fbpx
Connect with us

Berita

Sejak Tahun 2012 Tsunami Selat Sunda Diprediksi Terjadi, Benarkah?

Published

on

Lampung.co – Pada tahun 2012, tepat 6 tahun lalu, dari tahun 2018 ini,  Geological Society of London dalam studinya, Gunung Anak Krakatau akan memicu tsunami di Selat Sunda.

Studi tersebut memperkirakan kemungkinan bahaya besar yang akan terjadi dari gunung berapi tersebut.

Studi tersebut digunakan sebagai dasar mencegah bencana alam terbaru di Indonesia yang telah menewaskan lebih dari 400 orang, yaitu tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Diketahui, studi yang berlangsung pada tahun 2012 tersebut dilakukan T. Giachetti, R. Paris, K. Kelfoun, dan B. Ontowirjo dari Geological Society of London.

Dilansir cnbcindonesia.com, studi tersebut berjudul “Bahaya tsunami terkait dengan runtuhnya sisi tepi gunung berapi Anak Krakatau, Selat Sunda, Indonesia.”

Di studi tahun 2012 tersebut telah disebutkan bahwa tsunami yang terjadi di Selat Sunda dapat dipicu runtuhnya bagian tepi Gunung Anak Krakatau.

Hal tersebut dikarenakan, pada sebagian dari gunung dibangun dinding kaldera akibat letusan Gunung Krakatau pada 1883.


Dengan gunakan model numerik, studi mensimulasikan tanah longsor anak kraktau yang kemungkinan memicu tsunami.

Studi juga memerinci waktu tempuh tsunami, dan amplitudo gelombang ketika mengenai berbagai daerah pantaim termasuk Sumur, Carita, Labuan dan Anyer di Banten dan bagian dari provinsi Lampung.


Sabtu, 22 Desember 2018, lalu, hal yang dikhawatirkan itupun terjadi, dan wilayah yang disebutkan di atas adalah wilayah yang tingkat kehancurannya parah.

Diketahui, sebagian lereng gunung berapi ambruk setelah letusan 22 Desember dan jatuh ke lautan.

Lalu membawa sejumlah besar air, menghasilkan gelombang setinggi 5 meter yang kemudian membanjiri garis pantai terdekat Jawa dan Sumatra.

Laporan studi juga menguraikan reruntuhan tepi gunung yang jatuh ke barat daya dapat memicu gelombang raksasa yang kemudian akan menyebar melintasi Selat Sunda dengan kecepatan rata-rata 80 km/jam sampai 100 km/jam.

“Tsunami akan mencapai daerah-daerah di pantai barat Jawa, 35-45 menit setelah keruntuhan,” laporan itu memperingatkan, dilansir dari The Straits Times, Minggu (30/12/18).


Disebut juga, gelombang-gelombang ini menghadirkan risiko yang tidak dapat diabaikan.

Laporan itu juga membuat rekomendasi yang jelas, “Deteksi cepat runtuhan oleh observatorium gunung berapi, bersama dengan sistem peringatan yang efisien di pantai, mungkin akan mencegah hipotetis ini menjadi peristiwa mematikan.”

Laporan itu juga menyajikan tabel yang perinci, antara lain, bahwa Carita dapat terkena gelombang setinggi 2,9 m, Labuan 3,4 m, dan Sumur 1,2 m.

Waktu perjalanan tsunami ke tempat-tempat ini, masing-masing, bisa dalam 37 menit, 40 menit dan 36 menit.

Ini dihitung sebagian berdasarkan jarak dan kedalaman air di berbagai bagian Selat Sunda. Semakin dangkal, maka semakin cepat kecepatannya.


Ketika ditanya oleh The Straits Times pada Jumat, tentang bahaya tsunami Selat Sunda, Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM Antonius Ratdomopurbo mengatakan bahwa Badan Geologi akan kewalahan jika terus melacak semua studi yang telah dilakukan. (*)

162 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial.

Berita

Kronologi Kecelakaan di Jalan Tol Lampung dan Identitas Seluruh Korban

Published

on

Kecelakaan di Jalan Tol Lampung

Lampung.co – Terjadi sebuah kecelakaan maut di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar KM 96, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Sabtu (19/10/2019).

Peristiwa tersebut terjadi setelah sebuah mobil sedan menabrak truk hingga terbakar. Diduga sopir mobil yang memuat enam penumpang itu mengantuk sebelum menabrak truk.

Akibat kejadian naas itu, empat orang bernama Mikail (7), Kris (42), Hadi Prayitno (40) dan Elisabet Yora (37) tewas di tempat. Sementara dua lainnya Vania (2) dan Pricilia (9) mengalami luka-luka.

Empat orang korban yang meninggal dunia dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dan dua korban yang luka-luka lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Metro.

Sementara itu, sopir truk bernama Dani Ismanto yang merupakan Warga Kota Baru Kecamatan Padang Ratu, Lampung Tengah saat ini juga sedang diminta keterangan.

“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara bersama pihak pengelola jalan tol,” jelas Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syahran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan maut tersebut bermula saat kendaraan sedan melaju dari arah Terbanggi Besar menuju Bakauheni, Lampung Selatan.

Kemudian, setibanya di lokasi kejadian KM 96 mobil melaju ke jalur lambat lalu menabrak bagian truk yang berada di depannya hingga terbakar. (*)

21,272 kali dilihat, 21,272 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

KPK Minta Polri Ungkap Aktor Intelektual Penyerang Novel Baswedan

Published

on

Febri Diansyah

Lampung.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tenggat waktu tiga bulan kepada pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku teror penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

Namun hingga masa tenggat waktu hari ini, Sabtu (19/10/2019), Polri belum juga memberikan keterangan terkait pengungkapan kasus yang menimpa salah satu penyidik KPK itu.

Oleh karena itu, melalui juru bicara Febri Diansyah, KPK pun menagih janjinya kepada Polri untuk mengungkap serangan selepas shalat subuh yang membuat mata kiri Novel nyaris buta.

“Jadi bagi KPK, ditemukannya pelaku penyerangan itu adalah harapan yang masih terus kita harapkan sampai saat ini,” kata Febri di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (18/10/2019) malam.

Lebih lanjut Febri juga meminta agar kepolisian juga mengungkap tidak hanya pelaku penyerangan terhadap Novel. Namun juga aktor intelektual yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Kan presiden bilang memberikan waktu 3 bulan. Kami yakin Polri akan memberikan perkembangan pada presiden terkait penanganan perkara tersebut,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

Lebih lanjut Febri juga meminta agar kepolisian juga mengungkap tidak hanya pelaku penyerangan terhadap Novel. Namun juga aktor intelektualnya.

Febri kemudian mengingatkan jangan sampai ada pihak yang hendak melawan hukum dan berpikir tidak akan ditindak. Menurutnya, kasus Novel akan menjadi contoh bagi bagi para penegak hukum.

“Jangan sampai kemudian para pihak lain yang mencoba menyerang penegak hukum merasa bahwa ia tidak akan diproses secara hukum,” ucapnya.

Karena, lanjutnya, serangan terhadap pegawai KPK bukan hanya pada Novel, ada penyidik lain yang pernah diserang, seperti mobilnya ditaro air keras.

“Ada juga bom molotov yang dilempar ke rumah salah satu pimpinan dan tas yang diduga fake bomb di rumah ketua KPK,” tandasnya.

Dikabarkan sebelumnya, penyerangan Novel diduga terkait kasus dokumen buku merah yang di dalamnya ada nama Tito sebagai penerima aliran uang dari pengusaha impor daging Basuki Hariman.

Sebelum terjadi pristiwa penyiraman air keras, pada 4 April 2017 Novel menemui Kapolri Tito Karnavian di rumah dinasnya menjelaskan posisi KPK dalam kasus tersebut. Simak video berikut:

Empat hari sebelum Novel Baswedan diserang juga, terjadi perusakan barang bukti buku merah di ruang kolaborasi lantai 9 gedung KPK oleh dua penyidik KPK dari kepolisian yakni Harun dan Roland Ronaldy.

Aksi keduanya itu terekam CCTV, namun kasus perusakan buku merah ini sampai sekarang tidak pernah dibongkar. Hasil penyidikan polisi menyatakan bahwa kedua pelaku dinyatakan tak bersalah.

Alih-alih mendapatkan sanksi dari Mabes Polri, mereka justru mendapat promosi. Roland Ronaldy naik jabatan menjadi Kapolres Cirebon Kota dan Harun diberi kesempatan untuk sekolah. (*)

5,940 kali dilihat, 5,940 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini, 19 Oktober 2019 (Warning Nihil)

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 19 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB hingga 20 Oktober 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Tenggara – Selatan dengan kecepatan antara 03 – 15 knots (05 – 29 Km/Jam).

2. Jarak Pandang berkisar antara 4 – 10 km.

3. Suhu Udara secara umum berkisar antara 23,0 °C – 35,0 °C, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 18,0 °C – 32,0 °C.

4. Kelembaban Udara secara umum berkisar antara 40% – 90%, kecuali Lampung bagian Barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir barat) berkisar antara 50% – 95%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

Siang dan Sore hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan. Berpotensi terjadi hujan lokal di wilayah Lamteng, Lambar, Metro, Lampura, Way Kanan.

Malam hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan

Dini hari diprakirakan Cerah Berawan hingga Berawan.

WARNING:
Nihil

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

271,063 kali dilihat, 5,778 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca