Menu

Saat Diringkus, Pencuri Motor di Batam Asal Lampung Mengaku Belajar Dari Youtube

  Dibaca : 96 kali
Saat Diringkus, Pencuri Motor di Batam Asal Lampung Mengaku Belajar Dari Youtube
Ilustrasi | Foto: Istimewa

Lampung.co – Aksi dua pria asal Lampung yang masih memiliki ikatan keluarga akhirnya harus terhenti di tangan Polsek Sekupang Batam.

Syahril dan Sony merupakan gembong dari dua tim sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di sejumlah tempat berbeda di Kepulauan Riau (Kepri).

Syahril dan Sony tak sendiri, ia beraksi di beberapa tempat di Batam dengan dibantu pelaku lainnya, yakni, Dedi Chandra dan Helson, serta Marco (DPO).

Dari dua komplotan tersebut, polisi menyita barang bukti 16 sepeda motor. Sepeda motor hasil curian ini dijual ke sejumlah daerah di Kepri, seperti Tanjungpinang, Tanjunguban, Dabo Singkep dan Tanjungbalai Karimun.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pencurian yang dilakukan terbilang profesional, dengan mengendarai mobil berkaca gelap mereka membawa berbagai peralatan untuk membuka kunci ganda sepeda motor.

“Mereka punya kunci khusus untuk membuka penutup kunci motor, kemudian membuka kunci stang dengan kunci multi fungsi, ” ujarnya di Mapolsek Sekupang, dilansir dari Sindobatam.com.

Dilanjutkannya, setelah berhasil membawa kabur motor curian, para pelaku memotong kunci motor dengan gerinda dan menggantinya dengan kunci baru.

Sony sendiri, diterangkannya, berperan sebagai eksekutor setiap dua komplotan ranmor ini beraksi. Ia mengaku banyak mempelajari cara membongkar kunci motor dari Internet.

“Saya belajar di Youtube,” akunya.

Pria asal Lampung ini juga mengaku baru menetap di Batam bersama dua sepupunya Dedi Chandra dan Syahril.

“Syahril yang mengajak pertama kali. Di sini kami tinggal di hotel, per harinya 150 ribu. Kami beraksi sejak Oktober lalu ” kata Sony.

Disampaikannya, dari setiap motor curian dijual dengan harga Rp2,5 juta, dan masing-masing pelaku, menurutnya, mendapatkan upah Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

“Hasilnya semua kami bagi rata, dan uangnya kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, bayar hotel dan cari kerja. Dari awal datang ke Batam saya ingin kerja di supermarket,” tandasnya. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional