhardi mengatakan, revisi Permendikbud No 51 Tahun 2018 telah ditandatangani Mendikbud, khususnya jalur prestasi ditingkatkan menjadi 15 persen.

“Jadi jalur prestasi diperluas guna menampung aspirasi masyarakat khususnya para orangtua di beberapa daerah yang meminta diperluas jalur prestasi ini,” ujar Didik, Kamis (20/6/2019) malam.

Sehingga dari hasil revisi tersebut, jalur zonasi menjadi 80 persen dan jalur perpindahan tetap 5 persen.

Menurut Muchlis, peningkatan jalur prestasi tersebut karena banyaknya tuntutan orang tua yang masih memburu sekolah favorit. Sementara, ini masalah yang ingin dientaskan Mendikbud Muhadjir. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
1 Comment

1 Comment

  1. M.ZIKRI

    Juni 24, 2019 at 8:09 am

    Saya pernah mendengar RSBI
    Dan ada juga yg telah menjadi SBI
    Kalau sistem nya ZONASI maka ini SANGAT SULIT /Mustahil
    Karena hanya anak2 yg cerdas yg mampu masuk sekolah RSBI n SBI
    Anak yg dekat dengan sekolah bukan berarti pintar meskipun pagi sore siang malam mainnya disekolah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 17 Juli 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 17 Juli 2019 pukul 07.00 WIB hingga 18 Juli 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 28 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 3 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 22,0 0C – 32,00C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 0C – 30,0 0C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 53% – 95%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 60% – 97%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan cerah berawan – berawan

Siang dan Sore hari diprakirakan berawan.

Malam hari diprakirakan diprakirakan cerah berawan.

Dini hari diprakirakan cerah berawan.

WARNING:
NIHIL

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Bukan ke Lampung, Bappenas Pastikan Ibu Kota Negara Pindah ke Kalimantan

Published

on

Ibu Kota Negara Baru

Lampung.co – Deputi Bidang Pengembangan Regional Kementerian PPN/Bappenas Rudy S. Prawiradinata mengatakan pemindahan ibu kota negara jika direalisasikan pasti ke wilayah Kalimantan.

Menurut dia, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana, Kalimantan merupakan daerah yang berada di tengah wilayah Indonesia. Baik di Kalimantan Selatan, Tengah, Timur maupun yang lainnya.

Ibu kota dipindahkan ke tengah, lanjutnya, bertujuan agar Indonesia-sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia. Selain itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Selain itu juga, kata dia, untuk mendorong perdagangan antarwilayah Indonesia.

“Pemindahan ibu kota sudah pasti akan di Kalimantan. Di mana pun ibu kota baru akan dibangun, dampaknya ke seluruh Kalimantan akan signifikan,” kata Rudy melalui keterangan tertulis Senin (15/7/2019) kemarin.

Hingga saat ini, Kementerian PPN/Bappenas masih dalam proses merampungkan kajian untuk menentukan lokasi pasti pemindahan ibu kota negara.

“Ini adalah seri Dialog Ibu Kota Negara untuk tiga lokasi di Kalimantan. Setelah dari sini, kami akan ke Palangkaraya dan Balikpapan,” jelasnya.

Sebelumnya, dihadapan peserta Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatera Tahun 2019, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi paparkan kesiapan Lampung jadi Ibu Kota Negara (IKN) pengganti DKI Jakarta.

Menyambut paparan materi kesiapan dan kelayakan dari Gubernur Arinal tersebut, Forum Gubernur se-Sumatera pun mendukung penuh Lampung sebagai alternatif ibu kota pemerintahan Indonesia.

“Ini menjadi hal yang menarik untuk dibahas, bahwa kesiapan Provinsi Lampung menjadi Ibu Kota Negara harus di dukung untuk kemajuan pulau Sumatera,” kata Rohidin, Gubernur Bengkulu. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Pembayaran BPJS Kesehatan Kini Bisa Autodebit di Tokopedia, Anti Telat

Published

on

BPJS Kesehatan

Lampung.co – Perusahaan teknologi Indonesia, Tokopedia resmi menghadirkan layanan pembayaran BPJS secara autodebit hari ini, Selasa (16/07/19). Layanan ini akan memudahkan masyarakat membayar iuran BPJS Kesehatan dengan tepat waktu.

SVP of Engineering Tokopedia, Herman Widjaja, mengungkapkan, layanan ini bisa diakses oleh masyarakat melalui situs ataupun aplikasi Tokopedia. Menurutnya, pembayaran BPJS secara autodebit tak lepas dari tingginya animo masyarakat dalam melunasi iuran BPJS.

Dia melanjutkan, kami memanfaatkan kemajuan teknologi untuk semakin mempermudah kehidupan masyarakat. Maka dari itu, kami telah mengembangkan layanan pembayaran BPJS secara debit otomatis di Tokopedia.

“Sehingga pengguna kini tidak perlu khawatir lupa membayar iuran BPJS Kesehatan karena pembayaran dilakukan secara otomatis berdasarkan tanggal yang ditetapkan oleh pengguna,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co.

Herman menambahkan, sistem autodebit memudahkan masyarakat untuk melakukan pembayaran iuran kapan pun dan dimana pun sehingga status kepesertaan tetap aktif dan pengguna dapat menikmati pelayanan program BPJS secara optimal.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Kemal Imam Santoso, menyambut baik kerja sama dengan Tokopedia dalam memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk membayar iuran BPJS melalui platform digital. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca