Ribuan Miras Senilai Rp7,5 Miliar Diamankan Polres Lampung Selatan

Tim Redaksi

Lampung.co – Tangkapan besar dilakukan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lampung Selatan (Lamsel). Polres Lamsel ini telah menyita ribuan botol minuman keras (Miras) bermerek di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Lampung. Hasil selidik pada awal penyitaan, rencananya Miras asal Singapura itu akan diselundupkan ke Jakarta. Dan diperkirakan ribuan Miras tersebut senilai Rp7,5 miliar.

Penangkapan ini juga selain rutin digelar Polres Lamsel juga sebagai antisipasi tindak kejahatan memasuki bulan Ramadan. Sampai akhirnya, petugas gabungan dari Satuan Reserse Kriminal dan Sat Narkoba Polres Lampung Selatan serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni menggelar razia di Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni dan mendapatkan barang haram tersebut akan menyebrang.

Kronologis kejadian penangkapan, mobil boks yang dikendarai Zainuri, warga Jawa Timur diperiksa polisi. Setelah diperiksa, petugas mendapati ratusan kardus yang berisi minuman keras bermerek luar negeri. “Pelaku berniat mendistribusikan minumal beralkohol impor dan tidak dilengkapi dokumen serta izin tersebut ke Jakaarta,” terang Kapolres Lampung Selatan, AKBP M Syarhan.

Syarhan mengatakan, diduga barang tersebut berasal dari Singapura milik seseorang berinisial ER (warga Singapura) yang hendak dikirim melalui Jambi menuju Jakarta. “Minuman beralkohol yang berhasil disita berjenis whisky dan vodka sebanyak 600 kardus, yang terdiri atas delapan merk yakni, Jose Cuservo, Chivas Regal, Red Label, Martell, Martini, Kahluaz Bul Vederse dan Platinum Label dengan jumlah keseluruhan 6.954 botol,” kata Syarhan, di Mapolres Lampung Selatan, Senin (7/5/2018) dilansir dari Inews.id.

Sampai saat ini pemilik minuman beralkohol ilegal ini masih buron. “Jika berhasil ditangkap akan dikenakan Pasal 106 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Pasal 110, UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Perdagangan serta Pasal 102 UU RI Nomor 10 Pasal 104 dan UU RI Tahun 1995 tentang Kepabeanan dengan ancaman pidana paling lama delapan tahun dan denda Rp5 milyar,” tandasnya. (*/rls)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer