Menu

Rachmawati Sebut Megawati Pernah Makar, Kasus Sukmawati pun Disorot

  Dibaca : 262 kali
Rachmawati Sebut Megawati Pernah Makar, Kasus Sukmawati pun Disorot
Putri sulung Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri | Foto: Ist.

Lampung.co – Putri sulung presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menyebut adik kandungnya Megawati Soekarnoputri melakukan makar di era pemerintahan Gus Dur.

Megawati dinilainya melakukan makar ketika sedang menjabat sebagai wakil presiden mendampingi Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Hal itu disampaikan Rachmawati menanggapi laporan makar atas Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di kediamannya, Jalan Jatipadang Nomor 54, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2019).

“Kalau mau bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati Soekarnoputri,” kata Rachmawati dikutip dari detikNews.

Ketika Gus Dur memerintah, lanjutnya, Gus Dur sudah mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.

“Dia melakukan apa yang dipilih adalah Bimantoro (Surojo Bimantoro),” imbuhnya.

Dia menyebut Megawati tidak patuh terhadap presiden dalam penunjukan Kapolri. Bahkan, menurut Rachmawati, saat itu terjadi perpecahan di tubuh TNI dan Polri.

“Kemudian dia pecah belah lagi TNI-Polri. Moncongnya Jenderal Ryamizard sebagai KSAD. Saya ingat sekali, saya ada di Istana sama Gus Dur. Itu moncongnya sudah diarahkan ke Istana,” tuturnya.

“Itu yang namanya makar unsurnya masuk, menggunakan kekuatan bersenjata, sedangkan kami ini apa? Selama pengajuan untuk perubahan ketatanegaraan, itu tidak bisa dipidana,” tambahnya.

Sementara, Rachmawati mengaku bingung mengapa masyarakat berbicara soal people power dianggap makar. Menurutnya, kritik adalah hal wajar di negara demokrasi.

“Mosok rakyat harus bungkam dengan keadaan kemiskinan, pengangguran, kita kena segala macam musibah, yang namanya utang-piutang begitu banyak sekali kok (kritik) nggak boleh,” ujarnya.

Dia juga merasa heran, ketika warga negara yang memiliki hak berpendapat yang dilindungi undang-undang ingin menyampaikan kritik terhadap pemerintah, dengan gampang dimakarkan.

“Kalau kita mau elitis ya kritik, gitu kan ya, kenapa belum apa-apa sudah dikatakan makar,” sambung Rachmawati.

Selain itu, Rachmawati juga menyoroti kasus adik kandungnya yang lain, Sukmawati Soekarnoputri, yang sempat dilaporkan atas dugaan penista agama tetapi dihentikan.

“Kedua, saudara saya juga Sukmawati melakukan penghinaan terhadap agama, kenapa dia nggak diproses, tahu-tahu sudah di SP-3. Coba, mana keadilannya,” tanya Rachmawati. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional