Prestasi Olahraga Lampung Terus Menurun, Ini Kata Alzier Soal Calon Ketum KONI

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampung menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) 2019 di Hotel Nusantara Syariah, Bandar Lampung, Jumat (12/7/2019).

Rapat yang dihelat sekali dalam setahun ini dihadiri seluruh unsur anggota KONI Provinsi yakni Cabang Olahraga (Cabor) dan KONI Kabupaten/Kota.

Dalam sambutan pembukaan Wakil Ketua II Alzier Dianis Thabranie menyinggung beberapa hal terkait pandangannya terhadap KONI Lampung kedepan. Salah satunya masalah kantor.

Menurutnya, KONI Provinsi Lampung harus memiliki kantor sendiri yang lebih baik dan bisa mengakomodir seluruh Cabor yang tergabung dalam anggota KONI.

“KONI harus memiliki kantor yang representatif supaya bagus agar dekat juga dengan Cabor,” kata dia.

Dengan begitu, kata dia, komunikasi dan koordinasi antara KONI dengan Cabor sebagai anggotanya akan lebih baik demi kemajuan olahraga di Provinsi Lampung.

Berkaitan dengan itu juga, Alzier mengatakan, dalam memilih Ketua Umum pengganti Ridho Ficardo yang habis masa jabatan pada bulan Agustus mendatang harus yang bertanggung jawab.

“Jangan asal milih jadi ketua umum, cari yang bertanggung jawab dan betul bisa melindungi Cabor. Jangan milih kepiting batu,” ujarnya.

Kepiting batu itu, Alzier kemudian berkelakar, matanya merah, jika dipegang menjepit, dimakan beracun.

Selain itu, pengurus KONI yang menjabat sejak Januari 2019 ini menyinggung soal uang pembinaan atlet dan biaya operasional masing-masing Cabor.

Alzier berujar, untuk meningkatkan prestasi olahraga Provinsi Lampung membutuhkan biaya operasional yang tidak sedikit. Menurut dia idealnya 200 juta per Cabor.

“200 juta pertahun untuk pembinaan, atau setidaknya 150 juta,” ucapnya.

Diketahui, prestasi bidang olahraga Provinsi Lampung dilihat dari hasil perolehan medali PON selalu menurun sejak PON XVII di Kalimantan Timur.

PON Kaltim, Provinsi Lampung berada di peringkat 8 (delapan), kemudian PON XVIII Riau turun ke urutan 10 dan terakhir PON XIX di Jawa Barat terlempar ke posisi 15 dari 34 Provinsi.

KONI mendapatkan alokasi anggaran Rp 55 miliar lebih pada tahun 2016 saat PON Jawa Barat dilangsungkan bukannya meningkatkan prestasi, justrus nyungsep jauh dari target 8 (delapan) besar.

Namun, bagi Ketua Umum KONI Ridho Ficardo hal itu terkesan bukan masalah yang berarti karena masih unggul dibanding Provinsi Sumatera Selatan yang menggelontorkan anggaran lebih besar. (doy)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer