Sebar Berita Bohong Soal Bom, Tiga Pria Diciduk Polisi

Tim Redaksi

Lampung.co – Tindakan Fian Roger (31), Adrianus Cangkar (37) serta Edwar Djandu (25) setidaknya menjadi pembelajaran bagi kita untuk menaham jemari dan mengumbar kebencian dengan berita bohong atau hoax di sosial media.

Sebab, ketiganya kini harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Ketiganya diduga telah menyebar hoax atau berita bohong tentang keberadaan jaringan terorisme melaui jejaring sosial Facebook dan WhatsApp.

Ketiganya kini diamankan di Mapolres Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu malam, (19/05/2018).

Fian, Adrianus serta Edwar telah memposting kabar terorisme hampir bersamaan. Fian memposting melalui akun Facebooknya bernama Fian Roger pada pukul 18.10 WITA dengan status “Ruteng Siaga 1. Terduga T masuk Ruteng 7 Orang”.

Sementara Adrianus dan Edwar membagikan kabar rencana peledakan dua gereja di Kota Ruteng melalui WhatsApp Grup keluarga. Keduanya sama-sama membagikan tautan tersebut pada pukul 18.26 WITA.

Ketiganya diperiksa di Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) sejak pukul 22.00 WITA. Namun, ketiga warga Kecamatan Langke Rembong ini tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor.

Hingga 00.30 WITa, para pelaku belum dibebaskan, dan para pelaku menyampaikan permohonan maaf mereka sekaligus pernyataan tidak akan mengulangi perbuatan yang sama.

Ketiganya tidak ditahan, dijelaskan Kasat Reskrim Polres Manggarai Iptu Wira Satria Yudha, bahwa para penebar hoax tentang terorisme ini tidak ditahan meski ancaman pidana kasus seperti ini yakni 5 hingga 7 tahun penjara seperti yang diatur dalam Undang-undang ITE pasal 28 Ayat 1.

Hal ini karena pihaknya mengalami kesulitan membuktikan huruf “T” yang dimaksudkan Fian Roger.

“Karena yang bersangkutan (Fian) tidak mengakui bahwa huruf “T” bukan teroris. Dia ke penyidik bilang “T” yang ia tulis berarti “Teku” yang artinya pencuri,” terangnya.

Meski begitu Fian menyampaikan permohonan maaf atas ulahnya menuliskan postingan yang amat sensitif.

“Saya minta maaf, saya tidak bermaksud menciptakan ketakutan di tengah-tengah masyarakat. Saya tidak menduga kalau postingan saya menimbulkan persepsi terorisme,” ucapnya dilansir dari viva.co.id.

Sementara Adrianus dan Edwar dibebaskan dengan alasan bahwa kabar rencana peledakan gereja di Ruteng yang disebarkan di grup WA keluarga merupakan copy paste dari akun Facebook milik Lidia Patmasarina Santi.

“Akun Lidia itu kita akan telusuri. Pemilik akun tersebut pasti diketahui keberadaanya. Kita harapkan yang bersangkutan agar datang menghadap untuk memberikan klarifikasi,” kata Yudha.

Dia mengimbau masyarakat agar hati-hati menggunakan media sosial terlebih yang berkaitan dengan isu-isu sensitif seperti terorisme dan SARA. (*/goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer