Nah Loh? Prabowo – AHY Tidak Benar, Ini Kata PKS

Tim Redaksi

Lampung.co – Duet pada pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang Parbowo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) belum disetujui rekan rencana koalisi lainnya.

Hal tersebut disampaikan Presiden Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Muhammad Sohibul Iman. Sohibul mengatakan, PKS tidak membenarkan dukungan kepada AHY mendampingi Prabowo pada Pilpres 2019.

Sebab, menurutnya, sampai saat ini tidak pernah ada yang datang meminta dukungan PKS terkait hal tersebut. Bahkan, disampaikannya, sampai saat ini, belum aa yang datang ke PKS ihwal dukungan tersebut.

“Jika ada isu kita setuju dengan AHY itu dalam mimpi, karena belum ketemu saya, masak sudah menyetujui,” dilansir dari kompas.com.

Sohibul sendiri mengakui, sebelum AHY datang ke Prabowo 1,5 bulan lalu, Partai Demokrat datang ke PKS. Saat itu, Demokrat siap bekerjasama dengan PKS jika AHY menjadi wakil Prabowo.

Namun, PKS tak memberi tanggapan yang serius atas ajakan kerjasama tersebut dan mereka langsung menawarkan ke Prabowo dengan pola yang sama, yakni, Prabowo menjadi capres, AHY menjadi cawapres.

Kendati demikian, sampai dengan saat ini dari Prabowo diakuinya belum ada pembicaraan serius.

“Kemarin Pak Mujani mewakili Gerindra datang ke PKS. Dia menyampaikan apa yang disampaikan Prabowo kepada Syarif Hasan (Wakil Ketua Partai Demokrat). Pada dasarnya Prabowo tidak keberatan pada individu manapun termasuk AHY,” kata dia.

Dilanjutkannya, ada beberapa pernyataan Prabowo tentang tidak keberatan dirinya terhadap AHY. Yakni, pertama, AHY tidak terlalu junior untuk menjadi cawapres.

Kedua, Prabowo mengatakan dirinya sudah terikat pembicaraan yang dalam dengan PKS.

“Karena itu AHY diterima atau tidak mendampinginya, tergantung PKS,” sambung Sohibul.

Sejumlah partai, kata Sohibul, saat ini telah mendekat memberi dukungan atas sikap PKS berada di barisan oposisi dan mengusung Prabowo sebagai calon presiden, mengimbangi Joko Widodo.

Sejak awal, ditegaskan Sohibul, PKS ingin menghindari calon tunggal karena kecenderungan semua mendukung Jokowi, makanya akan ada hanya satu calon atau calon tunggal, itu tidak baik bagi demokrasi.

“PKS bahkan punya 9 (bakal) capres dan cawapres yang siap mengimbangi Jokowi,” tegasnya.

Saat ini, kata dia, selain Gerindra, partai lain seperti PKB, PAN, dan Demokrat, siap berada di barisan oposisi. Dengan adanya 5 partai, PKS mengusulkan ke Demokrat dan dua partai lainnya agar membelah menjadi dua poros.

Sohibul menjelaskan, yang paling realistis, 5 partai di luar pemerintah bisa membuat dua poros. Nantinya di putaran kedua, bisa bergabung menjadi satu poros.

“Yang jelas bukan barisan Istana,” tandasnya. (*/goy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer