Rapat Koordinasi Dengan Bawaslu, DPD RI: Lampung Rawan Politik Uang

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Komite 1 DPD RI melakukan rapat koordinasi dan dengar pendapat dengan Bawaslu Pusat terkait persiapan tujuh bulan mendatang menuju hari H Pemilu legislatif dan Pilpres, Senin (24/09/2018) malam.

Ketua Bawaslu Abhan, dan Sekjen Gunawan Suswantoro, serta beberapa staf Bawaslu diterima oleh Pimpinan dan anggota Komite 1 DPD RI.

Dalam kata pembuka, Ketua Komite 1 DPD RI, Benny Rhamdani menyebutkan ada berbagai persoalan mencuat dalam proses menuju pemilu 2019.

“Diantaranya Validitas adanya temuan 25 jt daftar pemilih tetap yang dianggap ganda, aturan kampanye, praktek money politik, keamanan dan pengamanan,” kata Benny.

Dan yang lebih penting lagi lanjutnya, berkait penerapan Keputusan MK No. 30/XVI/2018 yang bersifat retroaktif terkait pengurus parpol mencalon anggota DPD RI bagaimana Bawaslu menyikapinya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Bawaslu, Abhan menyatakan, setelah dicermati hanya sekitar 6 jutaan pemilih ganda, namun semakin berkurang dan diharapkan masalah ini bisa diatasi.

Untuk kampanye dan sosialisasi, dia menerangkan, diberi kesempatan mulai 23 September untuk kampanye terbatas, tatap muka, medsos, dapat dimulai.

“Namun dalam dua hal yaitu rapat umum dan iklan media massa serta internet diberi masa waktu 21 hari sebelum masa tenang,” jelas Abhan.

Sementara Andi Surya, Anggota DPD RI Dapil Lampung, dalam kesempatan itu menyebutkan, di Lampung, perlu pengawasan yang lebih intensif karena diketahui Lampung sebagai salah satu wilayah rawan money politik.

“Dalam Pilgub Lampung kemaren masalah money politik hingga masuk ke ranah MK. Ini menunjukkan bahwa money politik bisa saja merambah ke pemilu dan pilpres mendatang,” ujarnya.

Selain itu, dia melanjutkan, kami perlu mengingatkan Bawaslu agar lebih independen dan kredibel sehingga pengawasan pemilu tidak hanya slogan saja tetapi secara substantif mencapai titik-titik rawan.

Menanggapi Andi Surya, Ketua Bawaslu menjelaskan, peran bawaslu dalam menekan black champaign dan keamanan dilakukan upaya sosialisi dan pencegahan melalui kerjasama dengan stake holder seperti tokoh masyarakat dan pemuda.

“Untuk keamanan, koordinasi dengan Kapolri dan panglima TNI. Besok (hari ini) launching indeks rawan pemilu, akan disusun strategi lebih optimal. Diharapkan kampanye hitam dan money politik bisa ditekan,” Ketua Bawaslu menerangkan. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer