fbpx
Connect with us

Pesisir Barat

Arinal dan Nunik Janjikan Pelabuhan Internasional di Pesisir Barat

Published

on

Arinal Nunik

Lampung.co – Bakal Calon Gubernur (Balongub) Lampung Arinal Djunaidi – Chusnunia (Nunik) janjikan pembangunan pelabuhan international di Pesisir Barat, dan menjadikan destinasi wisata sebagai prioritas pembangunan, jika menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung kelak. Gayung bersambut dengan program Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina, dalam memajukan Pesisir Barat.

Arinal-Nunik tiba di Lapangan Kijang, Jukung, Pesisir Tengah, sekitar pukul 7.00, disambut yel yel lagu siapa yang punya, peserta Jalan Sehat, dipandu Mc dari atas Panggung.

“Wisata menjadi prioritas agar go interbational, dan saya akan bangun pelabuhan international, agar hasil bumi bisa di eksport, penghasilan ikan laut dan ikan unggulan meningkat, sehingga nelayan sejahtera,” kata Arinal, saat menyapa warga Pesisir Barat, dan melepas ribuan peserta jalan sehat berhadiah.

Menurut Arinal, pelabuhan international akan menjadi tempat sandar Kapal Kapal pesiar, yang melintasi Samudra Hindia, disekitar wilayah Pesisir Barat. Sehingga menjadikan motor pembangkit roda ekonomi, dan lapangan pekerjaan.

“Maka dukung kami, demi Lampung lebih baik, dan kemajuan Pesisir Barat,” katanya di acara jalan sehat berhadiah dan dihibur Dewi Persik, Tata Aghta, dan Dea D akademi 3, asal Punggur, Lampung Tengah. (Rls)

 8,089 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Bencana di Pesisir Barat: Tiga Orang Tertimbun Longsor, Jalinbar Putus

Ade Yorse dan Dina Maryana telah ditemukan meninggal dunia tertimbun bangunan, sementara anaknya saat ini masih dalam pencarian oleh masyarakat setempat.

 5,602 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Tanah longsor
Bencana tanah longsor di Pesisir Barat | Foto: Ist.

Lampung.co – Tingginya curah hujan yang terjadi sepanjang malam menyebabkan bencana tanah longsor di pekon/desa Tembakak Way Sindi, kecamatan Karya Penggawa, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Bencana longsor itu menimbun sebuah rumah beserta tiga orang penghuninya pada Minggu (13/11/2022). Pemilik rumah diketahui bernana Ade Yorse. Dia dan istrinya Dina Maryana serta anaknya Adelia Anjelita tertimbun dalam peristiwa naas tersebut.

Pasangan suami istri itu telah ditemukan meninggal dunia tertimbun bangunan, sementara anaknya saat ini masih dalam pencarian oleh masyarakat setempat.

“Setelah tim gabungan bersama masyarakat melakukan pencarian terhadap korban, kita menemukan korban dengan keadaan meninggal dunia tertimbun,” kata Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini.

Warga menemukan kedua korban dengan berusaha menggali reruntuhan rumah dengan peralatan seadanya, sebab seluruh bagian rumah milik Ade sudah tertimbun material longsor.

Saat ini warga masih berupaya mencari Adelia Anjelita yang hingga saat ini belum ditemukan dan diperkirakan masih berada di dalam rumah yang tertutup material longsor tersebut.

Jalan Lintas Barat Putus

Selain bencana longsor, hujan deras terjadi sejak Sabtu (12/11/2022) pukul 18.00 WIB hingga Minggu (13/11/2022) itu juga menyebabkan air sungai Way Laay meluap yang mengakibatkan ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar) amblas.

Hingga kini ini belum ada upaya yang dilakukan pihak terkait untuk menanggulangi Jalan yang amblas tersebut. Sementara antrian kendaraan roda empat diperkirakan sudah mencapai 3 kilometer.

Jembatan sungai Way Laay yang menjadi bagian ruas Jalinbar ini merupakan satu-satunya jalur penghubung antar Provinsi Lampung dan Bengkulu. Sehingga kemacetan parah yang terjadi karena tidak ada pilihan jalur alternatif. (*)

 5,603 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Dikeluarkan dari Sekolah, Siswi MAN 1 Krui Minggat dari Rumah

“Benar kita telah menerima laporan adanya orang hilang atas nama Julia Rahmawati yang berstatus masih pelajar kelas X di MAN 1 Krui,” kata Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini Dahlan

 4,483 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Published

on

Kabur dari rumah
Ilustrasi kabur dari rumah | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang mantan siswi Madrasyah Aliyah Negeri (MAN) 1 Krui, Julia Rahmawati yang dikeluarkan pihak sekolah karena melanggar kedisiplinan dikabarkan kabur dari rumahnya sejak Minggu (6/11/2022) lalu.

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Zaini Dahlan mendampingi Kapolres Lampung Barat AKBP Heri Sugeng Priyantho, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, mengetahui anaknya meninggalkan rumah, orang tua melapor ke Polsek Pesisir Tengah.

“Benar kita telah menerima laporan adanya orang hilang atas nama Julia Rahmawati yang berstatus masih pelajar kelas X di MAN 1 Krui,” kata dia.

Laporan tersebut tertuang dalam laporan polisi nomor : SKTL-OH/755/XI/2022/SPKT/SEK PETENG/RES LAMBAR/POLDA LPG, tanggal 9 November 2022 dengan pelapor atas nama Yuliani (52) warga Pasar Mulia Selatan.

Zaini menjelaskan, siswi yang hilang meninggalkan rumah tersebut berciri kulit putih langsat, tinggi 160 centimeter, rambut panjang. Kemudian mengenakan pakaian jaket berwarna hijau, celana jeans panjang warna hitam dan sepatu warna putih.

Berdasarkan keterangan dari ibu korban, lanjutnya, kejadian itu bermula pada Sabtu (5/11/2022) sekitar pukul 22.00 WIB, Julia pamit untuk tidur di kamarnya. Lalu, pada Minggu (6/11/2022) sekira pukul 01.00 WIB dini hari ayah korban mengecek kamar anaknya.

Namun ayah korban tidak menemukan Julia di dalam kamar dan mendapati pintu dapur sudah dalam keadaan terbuka. Kemudian, dia melakukan pencarian di seputaran pantai Kuala Stabas, namun tidak ditemukan.

“Lalu orang tua Julia Rahmawati berusaha mencari keberadaan anaknya dengan menghubungi teman-teman, serta kerabatnya, namun tidak ada yang mengetahui keberadaannya,” jelas Kapolsek.

MAN 1 Krui keluarkan 13 siswa

Diketahui, pihak sekolah MAN 1 Krui mengeluarkan ke 13 siswanya karena pelanggaran disiplin. Plt. Kepala sekolah MAN1 Krui Hifzon Kurnia mengatakan, para siswa-siswi tersebut dikeluarkan atau diarahkan mencari sekolah lain karena sudah banyak melakukan pelanggaran.

“Jadi kami dari pihak sekolah menggarahkan anak-anak yang melakukan pelangaran disiplin ini dengan jumlah poin pelangaran 100 poin (untuk pindah ke sekolah lain),” ujarnya.

Namun kata dia, sebelum jumlah poin siswa-siswi itu genap seratus, pihaknya sudah melakukan pembinaan dan memanggil orang tua murid tersebut.

Pelanggaran siswa

Terkait dikeluarkannya 13 siswa MAN 1 Krui, Hifzon Kurnia menjelaskan bahwa para siswa-siswi tersebut sudah banyak melakukan pelanggaran.

“Seperti satu orang siswa itu ketahuan merokok dan viral di media sosial (medsos), dua orang siswa lainya mabuk sampai mengakibatkan orang lain cidera,” ungkapnya.

Kemudian kata dia, baru-baru ini terjadi lagi video viral yang menunjukan tujuh siswi mabuk di tempat pariwisata Tanjung Setia. Lalu ada juga siswa melakukan percobaan pencurian. (*)

 4,484 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Akses Jalan Buruk, Warga Pesisir Barat Meninggal Saat Menuju Rumah Sakit

Dia meninggal dunia di tengah perjalanan menuju rumah sakit karena askse jalan rusak. Proses evakuasi jenazah korban, direkam warga.

 26,334 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Warga Pesisir Barat Meninggal di Jalan
Proses evakuasi warga Pesisir Barat yang meninggal di jalan | Foto: Ist.

Lampung.co – Buruknya akses jalan masih menghantui masyarakat yang tinggal di wilayah Wayharu, Kecamatan Kengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung.

Lantaran buruknya akses jalan membuat warga kesulitan untuk mengakses pelayanan kesehatan. Seperti yang dialami Rudiyanto (58) warga Pekon Siring Gading, Kecamatan Kengkunat.

Dia meninggal dunia di tengah perjalanan menuju rumah sakit karena askse jalan rusak. Proses evakuasi jenazah korban, direkam warga.

“Korban diduga menderita penyakit komplikasi akut, dia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit Pringsewu,” kata salah seorang warga dalam video yang beredar Selasa (23/8/2022) itu.

Akibat kejadian naas itu, warga berharap pemerintah Kabupaten Pesisir Barat memperbaiki akses jalan agar peristiwa yang memakan korban jiwa itu tidak terulang lagi.

“Kami berharap kepada pemerintah agar segera dibangunkan jalan yang layak agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali dikemudian hari,” ujarnya. (*)

 26,335 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca