fbpx
Connect with us

Pendidikan

MPR RI Sosialisasi Empat Pilar Kepada Mahasiswa di Lampung

Published

on

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan

Lampung.co – Berstatus sebagai Ketua Pelaksana Sosialisasi Empat Pilar dengan metode Pendidikan Kebangsaan/Bela Negara, Kepala Biro Persidangan Setjen MPR RI Tugiyana memberikan apresiasi kepada 19 perguruan tinggi di Lampung yang telah memberi dukungan dalam sosialisasi Empat Pilar MPR yang digelar  6-9 Oktober 2017.

Dia menuturkan acara sosialisasi dengan peserta para resimen mahasiswa (Menwa) ini adalah kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya di Jakarta. “Sosialisasi dengan metoda bela negara, Lampung ini, daerah kedua setelah Jakarta,” sebut dia seperti dikutip dari tempo.co.

Acara yang diselenggarakan di Kota Bandar Lampung tersebut diikuti 100 Menwa dari 19 perguruan tinggi se-Lampung.

Sosialisasi dilakukan dengan metoda menggabungkan kegiatan pemberian pengetahuan tentang Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, dipadukan dengan permainan agar rileks, sehingga Empat Pilar mudah dipahami.

“Dari metoda ini akan membuat pemahaman Menwa (Resimen Mahasiswa) mengenai wawasan kebangsaan menjadi luas,” tambah dia.

Lebih jauh dikatakan, kelak para Menwa seusai mengikuti acara tersebut akan menjadi perekat bangsa serta dapat menjadi generasi muda yang berjiwa berintegritas, nasionalisme, dan patriotik.

Metoda ini disebut sebagai wujud langkah konkrit pengembangan sosialisasi sehingga dapat dipahami seluruh generasi muda. Kepada peserta, Tugiyana berpesan supaya memanfaatkan betul para dari anggota MPR. “Ajak mereka dialog dan berinteraksi mengenai wawasan kebangsaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Harun Al Rasyid juga mengungkapkan komentarnya.

“Melalui kegiatan ini kita dapat membangun kesamaan visi melalui pengembangan alur budaya, kesamaan Empat Pilar Kebangsaan, sehingga seluruh komponen termasuk didalamnya mahasiswa merasa bertanggung jawab atas kemajuan pembangunan nasional, terkhusus daerah Provinsi Lampung,” ungkap dia pada sosialisasi Empat Pilar Metode Pendidikan kebangsaan/Bela Negara di lingkungan Resimen Mahasiswa (Menwa) se-Provinsi Lampung, di Swiss Belhotel Bandar Lampung, Jumat (6/10/2017) seperti dikutip dari lampungpro.com.

Acara tersebut dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sosialisasi diselenggarakan 6-9 Oktober, diisi pemateri dari para perwakilan MPR RI. Di antaranya adalah Pimpinan Fraksi PKB MPR RI Abdul Kadir Karding, Pimpinan Fraksi Nasdem MPR RI Bachtiar Ali, Partai Kelompok DPD di MPR RI Abdurrahman Abubakar Bahmid, dan Pimpinan Fraksi Partai Golkar MPR RI Hardisoesilo. (Erwin/tempo.co/lampungpro.com)

 3,796 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Hari Guru Nasional 2022, Google Ajak Guru Berbagi Ide dan Tips Mengajar

“Konten video yang dikirimkan para guru, akan diseleksi dan diunggah ke website serta YouTube sehingga dapat ditonton seluruh pengajar di Indonesia maupun dunia,” demikian bunyi keterangan resmi google

 17,357 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Published

on

Lesson Library
Ilustrasi Lesson Library | Foto: Ist.

Lampung.co – Memeriahkan perayaan Hari Guru Nasional 2022 yang diperingati pada 25 November, Google for Education mengajak seluruh pengajar di Indonesia untuk berpartisipasi mengirimkan konten video yang akan ditayangkan di Lesson Library, sebuah platform yang berisi koleksi video tips mengajar yang dibuat oleh guru, untuk guru.

Melalui Lesson Library, pengajar di seluruh Indonesia bisa saling berbagi ide dan tips terkait penggunaan teknologi Google Workspace for Education untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar-mengajar serta memudahkan administrasi sekolah.

“Konten video yang dikirimkan para guru, akan diseleksi dan diunggah ke website serta YouTube sehingga dapat ditonton seluruh pengajar di Indonesia maupun dunia,” demikian bunyi keterangan resmi google yang diterima Lampung.co, Kamis (24/11/2022) kemarin.

Untuk para pengajar Indonesia, inilah saatnya bagi Anda untuk bersinar. Bagikan ide Anda dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Siapkan ide konten untuk diajukan. Kunjungi form pendaftaran di sini.
  2. Buat slides yang akan Anda gunakan dalam video, dan ajukan slides untuk diperiksa di tahap seleksi pertama.
  3. Apabila slides telah disetujui, rekam video Anda dan kumpulkan videonya melalui form untuk pemeriksaan tahap kedua.
  4. Setelah seluruh proses dilalui dan disetujui oleh Google, video Anda akan segera di upload ke website Lesson Library.
  5. Untuk informasi lebih detail mengenai Lesson Library dan panduan pengajuan konten, klik link berikut.

Lesson Library diharapkan dapat menjadi penghubung antara guru-guru di Indonesia agar dapat saling memberikan inspirasi dan motivasi untuk membuat pembelajaran jadi lebih hidup.

Google mengajak seluruh pengajar di Indonesia untuk menunjukkan semangat Hari Guru Nasional tahun ini dengan berpartisipasi mengirimkan slides dan video mereka ke Lesson Library, yang akan diluncurkan pada tahun 2023. (*)

 17,358 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Jauharoh: Manfaatkan Teknologi untuk Pengawasan Anak

Mengawasi anak tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ketika dirumah saja. Namun pengawasan juga bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

 20,064 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini

Published

on

Jauharoh Haddad
Anggota DPRD Provinsi Lampung Jauharoh Haddad | Foto: Ist.

Lampung.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta orang tua ikut mengantisipasi kenakalan anak seperti aksi tawuran, serta mengawasi anak nya masing-masing saat keluar rumah hingga larut malam.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Haddad mengatakan, mengawasi anak tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ketika dirumah saja. Namun pengawasan juga bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Hal itu diungkapkannya dalam acara talkshow DPRD Lampung bersama dengan Disdikbud Provinsi Lampung di aula Disdikbud Lampung, Rabu (28/9/2022).

“Orang tua bisa maksimal mengawasi anak-anak nya juga bisa lewat telepon. Jadi bisa dimana pun dan kapan pun. Jangan cuek-cuek dengan anak,” kata Jauharoh.

Ia juga menjelaskan, ketika berada di lingkungan sekolah maka para guru akan menjadi tauladan semua siswa. Guru dan juga tenaga pendidik diminta untuk memberikan contoh yang baik kepada siswa.

“Tapi utamanya adalah orang tua, tawuran bisa dihindari jika orang tua ikut penduli. Jadi jangan cuek dengan anak-anak,” lanjutnya. (*)

 20,065 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Dewan ‘Cium’ Aroma Kecurangan Pada PPDB Jalur Zonasi, Benarkah?

“Riak-riak di tengah masyarakat tentu ada yang bilang bahwa PPDB jalur zonasi sering terjadi kecurangan,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Lampung itu.

 5,732 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Published

on

Mikdar Ilyas
Anggota DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Lampung.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung untuk terus melakukan evaluasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan jalur zonasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, saat talkshow DPRD Lampung bersama dengan Disdikbud Provinsi Lampung yang berlangsung di aula Disdikbud, Rabu (28/9/2022).

Mikdar menjelaskan, evaluasi yang dilakukan secara berkala tersebut sangat penting. Mengingat banyak orang tua siswa yang mengeluh jika dalam pelaksanaan PPDB terutama jalur zonasi kerap kali ditemukan adanya indikasi kecurangan.

“Riak-riak di tengah masyarakat tentu ada yang bilang bahwa PPDB jalur zonasi sering terjadi kecurangan. Maka dalam praktek nya harus diawasi agar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Jika peraturan yang sudah di ikuti, tentu nya tidak akan terjadi kecurangan,” kata Mikdar.

Politisi Partai Gerindra tersebut bahkan memberikan saran agar syarat administrasi dalam pelaksanaan PPDB jalur zonasi dapat ditambah. Hal tersebut bertujuan untuk lebih memastikan bahwa tidak ada kecurangan dalam praktiknya.

“Memang yang rawan terjadi kecurangan itu di Kartu Keluarga (KK) yang tiba-tiba ada anggota keluarga baru. Mungkin bisa ditambah akte kelahiran juga, sehingga ini akan lebih memastikan dan memperkuat tidak adanya kecurangan,” ujarnya. (*)

 5,733 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca