Menu

Potret Kehidupan Nelayan di Pesisir Pantai Bandar Lampung

  Dibaca : 229 kali
Potret Kehidupan Nelayan di Pesisir Pantai Bandar Lampung
Potret kehidupan nelayan di Panjang Selatan, Bandar Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Menjejak langkah di Kampung Nelayan Rawa Laut Kelurahan Panjang Selatan, terhampar deretan rumah non permanen terbuat dari susunan bambu.

Berdiri tepat diatas tumpukan sampah bercampur pasir, jalan bambu bergoyang dijejak anak-anak yang sedang bermain didepan rumahnya.

Pak Bilal, salah satu nelayan yang masih bertahan diatas tanah “reklamasi” dengan bahan baku sampah dan pasir yang sudah mengeras.

Hidup bertiga bersama Istri dan Anaknya, sepanjang malam tak lelap tidur. Sampan kecilnya terombang-ambing buasnya gelombang laut.

Menggantungkan hidup dengan mencari cumi-cumi, Pak Bilal harus bertahan hidup serba keterbatasan tanpa kenal keluh.

Menggandalkan sampan tanpa mesin membuat lelahnya berlipat-lipat. Ia harus mengayuh sampan hingga berkilo-kilo meter.

“Ya, semalam dapat 2-4 kg cumi, kalau pas harga turun Cuma dapat 60 ribu rupiah, saya harus bawa bekal dan lainya,” terangnya saat ditemui relawan ACT Lampung.

Perjuangan Hidup Pak Bilal
Sebelum beralih profesi menjadi nelayan, Pak Bilal sempat puluhan tahun berkeliling menghibur warga melalui kesenian Kuda Lumping.

Ia didapuk menjadi tim akrobatik. Hampir setiap hari pundaknya diinjak sesama pemain. Demikian seutas kisah perjalanan hidupnya sebelum mamsuki dunia laut.

Saat ini kondisi tubuh Pak Bilal sudah tidak memungkinkan untuk bermain akrobatik lagi. Selain bertambah usia, Ia juga menderita sakit ditubuhnya.

Pekerjaan Nelayan menjadi satu-satunya yang bisa dijalani. Apalagi Ia dan keluarganya harus hidup diatas tanah “reklamasi” tersebut.

Ramadhan Berkah untuk Pak Bilal
Perjuangan hidup Pak Bilal masih terasa oleh ratusan nelayan yang bertahan di Kampung Rawa Laut. Melaut dengan sampan tanpa mesin membuat jangkauan sangat terbatas.

Hasil tangkapan tak maksimal. Perekonomian menjadi semakin terpuruk, akhirnya terjerat hutang yang menjadi keniscayaan demi keberlangsungan hidup.

Di Ramadhan tahun ini Pak Bilal dan ratusan nelayan di Kampung Rawa Laut sangat berharap bisa melaut dengan perahu mesin.

Untuk itu, ACT Lampung mengajak masyarakat menyalurkan donasi terbaik untuk mereka, kebahagiaan mereka merupakan amal ibadah yang tak berbatas. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional