Rachmawati Sebut Megawati Pernah Makar, Kasus Sukmawati pun Disorot

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Putri sulung presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menyebut adik kandungnya Megawati Soekarnoputri melakukan makar di era pemerintahan Gus Dur.

Megawati dinilainya melakukan makar ketika sedang menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Hal itu disampaikan Rachmawati menanggapi laporan makar atas Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di kediamannya, Jalan Jatipadang Nomor 54, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

“Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri,” kata Rachmawati dikutip dari detikNews.

Ketika Gus Dur memerintah, lanjutnya, Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.

“Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro),” imbuhnya.

Dia menyebut Megawati tidak patuh terhadap presiden dalam penunjukan Kapolri. Bahkan, menurut Rachmawati, saat itu terjadi perpecahan di tubuh TNI dan Polri.

“Kemudian dia pecah belah lagi TNI-Polri. Moncongnya Jenderal Ryamizard sebagai KSAD. Saya ingat sekali, saya ada di Istana sama Gus Dur. Itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana,” tuturnya.

“Itu yang namanya makar unsurnya masuk, menggunakan kekuatan bersenjata, sedangkan kami ini apa? Selama pengajuan untuk perubahan ketatanegaraan, itu tidak bisa dipidana,” tambahnya.

Sementara, Rachmawati mengaku bingung mengapa masyarakat berbicara soal people power dianggap makar. Menurutnya, kritik adalah hal wajar di negara demokrasi.

“Mosok rakyat harus bungkam dengan keadaan kemiskinan, pengangguran, kita kena segala macam musibah, yang namanya utang-piutang begitu banyak sekali kok (kritik) nggak boleh,” ujarnya.

Dia juga merasa heran, ketika warga negara yang memiliki hak berpendapat yang dilindungi undang-undang ingin menyampaikan kritik terhadap pemerintah, dengan gampang dimakarkan.

“Kalau kita mau elitis ya kritik, gitu kan ya, kenapa belum apa-apa sudah dikatakan makar,” sambung Rachmawati.

Selain itu, Rachmawati juga menyoroti kasus adik kandungnya yang lain, Sukmawati Soekarnoputri, yang sempat dilaporkan atas dugaan penista agama tetapi dihentikan.

“Kedua, saudara saya juga Sukmawati melakukan penghinaan terhadap agama, kenapa dia nggak diproses, tahu-tahu sudah di SP-3. Coba, mana keadilannya,” tanya Rachmawati. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer