Menu

Perkuat Pengawasan, BBPOM Bandar Lampung MoU dengan empat Perguruan Tinggi

  Dibaca : 79 kali
Perkuat Pengawasan, BBPOM Bandar Lampung MoU dengan empat Perguruan Tinggi
Acara penanda tanganan MoU BBPOM Bandar Lampung dengan empat Perguruan Tinggi | Foto: Ist.

Lampung.co – Tantangan pengawasan obat dan makanan kian hari makin beragam seiring berkembangnya teknologi informasi dan jalur distribusi pasar yang melebar akibat perdagangan bebas.

Potensi kejahatan kemanusiaan di bidang obat dan makanan sangat rentan terjadi, terlebih di Indonesia yang cakupan wilayahnya sangat luas.

Melihat hal ini diperlukan sebuah sinergi dan kolaborasi dari semua pihak untuk memperkuat sistem pengawasan obat dan makanan di Indonesia, tak terkecuali Perguruan Tinggi.

Oleh karena itu, Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Lampung bersama empat Perguruan Tinggi yang ada di Lampung berkomitmen meningkatkan pengawasan obat dan makanan.

Komitmen itu dikukuhkan dalam sebuah nota perjanjian (Memorandum of Understanding) yang dilakukan BBPOM dengan empat Perguruan Tinggi (PT) di Lampung.

Antara lain Universitas Lampung (Unila), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Tulang Bawang (TUB) Lampung, dan Universitas Mitra (Umitra) Lampung.

Penandatanganan nota kesepahaman itu dilakukan oleh Kepala Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan Syamsuliani dengan Rektor keempat PT tersebut di Aula Fakultas Pertanian, Rabu (5/12/2018).

Syamsuliani mengatakan, Nota kesepahaman bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan sinergi pengawasan obat dan makanan di seluruh wilayah Lampung.

“Yang pada akhirnya akan meningkatkan efektivitas sesuai fungsi dan kewenangan masing masing lembaga,” ujarnya.

Selain itu, kata Syamsuliani, kerja sama ini didasari kesadaran bahwa pengawasan obat dan makanan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu mendapat perhatian utama.

“Kami tidak akan bisa bekerja sendiri karena globalisasi, penyelundupan produk ilegal, koordinasi lintas satker, dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan yang sangat besar bagi BBPOM,” kata dia.

“Untuk itu kami harus mengembangkan kerja sama,” imbuhnya.

Rektor Unila Prof. Hasriadi menyampaikan, di era industri 4.0 ini semua pihak harus bekerja sama membangun sumber daya manusia, terutama di bidang pengawasan obat dan makanan.

Unila dengan berbagai prodi yang bergerak di bidang kesehatan juga akan membangun gedung pusat riset yang rencananya dibangun awal 2020 mendatang.

“Ini latar belakang kita membangun kerja sama supaya dapat meningkatkan kompetensi dan inovasi-inovasi yang berhubungan dengan obat dan makanan,” pungkasnya.

Diketahui, pada acara ini turut dihadiri perwakilan mahasiswa Unila, Itera, UTB, dan Umitra Lampung. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional