fbpx
Connect with us

Berita

Produksi Sejak Tahun 1960-an, Ikan Asin Pulau Pasaran Kini Masuk Pasar Ekspor

Published

on

teri asin lampung

Lampung.co – Produksi ikan asin di Pulau Pasaran di Kecamatan Teluk Betung Barat, Bandar Lampung sudah berlangsung sejak tahun 1960-an oleh beberapa keluarga.

Hasil usaha sederhana itu kemudian dijual ke warga di luar pulau tersebut. Belakangan, usaha tersebut semakin menjanjikan dan perajin ikan asin di Pulau Pasaran semakin banyak.

Luas pulau sebelumnya yang hanya dua sampai tiga hektare itu pun direklamasi. Warga berinisiatif menambah luas pulau dengan menggunakan terumbu karang. Namun, kini sudah dilarang keras.

Hari ini, luas Pulau Pasaran sudah mencapai sekitar 12 ha dan menjadi salah satu daerah terpadat di Kota Bandar Lampung dengan aktivitas penduduk setiap harinya produksi ikan asin.

Pulau kecil itu kini menjadi sesak dengan rumah-rumah perajin. Areal pantainya dipenuhi kapal-kapal nelayan dan bagan penangkap ikan serta usaha budidaya kerang dan ikan laut.

Dalam sehari, para pengrajin mampu memproduksi ikan teri asin berkisar 20-30 ton yang umumnya dipasarkan ke Jabotabek, Bandung, dan daerah lainnya di Sumatera, seperti Medan, Sumut.

Bahkan jika produksi sedang anjlok sekalipun, Pulau Pasaran tetap mampu menghasilkan sekitar satu-dua ton ikan teri dalam sehari.

Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, ternyata ikan teri Pulau Pasaran juga memasuki pasar ekspor. Terdapat beberapa perajin yang menggeluti produksi ikan teri untuk tujuan ekspor.

Salah satunya Thabrizi, disamping untuk kebutuhan pasar lokal di berbagai daerah di Jawa dan Sumatera, dirinya juga menggeluti usaha pembuatan ikan teri asin dengan tujuan ekspor.

Namun dia mengaku tak mengekspor langsung, namun melalui pihak ketiga. “Ikan teri untuk tujuan ekspor, saya kirimkan ke Cilegon karena agennya di sana,” katanya dikutip dari Liputan6.com.

Dia menjelaskan, ikan tujuan ekspor harus diolah lebih cermat dengan kadar garam yang sedikit, karena pasar luar negeri tidak menyukai ikan yang asin.

Karena ikan teri ekspor berkadar garam kecil, masa penjemurannya lebih lama. Dengan kondisi matahari terik, ikan teri dijemur pukul 08.00 WIB dan sekitar pukul 16.00 WIB baru bisa dikemas.

Terkait pemasaran, masyarakat di Pulau Pasaran butuh dukungan pemerintah untuk bisa menjadi ekspoter langsung menggunakan jaringan daring agar nilai tinggi ikan asin dinikmati para nelayan dan perajin.

Dengan demikian, perajin ikan teri asin bukan sebatas “penonton” yang melihat produk mereka dikirim ke pasar luar negeri oleh perusahaan lain.

Menariknya, baik tujuan pasar dalam negeri maupun ekspor, para perajin mengaku tak menggunakan bahan pengawet, seperti formalin, dalam produksi ikan teri di Pulau Pasaran.

Pengalaman pahit sekitar 12 tahun lalu menjadi pembelajaran ketika produk ikan teri mereka ditolak di mana-mana, karena ada temuan sampel penggunaan pengawet.

Kejadian itu menjadi pembelajaran bagi para pengrajin sehingga menjauhi penggunaan bahan pengawet dalam proses produksi ikan teri asin mereka.

Meski harga produk tetap tinggi dan permintaan atas ikan asin juga selalu ada, keberadaan usaha pembuatan ikan teri asin di Pulau Pasaran semakin terancam.

Mereka mengingatkan bahwa produksi ikan teri asin tergantung pada pasokan bahan bakunya, yakni ikan teri segar yang ditangkap nelayan payang dan nelayan bagan di perairan Teluk Lampung.

Oleh karena itu, pencemaran laut dan penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan cantrang menjadi ancaman bagi nelayan dan perajin ikan asin di Pulau Pasaran. (*)

102 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Satu Kemenangan Dramatis Badak Lampung FC, Lahirkan Dua Fakta

Published

on

Badak Lampung FC

Lampung.co – Badak Lampung FC akhirnya meraih poin penuh perdana di kandang yang didapat didapat secara dramatis saat menjamu Kalteng Putra di Stadion Sumpah Pemuda, Kamis (19/9/2019).

Kemenangan 2-1 untuk Laskar Saburai pada laga lanjutan pekan ke-19 Liga 1 2019 itu didapat setelah diwarnai drama adu finalti di menit penghujung pertandingan.

Selain kemenangan perdana bagi tim asuhan Milan Petrovic, Kalteng Putra juga tercatat menjadi tim pertama yang dikalahkan back-to-back oleh klub yang baru hijrah dari Serui Papua itu.

Tidak mudah bagi Anthony Golec cs untuk meraih kemenangan yang sangat berharga ini, mengingat anak asuh Gomes de Oliviera mampu memberikan perlawanan yang serius.

Bahkan, Laskar Isen Mulang mampu memimpin lebih dulu. Setelah memainkan babak satu tanpa gol, kedua tim tampil lebih aktif dan agresif pada 45 menit kedua.

Tak jarang tekel keras terjadi, dan protes disampaikan pemain kepada wasit.Menit ke-71 gol pertama pada laga ini dihadirkan pemain asing Kalteng Putra, David Veloso.

Penyerang 30 tahun asal Brasil itu melancarkan tendangan bebas yang mulus menuju gawang. Skor sementara 0-1 untuk tim tamu.

Badak Lampung merespons gol tersebut dengan baik, menit ke-76 Fernandinho mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan perekik yang dilanjutkan dengan sundulan.

Tambahan waktu diberikan wasit, hingga Badak Lampung FC mendapat hadiah penalti. Fernandinho yang jadi algojo mampu melancarkan tugasnya dengan baik.

Tiga poin yang berharga sukses diamankan. Kemenangan pertama dihadapan pendukungnya musim ini diraih setelah delapan laga sebelumnya tak pernah didapat.

Susunan pemain:
Perseru Badak Lampung FC (5-3-2): 1=Stya Beny; 16-Saepuloh Maulana, 13-Kurniawan Karman, 35-Reva Adi, 4-Bojan Malisic, 2-Antony Golec; 91-Arthur Bonai (28-Suhandi 65′), 88-Hidayatullah, 94-Fernandinho; 23-Johan Yoga (7-Yogi Rahadian 84′), 20-Melcior Majefat (8-Frengki Kogoya 59′).
Pelatih: Milan Petrovic

Kalteng Putra (4-3-3): 53-Reky Rahayu; 4-Onorionde Kughegbe, 3-Wasyiat Hasbullah, 33-Rafael Bonfim, 26-Kevin Gomes; 44-I Gede Sukadana, 77-Pandi Lestaluhu (73-David Veloso 60′), 34-Takuya Matsunaga; 11-Ferinando Pahabol, 88-Patrich Wanggai (7-Dadang Apridianto 82′), 89-Eydison Soares.
Pelatih: Gomes de Oliviera.

2,191 kali dilihat, 2,191 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Gunakan Senjata Api Dalam Acara Adat, Tiga Aparat Terancam Sanksi

Published

on

Polisi Gunakan Senjata Dalam Acara Adat

Lampung.co – Buntut dari viralnya video yang merekam aksi sejumlah tembak senjata api ke udara dalam acara pesta adat di Lampung Utara, petuga mengamankan empat senjata api organik.

Dihimpun dari laporan Radar Lampung TV, Kasat Reskirm Polres Lampung Utara menyebut, hasil penyelidikan sementara ada dugaan aparat melakukan kesalahan prosedur dalam menggunakan senjata.

Para aparat tersebut melakukan penembakan kearah atas menggunakan senjata api organik dalam acara Adat Lampung (Begawi) di kabupaten Lampung Utara.

Senjata-senjata tersebut digunakan sebagai pengganti bunyi petasan dalam acara yang digelar di Kota Bumi Udik kecamatan Kota Bumi, Minggu (15/9/2019).

Dari peristiwa tersebut, petugas berhasil menyita 1 (Satu) Pucuk Senjata Api Organik Jenis Senpi Bahu Styer dan 1 (Satu) Pucuk Senjata Api Organik Jenis Senpi Bahu Ss-1.

Selain itu juga 1 (Satu) Pucuk Senjata Api Organik Jenis Revolver, 1 (Satu) Pucuk Senjata Api Organik Senjata Api Organik Jenis Pistol.

Selain itu petugas juga mengamankan tiga pelaku diantaranya AI, Anggota Dit Pol Airud Baharkam Mabes Polri dan OK, Banit 5 Unit Idik Sat Reskrim Polres Way Kanan.

Lalu WEJ Anggota Polsek Abung Tengah serta 1 (satu) orang masih dalam penyelidikan.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, ketiganya telah diperiksa secara intensif oleh Bid Propam Polda Lampung.

Menurut Kombes Zahwani, ketiga oknum tersebut kemungkinan akan terkena sanksi disiplin setelah melalui proses pemeriksaan dari Bid Propam Polda Lampung.

“Untuk sementara masih diproses oleh Bid Propam,” katanya. (*)

14,741 kali dilihat, 14,741 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Polda Lampung Angkat Bicara Soal Video “Tembakan-tembakan” di Acara Pesta

Published

on

Pistol

Lampung.co – Sebuah video yang merekam aksi sejumlah tembak senjata api ke udara pada pesta adat acara pernikahan yang diduga terjadi di Lampung viral di media sosial.

Di awal video, terlihat seorang pria memegang senjata laras panjang. Pria itu menggunakan jaket jenis hoodie dan bercelana jins. Tembakan beruntun senjata itu terlihat diarahkan ke arah atas.

Setelah rentetan suara tembakan terdengar, tampak anak-anak kecil yang berada di sekitar lokasi berebutan mengambil selongsong peluru yang berserakan di sekitar pria tersebut.

Lalu, seorang pria lainnya menembakkan senjatanya ke arah yang sama. Namun pria ini tampak memegang senjata jenis revolver. Dia tampak mengenakan jas dan sarung serta berpeci.

Kemudian seorang pria lainnya juga menyusul menembakkan senjata jenis revolver ke atas. Asap mesiu terlihat keluar dari moncong senjata.

Di bagian belakang, terlihat tenda pernikahan dan tampak keramaian layaknya sebuah pesta adat yang sedang berlangsung. Tak nampak terjadi keributan saat peristiwa penembakan berlangsung.

Dihimpun dari kumparanNEWS, dua pria yang membawa senjata api jenis pistol dikabarkan aparat keamanan yang bertugas di Lampung, sedang pria dengan laras panjang bertugas di Sumatera Selatan.

Baca juga: Gunakan Senjata Api Dalam Acara Adat, Tiga Aparat Terancam Sanksi

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, tim Bidang Propam dan Reskrim Polda Lampung sedang melakukan penyelidikan.

“Ini masih dalam penyelidikan dan mengumpulkan bahan-bahan keterangan di lapangan,” kata Kombes Pandra kepada wartawan, Rabu (18/9/2019) kemarin.

Menurut Pandra, informasi awal didapat kepolisian dari media sosial. Belum diketahui apa maksud pria-pria itu melakukan tembakan ke arah atas dalam pesta tersebut. (*)

26,465 kali dilihat, 26,465 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca