Connect with us

Berita

Piaggio Hadir di Lampung, Ada Penawaran Eksklusif Selama Periode Pembukaan Diler

Published

on

Motor Piaggio
Motor Piaggio | Foto: Ist.

Lampung.co – Di pertengahan kuartal ke-3 tahun 2020 ini, PT Piaggio Indonesia, berkolaborasi dengan PT Sinar Inti Harapan, memperluas kehadirannya di Pulau Sumatera dengan meresmikan diler baru di Bandar Lampung.

Ini merupakan diler kedua dari PT Sinar Inti Harapan sejak pertama kali berkolaborasi di tahun 2018 guna memberikan solusi mobilitas premium melalui produk Piaggio dan Vespa serta memberikan standar layanan terbaik demi mewujudkan pengalaman berkendara premium khas Italia bagi para pelanggan di Bandar Lampung

“Kami menyadari bahwa Lampung, sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, merupakan kawasan yang memiliki potensi pertumbuhan yang sangat kuat dalam jangka panjang,” kata Marco Noto La Diega, President Director PT Piaggio Indonesia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co.

Piaggio Indonesia melihat potensi Lampung sebagai pasar yang menjanjikan untuk mengembangkan bisnis. Dan saat ini, lanjut Marco, adalah waktu yang tepat untuk dapat hadir melalui pembukaan diler baru di kawasan tersebut dengan menyediakan standar layanan berkualitas premium khas Italia.

Keberadaan diler baru di Bandar Lampung yang merupakan hasil kolaborasi dengan PT Sinar Inti Harapan ini menunjukkan komitmen kami untuk terus menyediakan kualitas dan pengalaman premium bagi konsumen kami, sekaligus memperkuat jaringan PT Piaggio Indonesia di Pulau Sumatera,” ujarnya.

Fasilitas diler baru ini, kata dia, dibangun dengan luas keseluruhan 400 meter persegi termasuk area showroom dan bengkel, mengusung konsep Motoplex yang memiliki layanan 3S (Sales, Service, Spare Parts). Konsep Motoplex ini memungkinkan para pelanggan untuk menikmati pengalaman premium dari PT Piaggio Indonesia, termasuk suku cadang asli dan rangkaian aksesoris bergaya untuk sentuhan personalisasi pada skuter Piaggio dan Vespa yang mereka cintai.

Berlokasi strategis di Jl. Teuku Umar, Bandar Lampung, diler ini terhubung langsung dengan area komersial dan kawasan perumahan yang mudah dijangkau sehingga pelanggan di Bandar Lampung dan sekitarnya dapat mewujudkan keinginan mereka untuk menikmati pengalaman berkendara roda dua premium ala Italia.

“Pembukaan diler baru di Bandar Lampung ini merupakan perwujudan dari Strategi Premium PT Piaggio Indonesia untuk terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dan pengalaman berkendara premium ala Italia melalui produk unggulan, diler bernuansa unik, suku cadang asli, dan aksesoris penuh gaya,” jelas Marco.

Direktur PT Sinar Inti Harapan, Joenadi Purnama Sidik mengungkapkan, pihaknya bangga menjadi bagian dari keluarga Piaggio dan Vespa sejak tahun 2018 melalui diler sebelumnya di daerah Serang, Banten dan sekarang melanjutkan kerja sama dengan membuka diler kedua di Lampung.

“Dengan konsep Motoplex dealer 3S, kami terus berkomitmen untuk menawarkan solusi mobilitas dengan standar layanan berkualitas serta pengalaman premium ala Italia kepada calon konsumen kami. Kami sangat yakin pertumbuhan merek Piaggio dan Vespa yang semakin kuat terutama melalui kehadiran diler baru kami di Bandar Lampung,” demikian Joenadi.

Diketahui, sebagai apresiasi bagi pecinta Piaggio dan Vespa di Bandar Lampung, PT Piaggio Indonesia dan PT Sinar Inti Harapan memberikan penawaran eksklusif untuk setiap pembelian unit Piaggio atau Vespa senilai sampai dengan Rp12.500.000 selama periode pembukaan diler sampai tanggal 31 Agustus 2020.

Bagi 100 pelanggan pertama dengan model Piaggio atau Vespa tahun 2011 ke atas dapat menikmati penawaran eksklusif untuk layanan service, suku cadang asli, dan penggantian oli mesin yang berlaku dari tanggal 1-30 September 2020.

Pembukaan diler baru di Bandar Lampung ini merupakan perwujudan dari Strategi Premium PT Piaggio Indonesia untuk terus berkomitmen memberikan layanan terbaik dan pengalaman berkendara premium ala Italia melalui produk unggulan, diler bernuansa unik, suku cadang asli, dan aksesoris penuh gaya. (*)

 275,451 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Berita

PBHI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Aktivis HAM di Taman Sari

Published

on

PBHI Lampung

Lampung.co – Perhimpunan Bantuan Hukum & Hak Asasi Manusia (PBHI) Provinsi Lampung mengecam aksi kekerasan dan penyerangan terhadap pembela HAM yang terjadi Taman Sari Kota Bandung pada Kamis, 11 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Ketua Badan pengurus wilayah PBHI Provinsi Lampung, Aswan Abdulracman. Menurutnya, tindakan para oknum tersebut sangat tidak dibenarkan baik secara hukum maupun etika manapun.

“Bahkan sampai diduga melukai orang lain yang tengah memperjuangkan nasib masyarakat yang tengah mencari keadilan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Jumat (12/02/2021) kemarin.

“Kita mengecam keras tindakan oknum-oknum ataupun kelompok yang tidak manusiawi tersebut, ini harus diungkap secara tegas oleh aparat penegakan hukum, pun pada pemerintah agar menunjukan komitmen tentang penegakan HAM di negari ini,” tegasnya.

Aswan menjelaskan, pada hari Kamis, 11 Februari 2021 paralegal perempuan PBHI Jawa Barat, Deti menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal saat melakukan advokasi dan pendampingan terhadap korban penggusuran di Taman Sari Kota Bandung.

Pada awalnya sekelompok orang tersebut datang dengan maksud melakukan kerja bakti, namun pada siang hari mereka membawa parang, linggis, tongkat dan lembaran seng dan menghancurkan tempat tinggal dan kebun warga Taman Sari yang bertahan.

Penyerangan dilakukan terhadap korban dengan mendorong, mencakar, menarik, menendang, menjambak rambutnya dan menghantamkan kepala Deti ke dinding hingga mengalami pendarahan dan robek di bagian kepala.

“Korban pun harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk menghentikan pendarahan hingga harus mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya,” jelas Aswan.

Tidak hanya kekerasan fisik, sekelompok orang juga melakukan kekerasan verbal kepada beberapa perempuan korban penggusuran dan jaringan yang turut melakukan pendampingan terhadap warga Taman Sari.

“Bahkan setelah selesai pun sekelompok orang tersebut masih melontarkan ancaman penyiksaan terhadap warga dan pembela HAM yang melakukan pendampingan,” tandasnya. (*)

 58,405 kali dilihat,  914 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Jaga Keseimbangan Lingkungan, Mitra Bentala Dampingi Nelayan Pencari Rajungan

Published

on

Rizani Ahmad
Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani Ahmad | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Mitra Bentala Keluarga Peduli Lingkungan lakukan pendampingan kelompok nelayan pencari rajungan di beberapa daerah di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilakukan Lembaga yang berdiri sejak 1995 itu bertujuan untuk memberikan dedikasi kepada nelayan dalam melakukan kegiatan penangkapan rajungan agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Demikian dikatakan Rizani Ahmad Selaku Direktur Eksekutif Mitra Bentala saat ditemui Lampung.co di kantornya di Jalan Sejahtera Sumberejo Sejahtera, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 3 (tiga) wilayah penghasil rajungan terbesar di Indonesia. “Penting mendampingi kelompok nelayan agar penangkapannya lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Rizani menjelaskan, kegiatan pendampingan kelompok nelayan rajungan sudah berjalan hampir 2 (dua) tahun. “Kegiatan pendampingan meliputi pemilihan ukuran rajungan sampai memilih kelayakan rajungan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan Mitra Bentala lebih focus ke penanganan daerah pesisir laut, karena daerah tersebut berpotensi gelombang air laut yang tinggi sering terjadi banjir dan tanah longsor.

“Diantara kegiatannya yakni perlindungan mangrove di daerah pesisir, dengan mengupayakan untuk melakukan perbaikan hutan mangrove dan penanaman kembali hutan mangroveyang rusak,” beber Rizani. (Evi/Mgg)

 119,972 kali dilihat,  914 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

DAMAR: Polda Lampung Tak Serius Tangani Kasus Asusila

Published

on

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila terhadap penyandang disabilitas berinisial MGO (18) oleh HR (75) pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

Konferensi pers tersebut digelar bersama Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rio & Peni and Partner, Yulia Yuaniar, SH dan Rekan, juga Lembaga Advokasi Anak (LADA) di kantor DAMAR, Jalan MH Thamrin No.14/42, Gotong Royong, Bandar Lampung.

Penanganan kasus oleh Polda Lampung yang telah bergulir sejak Oktober 2020 itu, hingga saat ini belum ada hasil yang signifikan. “Sampai hari ini (21 Januari 2021) Polda Lampung belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku HR,” kata Kuasa Hukum DAMAR, Peni Wahyudi, S.H.

Peni mengaku pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Polda Lampung, namun tidak mendapatkan respon positif. “Ketika ditemui, pihak Polda selalu menjawab; akan dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

Sementara korban beserta keluarga yang merupakan warga Kabupaten Way Kanan itu sudah 3,5 bulan tinggal di Rumah perlindungan centre Dinas Sosial Provinsi Lampung karena sarat dengan intimidasi dari pihak pelaku.

“Polda tidak serius menangani kasus ini, padahal menyangkut nasib seseorang,” tegas Peni. Oleh karena itu, pihaknya meminta Polda agar lebih bijak dalam menangani kasus asusila ini. (Evi/Mgg)

 123,176 kali dilihat,  923 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca