Menu

Pengabdian Masyarakat, Dosen Itera Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah

  Dibaca : 101 kali
Pengabdian Masyarakat, Dosen Itera Gelar Pelatihan Pengelolaan Sampah
Dosen dari Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar pelatihan pengelolaan sampah di Ponpes Daarut Taqwa Way Huwi | Foto: Ist.

Lampung.co – Dosen dari Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyelenggarakan pengabdian masyarakat di Ponpes Daarut Taqwa Way Huwi, Lampung Selatan, Jumat (14/9/2018).

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pelatihan dan praktik langsung tersebut diikuti oleh 40 orang yang terdiri dari santri Ponpes Daarut Taqwa dan masyarakat sekitar.

Ketua pelaksana kegiatan, Rinda Gusvita mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk paradigma baru dalam diri peserta dalam memandang sampah.

Pelatihan dan praktik ini, menurutnya, bertujuan untuk menciptakan pola hidup masyarakat yang sadar terhadap kebersihan dan kesehatan serta keseimbangan lingkungan hidup.

“Peserta diberi pemahaman bahwa membuang sampah pada tempatnya bukan lagi solusi jika tanpa dilakukan pengelolaan dari rumah,” kata Rinda.

Penekanan diberikan sebagai upaya mengubah paradigma masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan mereduksi penggunaan sampah anorganik, serta mengolah sampah organik sehingga mempunyai nilai tambah.

“Sampah organik adalah komposisi terbanyak dari sampah yang dihasilkan dalam rumah tangga. Jadi dengan melakukan pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah, harapannya bisa menekan penumpukan sampah dan masalah di TPA,” jelasnya.

Rinda menerangkan, peserta kegiatan ini diajarkan keterampilan mengolah sampah organik menjadi kompos dengan metode keranjang takakura dan Lubang Resapan Biopori (LRB).

Selain mengurangi volume sampah, pengolahan sampah organik dengan cara ini dapat menghasilkan kompos dan membuat lubang-lubang resapan biopori yang berfungsi memperbaiki struktur tanah sekaligus sebagai resapan air.

Dia berharap, setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini, seluruh peserta kedepannya dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam keseharian mereka.

“Lebih dari itu para santri dapat membawa kebiasaan baru jika pulang ke rumahnya masing-masing sehingga akan terbentuk kelompok-kelompok baru di masyarakat yang semakin sadar dan peduli terhadap kondisi lingkungannya,” pungkas Rinda. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional