Menu

Pilpres 2019 Prabowo Jadi King Maker: Siapa Untung, Siapa Rugi?

  Dibaca : 257 kali
Pilpres 2019 Prabowo Jadi King Maker: Siapa Untung, Siapa Rugi?
Prabowo Subianto | Foto: Ist.

Lampung.co – Pernyataan Prabowo Subianto beberapa hari lalu tentang siap menjadi King Maker pada Pilpres 2019 jika ada calon lain yang dianggap lebih baik memunculkan wacana duet perseteru Pilkada DKI Jakarta.

Ya, nama Gubernur DKI Jakarta terpilih dan terlantik Anies Baswedan mencuat disandingkan dengan lawan politiknya di Pilgub DKI yang sama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Saat ini, duet Anies dan AHY untuk Pilpres 2019 mendatang kini terus mencuat dan terus ramai diperbincangkan. Jika benar Prabowo menjadi King Maker untuk keduanya, siapa yang mengeruk keuntungan dan siapa yang merugi?

Menanggapi hal tersebut, Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyatakan akan ada tiga kerugian bagi Prabowo yang mengurungkan niat maju sebagai Capres pada Pilpres 2019 mendatang.

Terlebih, jika Ketua Umum Partai Gerindra itu memilih memberikan tiketnya kepada orang lain yang berada di luar partainya.

Tentunya, kata dia, kerugian paling besar yang akan dialami adalah dengan tidak majunya Prabowo bisa menjadi sebuah pengakuan dari kubu Gerindra bahwa memang Jokowi layak dua periode.

Hendri juga menjelaskan, dari banyaknya jajak pendapat yang dilakukan lembaga survei, lawan terberat Jokowi di Pilpres 2019 sampai saat ini adalah Prabowo.

Meski, sampai dengan saat ini memang masih ada perbedaan dalam angka elektabilitas.

“Tetapi Disparitas Prabowo dengan calon lain di bawahnya jauh juga. Misal ada nama Rizal Ramli, Anies, Gatot Nurmantyo, itu bedanya sekitar 20 persen juga,” tutur Hendri dilansir dari Jawapost.com, Minggu (29/07/2018)

Karena itu, Hendri menilai, jika Prabowo menjadi king maker dan mendukung calon lain justru menjadi kerugian bagi pihak Prabowo dan Gerindra. Terlebih, jika memang benar, Anies dan AHY diajukan.

Jika hal tersebut dipaksakan, menurut Hendri kerugian lainnya yang akan didapat adalah Gerindra dan sekutunya tidak akan mendapat efek elektoral untuk mendongkrak suara partainya di pemilu legislatgif mendatang.

Bahkan, Hendri menegaskan pernyataanya, bahwa Anies tidak membawa efek elektoral apa-apa ke Gerindra. Anies, kata dia, sangat sulit dipersepsikan Gerindra. Ini dibuktikan di Pilkada Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Setengah mati Prabowo membuktikan Sudirman Said, dan Sudrajat sebagai orang yang dia dukung. Karena coattail effek Gerindra itu ya ada di Prabowo,” kata dia.

“Orang mau disuruh milih Prabowo, tapi yang lain belum tentu. Walaupun Prabowo meminta masyarakat pilih orang yang dijagokan dia,” tambahnya.

Selain itu, kerugian lain yang didapatkan Prabowo jika Anies dipaksakan maju sebagai capres dan dipasangkan dengan AHY adalah Gerindra akan dicap sebagai perusak pembangunan di Jakarta.

Terlebih, berulang kali Anies sudah menyatakan komitmennya yang akan menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur selama lima tahun di Jakarta.

Terakhir, berbicara siapa yang akan diuntungkan jika Prabowo menjadi king maker dan menyerahkan tiketnya ke Anies – AHY adalah Partai Demokrat.

Justru, kata dia, yang akan mendapatkan efek elektoral dari majunya AHY adalah Demokrat.

“Saya yakin SBY tidak menghitung kemenangan AHY di Pilpres kali ini. Tapi yang dia hitung adalah kemenangan AHY di 2024 atau bahkan 2029,” tutupnya. (*/goy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional