fbpx
Connect with us

Berita

Sekelumit Kisah Tepian Negeri “Kapal Ramadhan” ACT di Lampung

Published

on

ACT Lampung - TNI AL

Lampung.co – Kamis (07/06/2018) Matahari belum benar-benar bertengger, waktu masih menunjukan pukul 06.15 wib. Beberapa orang sudah bergegas berkumpul dan pergi ke suatu tempat, ke salah satu daerah yang perjalanannya tak cukup ditempuh dengan jalur darat saja, sebab untuk sampai ke tempat yang dituju tersebut mereka harus gunakan kapal laut.

Beberapa orang itu tergabung dalam Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung. Dipimpin langsung Branch Manager ACT Lampung Yungki Pramono. Mereka akan kunjungi warga di Pulau Legundi, Punduh Pedada, Pesawaran, Lampung.

Pak Yungki turun langsung memimpin program Kapal Ramadhan dibawah program utama Tepian Negeri ACT.

Ia didampingi Direktur Program ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni, Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra, Relawan ACT Lampung Lia Amalia dan Wartawan for Humanity (JFH) Lampung Yoga Pratama yang juga merupakan Pemred Lampung.co.

Untuk sampai ke Legundi mereka harus menaklukan ombak besar yang jika dilalui dengan kapal kecil maka guncangan amat terasa, dengan waktu tempuh perjalanan tiga sampai empat jam. Kali ini, ACT Lampung untuk bisa sampai ke Pulau Legundi dibantu TNI Angkatan Laut (AL).

Tiga kapal diturunkan Lanal untuk berangkatkan Kapal Ramadhan ke Pulau Legundi. Dua kapal di antaranya miliki Lanal Lampung. Satu lainnya sewa dengan kapal nelayan.

Tim ACT gunakan kapal Patroli Keamanan Laut (Patamla) Perairan Terbatas Pangkalan Laut (Lanal) TNI AL. ACT dan Lanal arungi teluk Lampung dengan waktu tempuh satu setengah jam menembus ombak lautan.

Lewat kapal bermuatan 14 orang tersebut jugalah ACT berangkat mendistribusikan paket sembako dan donasi pakaian layak pakai untuk masyarakat pra sejahtera.

Untuk beri Ramadhan Terbaik di Pulau Legundi itu sendiri, ACT Lampung siapkan 100 paket sembako. Paket-paket tersebut hasil pasar murah yang diselenggarakan Bank Indonesia.

Paket-paket sembako di antaranya berisikan lima kg beras, satu kg minyak makan, dan satu kg gula. Sementara donasi baju yang didistribusikan berasal dari finalis putri hijab Bandar Lampung.

Selama perjalanan, di satu kapal yang sama, ACT Lampung didampingi langsung Perwira Pelaksana Lanal Lampung Letkol Laut (P) Meldi SE, M. Tr (Hanla) dan beberapa anggotanya.

Tepat pukul 10.35 WIB, rombongan berlabuh di dermaga Pulau Legundi, tepatnya di Dusun Keramat. Warga menyambut dengan hangat, senyum ramah terpancar sangat jelas.

Rombongan pun kembali lanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan warga untuk ke balai pertemuan.

Tim diajak menyusuri jalanan terjal di wilayah Dusun Keramat, yang sebelah sisi kirinya adalah pesisir dengan bebatuanya, sementara di sisi kananya bukit dan hutan.

Tak jauh dari penyusuran jalan setapak tersebut, rumah-rumah dari papan dan bambu terlihat, berada di tepi laut dan tampak jelas menjadi pemandangan di daerah pesisir yang banyak anak-anak dan ibu-ibu berkumpul riang.

Di lokasi acara, tenda biru terbuat dari terpal dan bambu menjadi atap, di dalamnya kursi-kursi plastik dan warga sudah menunggu kedatangan ACT dan Lanal, mereka menyambut, menyalami satu per satu dengan ramah.

Tak lama kedatangan rombongan, acara pun dimulai. Mewakili Kepala Desa, Abu Yajid menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak ACT dan Lanal Lampung atas perhatian dengan warga Desa Pulau Legundi, Kecamatan Punduh Pedada, Pesawaran.

“Inilah masyarakat kami, kami hanya bisa mendoakan yang terbaik,” ucapnya.

Sementara, Branch Manager ACT Lampung, Yungki Purnomo juga menyampaikan hal yang sama. Rasa terimakasih kepada ratusan warga yang ramah menyambut kedatangannya dan rombongan. Juga sudah repot menyiapkan segala perlengkapannya.

Ia juga sampaikan maksud dan kedatangan ACT ke lokasi. Selain berdonasi, menyampaikan amanah dari para donatur, ia juga sosialisasikan program ACT.

Terlebih program Tepian Negeri, dan salah satunya yang telah ia daratkan ke Pulau Legundi, Kapal Ramadan dengan tajuk “Beri Indonesia Ramadhan Terbaik”.

Menurut Yungki, ACT terus membangun solidaritas sosial kemanusiaan baik di dalam negeri maupun dunia. Di dunia Internasional sendiri, contohnya kata dia, pihaknya hadir membantu warga Palestina yang masih dalam porak poranda kekejaman perang. Lalu, Rohingya, Somalia, Suriah.

Di Lampung sendiri, utamanya Indonesia, program Tepian Negeri pun hadir, dengan konsep pemberdayaan masyarakat ke daerah-daerah yang membutuhkan.

“Dan alhamdulillah hari ini bisa bersinergi, ACT, Lanal dan para donatur menyerahkan sembako ke warga Legundi. Sekaligus mohon izin, kita akan sambangi pulau lainnya. Tepian Negeri ini juga menjangkau sosial dan pendidikan. Jadi dari kesehatan, kebencanaan, hingga pendidikan dan lain halnya,” kata dia kepada warga yang hadir.

Menurutnya, ACT secara kelembagaan siap menjadi intermediasi untuk kegiatan sosial yang memberikan kemanfaatan masyarakat banyak.

Diketahui, di Pulau Legundi sendiri kurang lebihnya terdapat 888 Kepala Keluarga (KK) dan 65 persennya merupakan warga pra sejahtera dengan rata-rata pendidikan 70 persennya lulusan pendidikan tertingginya Sekolah Dasar (SD). (goy)

23 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Dosen UIN Raden Intan Lampung Terbukti Cabuli Mahasiswinya

Published

on

Vonis

Lampung.co – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung SH terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mahasiswinya sendiri.

Terdakwa diganjar Majelis Hakim dengan hukuman satu tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (17/9/2019).

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Ketua Majelis Hakim menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

“Maka menjatuhi terdakwa […] (SH) dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan,” kata Aslan.

Hukuman dosen yang berbuat asusila terhadap anak didiknya di universitas berlabel Islam itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Hal memberatkan dalam tuntutan JPU, terdakwa sebagai seorang pengajar tidak memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya. Malah berbuat sebalik, yakni perbuatan asusila.

Diketahui, berdasarkan keterangan dari surat dakwaan, JPU menyatakan bahwa peristiwa pencabulan itu bermula pada Jumat (21/12/2018) sekira jam 13.20 WIB. Ketika itu, si mahasiswi yang menjadi korban hendak mengumpulkan tugas mandiri mata kuliah Sosiologi Agama II.

“Kemudian korban mengajak rekannya saksi IN untuk menemaninya menemui dosen pengajar mata kuliah tersebut yaitu terdakwa SH,” jelas jaksa.

Saat korban bertemu dengan terdakwa di depan ruang dosen pengajar, korban berkata kepada terdakwa ‘Pak ini saya mau ngumpulin tugas, karena kemarin pada saat UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu bahwa tugas tersebut sudah dikumpul’.

“Lalu sang dosen masuk ke dalam ruangan dosen yang diikuti oleh korban, kemudian di dalam ruangan tersebut terdakwa berdiri membelakangi meja kerjanya berhadapan dengan saksi korban yang sedang berdiri,” terang jaksa.

Korban kembali berkata kepada terdakwa ‘Maaf pak saya terlambat ngumpilin tugas, karena waktu UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu tugasnya dikumpul’ sembari menyerahkan tugas tersebut kepada terdakwa.

“Kemudian tugas tersebut dibuka-buka sebentar oleh terdakwa lalu tugas tersebut diletakkan terdakwa di atas meja kerja terdakwa. Selanjutnya terdakwa mendekati tubuh korban sembari memegang lengan kanan korban sambil berkata lembut ‘Kebiasaan kamu ya’ lalu korban menjawab ‘ya pak minta maaf’,” kata Jaksa menirukan percakapan keduanya.

Saat itu, tangan kanan terdakwa memegang lengan kiri korban sambil dielus-elus lalu terdakwa memegang dan mengelus-ngelus dagu saksi korban sambil berkata ‘Ini apa?’ dijawab korban ‘Jerawat pak’.

Dari perbuatan itu, korban merasa takut sehingga melangkah mundur sambil berkata ‘Bagaimana pak tugas saya diterima apa tidak’ namun terdakwa diam saja tidak menjawab apapun.

“Mata terdakwa memandangi bibir korban sambil tersenyum, sehingga korban merasa tidak nyaman sambil berkata ‘Ya udah pak makasih saya ijin pulang’. Namun terdakwa kembali memegang kedua lengan korban sambil tersenyum,” urai jaksa.

Lalu terdakwa memegang bahu kanan korban sambil berkata ‘Main dimana yuk’ korban menjawab ‘Maaf pak saya ijin pulang’. Namun terdakwa tetap memegang lengan kiri korban, lalu korban berusaha untuk keluar ruangan. Terdakwa justru kembali memegang pipi kanan korban kemudian korban berontak.

“Kemudian terdakwa mengarahkan tangannya memegang payudara korban sehingga korban kaget sambil berteriak ‘Eh pak’ dan terdakwa tersenyum kembali,” beber jaksa.

Dari kejadian itu, korban bergegas keluar ruangan dan terdakwa segera mengambil tas nya lalu ikut keluar bersama korban. Setelah di pintu keluar ruangan, terdakwa berjalan keluar meninggalkan korban dan berpapasan dengan saksi IN sambil menegurnya lalu pergi.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa SH menyebabkan korban selalu merasa ketakutan dan berkeringat dingin bila akan menghadap dosen. Nilai mata kuliah Psikologi Sosial yang diambil korban diberikan nilai E oleh dosen tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis korban yang diperiksa oleh Psikolog Octa Reni Setiawati, kesimpulannya bahwa dalam diri korban menunjukkan adanya trauma psikologi terkait pelecehan yang terjadi. (*)

3,935 kali dilihat, 1,908 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Terjadi Kebakaran di Lampung Barat, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

Published

on

Kebakaran di Lampung Barat

Lampung.co – Terjadi kebakaran lahan perkebunan warga di Pekon Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 18:30 WIB.

Penyebab kebakaran lahan yang diperkirakan mencapai sekitar 1 Ha tersebut diduga akibat aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan warga setempat.

Dihimpun dari laporan Lampost.co, Babinsa Pekon Lumbok Yakub menyebutkan bahwa api baru diketahui terlihat membesar sekitar waktu sholat magrib.

Melihat api membesar itu petugas dan pihaknya bersama masyarakat gotong rotong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Api baru bisa dikendalikan atau mulai dapat dijinakan sekitar pukul 21:20 WIB,” ujarnya. (*)

8,311 kali dilihat, 4,205 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Identitas dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Mayat di Parit GSG Talang Padang

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Sesosok mayat diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga terbujur kaku di Parit di Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Selasa (17/9/2019) siang.

Mayat dalam kondisi membusuk, bahkan tertutup sampah plastik yang berserakan di dalam parit tepatnya belakang Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan setempat.

Warga setempat Marwan mengatakan, jenazah tersebut pertama diketahui oleh anak-anak yang sedang berjalan disekitar lokasi sekira pukul 01.00 Wib.

“Kemudian memberitahukan ke warga berkumpul untuk memastikan, teryata benar itu adalah orang,” kata dia.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, lanjutnya, dibawa petugas kepolisian Polsek Talang Padang ke RS Kota Agung untuk dilakukan identifikasi.

Polsek Talang Padang bersama Tim Inafis Polres Tanggamus pun berhasil mengidentifikasi sosok mayat seorang pria yang diketahui bernama Herman Sumadi (32) itu.

Kapolsek Talang Padang Iptu Khairul Yasin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Tanggamus mengatakan, korban merupakan warga Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

“Korban merupakan bujangan dan sehari-harinya bekerja mencari barang rongsok,” kata Iptu Khairul Yassin, Selasa (17/9/2019) sore.

Iptu Khairul menegaskan, dari tubuh korban, tidak menemukan tanda tanda bekas kekerasan dan sejenisnya. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban meninggal.

“Dugaan sementara kecelakaan terjatuh kedalam parit. Sebab, dari keterangan keluarganya, korban mempunyai penyakit epilepsi sudah sejak lama dan sering kambuh tidak jelas waktunya,” jelasnya.

Ditempat sama, Dokter Rumah Sakit Kota Agung menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan tahap luar oleh tim medis, pihak medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. (*)

6,754 kali dilihat, 2,032 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca