fbpx
Connect with us

Lampung Tengah

Musa Ahmad Pimpin Rakor Perdana Di DPD II Golkar Lampung Tengah

Published

on

Golkar Lampung Tengah

Lampung.co – Plt. Ketua DPD II Golkar Lampung Tengah, yang telah ditunjuk langsung Ketua DPD I Golkar Lampung, untuk menahkodai Golkar Lamteng. Hal ini juga dilatarbelakangi Golkar tidak mau membuang waktu untuk meraih kemenangan dalam Pilgub Lampung. Pasalnya, pada (15/01/2018) Musa Ahmad memimpin rapat koordinasi (Rakor) perdanya untuk membahas pemenangan Arinal Djunaidi – Cusnunia Cahalim sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung. Rakor dihadiri oleh jajaran Fraksi, pengurus harian dan sayap partai serta Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Lamteng.

Rakor yang diperluas sampai tingakat kecamatan ini salah satu bentuk upaya untuk menjalankan Roda partai, dalam rakor perdananya ini swlain membahas terkait pemenangan, bersama para pengurus partai, juga membahas tentang, konsolidasi, rekonsikiasi dan refitalisasi ditubuh golkar Lamteng.

“Hari ini kawan-kawan menyepakati semua apa yang menjadi kewenangan kami selaku Plt, di Lamteng untuk menjalankan roda partai guna melakukam konsolidasi, rekonsiliasi dan refitalisasi semua disepakati oleh kawan kawan semua yang ada di lamteng ini,” ujar Musa Ahmad.

Pihaknya sangat oprimis bahwa Calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akan meraih kemenangan di Kabupaten Lampung Tengah karena jajaran DPD II Golkar Lamteng, mulai dari pwnguris harian, angota fraksi dan sayap partai serta PK sampai Pimpinan Desa sudah sangat solid untuk berjuang dalam Pilgub.

“Saya punya keyakinan, kita pasti menang, tekat kita satu yakni menang. Apalagi kawan-kawan semua mulai dari pengurus DPD dan PK serta Pimdes, saya yakin kalau kita terus berjuang bersama-sma, Golkar Lamteng akan menang di Pilgub Lampung, ” imbuhnya

Pihaknya menegaskan, jika dalam perjalanan masa kepemimpinanya di DPD II Golkar Lamteng, di temukan kader atau pengurus yang membelot atau berkhianat dan tidak melaksanakan perintah partai, maka pihaknya tidak segan segan untuk melakukan pemecatan. “Kalau ada kader yang membelot, kita akan lakukan pemecatan,” tegasnya.

Masuknya Kepala Daerah Lampung Tengah, dalam bursa pencalonan dalam Pilgub Lampung, bukan menjadi persoalan yang akut di tubuh Golkar Lampung Tengah. Pasalnya dalam kompetisi pesta demokrasi ini Golkar terus akan menerapkan cara berpolitik yang santun sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Saya pikir tidak ada persoalan, karena ini demokrasi kita berkompetisi dengan baik sepanjang kita berpegang dengan aturan yang ada, kita berharap kompetisi ini berjalan dengan sehat, dan semua masyarakat punya hak masing-masing untuk menentukan pemimpin di Lampung,” imbuhnya.

Musa Ahmad menegaskan, kedepan jika terdapay alat peraga kampanye yang sengaja di rusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, maka pihaknya akan mengambil jalur hukum, agar pesta demokrasi ini berjalan dengan baik, sesuai dengan aturan yang ada.”Kami akan melaporkan kepada pihak yang berwajib jiga terdapat Alat Peraga Kempanye yang di rusak,” tegas Musa.

Direncanakan, Calon Gubernur dan Wakil Gubermur Lampung, Arinal Djunaidi – Cusnunia Chalim akan melakukan deklari di Kanupaten Lampung Tengah dengan di hadiri 30 ribu masa. Deklari ini akan di hadiri oleh semua ketua umum partai koalsi, yakni Airlangga Hartarto, lalu Muhaimim Iskandar dan Zulkifli Hasan.

“Saya belum tau persis, karena ini baru wacana yang dilempar ke kita. Nanti akan ada rapat tersendiri kalau sudah fix akan kami umumkan, ” tandanya. (Rls)

 3,646 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Buntut Poliandri di Lampung, Suami Sah Tewas di Tangan Suami Siri

“Pelaku langsung menuju kamar RH dan mendobrak pintu kamar, terjadilah keributan di kamar, pelaku menusuk betis korban sebelah kiri menggunakan pisau,”

 65,601 kali dilihat,  14 kali dilihat hari ini

Published

on

Kasus Pembunuhan
Ilustrasi Kasus Pembunuhan | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang pria berinisial JR (41) yang merupakan suami sah RH (29) meninggal dunia usai dibacok HK (41) yang tak lain adalah suami sirih dari wanita itu juga yang melakukan poliandri alis memiliki suami dua atau lebih.

Peristiwa naas itu terjadi di Kampung Tanjung Ratu, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah pada Sabtu (1/10/2022) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari.

Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya mengatakan, kejadiaan itu berawal dari pelaku HK yang mendatangi rumah sekretaris kampung (WS) untuk memberi tahu bahwa istrinya menginapkan seorang laki-laki.

“Lalu WS (sekertaris kampung) menghubungi kepala kampung AS, kemudian mereka bertemu di Jalan dan langsung menuju rumah RH,” kata dia, Selasa (4/10/2022) kemarin.

Sesampainya di depan gerbang rumah RH, lanjut Doffie, gerbang rumah tersebut masih terkunci dari dalam. Kemudian, pelaku melompati pagar dan masuk ke dalam rumah yang tidak terkunci.

“Pelaku langsung menuju kamar RH dan mendobrak pintu kamar, terjadilah keributan di kamar, pelaku menusuk betis korban sebelah kiri menggunakan pisau,” ungkapnya.

Setelah itu, lanjut Doffie, WS dan AS masuk ke dalam rumah dan langsung menghubungi Kapolsek Selagai Lingga. Namun, pelaku HK sudah melarikan diri. Kemudian, anggota datang dan langsung membawa korban ke rumah bidan dengan kondisi berlumuran darah.

Namun, karena luka korban terlalu besar, bidan tersebut tidak dapat membantu. “Selanjutnya, korban dilarikan ke rumah sakit Handayani Kota Bumi Lampung Utara, saat tiba di rumah sakit nyawa korban sudah tidak tertolong,” ujarnya.

Saat ini pelaku sudah diamankan pihak kepolisian saat hendak melarikan diri ke ke pulau Jawa. Anggota juga mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone, uang tunai Rp 8,1 juta, satu lembar tiket penumpang, satu buah KTP dan empat buah ATM BRI.

“Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Lampung Tengah guna penyidikan lebih lanjut, pelaku dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandas Doffie. (*)

 65,602 kali dilihat,  15 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Kanit Provos Tembak Bhabinkamtibmas, Kapolsek Hilang Jabatan

Ali dimutasi menjadi Kasubagbagfaskon Baglog Polres Lampung Tengah. Sementara jabatan Kapolsek Way Pengubuan akan diisi Iptu Andi Meiriza Putra

 63,149 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Published

on

Zahwani Pandra Arsyad
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad | Foto: Ist.

Lampung.co – Buntut dari kasus polisi tembak polisi yang terjadi di Lampung Tengah, Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus mencopot Kapolsek Way Pengubuan, AKP Muhammad Ali Mansyur.

Pencopotan jabatan Kapolsek Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah tersebut tertuang dalam Surat Telegram nomor ST/709/IX/KEP/2022 tertanggal 5 September 2022.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan, keputusan itu merupakan bagian dari evaluasi kerja dan pembenahan organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Artinya, ini merupakan suatu bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan yang seharusnya bisa melakukan pengawasan terhadap anggota nya seperti yang tertuang dalam program prioritas Kapolri di point ke 14,” kata dia, Senin (5/9/2022) kemarin.

Ali dimutasi menjadi Kasubagbagfaskon Baglog Polres Lampung Tengah. Sementara jabatan Kapolsek Way Pengubuan akan diisi Iptu Andi Meiriza Putra, yang sebelumnya bertugas di Pama Polres Lampung Tengah.

Sementara itu, dalam kasus ini Aipda Rudy Suryanto telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap rekannya sesama personel Polsek Way Pengubuan Aipda Ahmad Karnain.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Aipda Rudy dijerat Pasal 338 KUHPidana dengan ancaman penjara 15 tahun. (*)

 63,150 kali dilihat,  7 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Kasus Polisi Tembak Polisi Kembali Terjadi, Dari Duren Tiga Lanjut ke Lampung

Aipda Ahmad Karnain ditemukan meregang nyawa diduga setelah ditembak Kanit Provos di Polsek Way Pengubuan, Aipda Rudi Suryanto di rumah korban

 21,385 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Published

on

Aipda Rudi Suryanto
Kanit Provos di Polsek Way Pengubuan, Aipda Rudi Suryanto diduga pelaku kasus penembakan Aipda Ahmad Karnain | Foto: Ist.

Lampung.co – Belum selesai kasus pembunuhan oleh Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di Kompleks Perumahan Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, kasus polisi tembak polisi kembali terjadi di Lampung.

Kali ini korbannya Lampung Tengah Bhabinkamtibmas Polsek Way Pengubuan, Lampung Tengah Aipda Ahmad Karnain (41) ditemukan tewas diduga usai ditembak oleh rekannya sesama anggota kepolisian.

Aipda Ahmad Karnain ditemukan meregang nyawa diduga setelah ditembak Kanit Provos di Polsek Way Pengubuan, Aipda Rudi Suryanto di rumah korban di Kawasan Jalan Merpati, Bandar Jaya Barat pada Minggu (8/9/2022) malam.

Dikutip dari laporan sindonews.com, peristiwa berawal saat korban yang sedang berada di rumahnya disatroni pelaku yang datang dengan membawa senjata api dan menembakan senjata api dinas miliknya ke arah korban hingga mengenai bagian dada bagian kiri.

Korban kemudian tersungkur jatuh ke lantai bersimbah darah dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh pihak keluarganya. Jasad korban langsung dibawa ke rumah sakit (RS) Bhayangkara, Rajabasa, Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan dan autopsi.

Sementara pelaku Aipda Rudi Suryanto sudah diamankan petugas unit Provos Polres Lampung Tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Petugas juga sudah mengamankan senjata api dinas milik pelaku yang digunakan untuk menembak korban.

Diberitakan sebelumnya, seorang anggota kepolisian yang berdinas di Kepolisian Sektor (Polsek) Way Pengubuan, Polres Lampung Tengah, tewas ditembak orang tidak dikenal, Minggu (4/9/2022) malam.

Personel kepolisian yang tewas tertembak tersebut diketahui bernama Ahmad Karnain. Dia ditembak di dekat rumahnya di Kawasan Jalan Merpati, Bandar Jaya Barat.

Anggota polisi yang berpangkat Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) itu berdinas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Putra Lempuyang, Way Pangubuan, Lampung Tengah.

Kapolsek Way Pengubuan, AKP Muhammad Ali Mansyur membenarkan peristiwa naas tersebut. Saat ini, jenazah Aipda Ahmad Karnain telah dibawa ke Rumah Sakit.

“Iya benar, sudah di rumah sakit,” kata dia. (*)

 21,386 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca