fbpx
Connect with us

Pendidikan

Kunjungi Perpusda Lampung, Anak-Anak TK Ini Aktraktif

Published

on

TK Islam Az Zahra

Lampung.co – ​Sebanyak 282 siswa-siswi PG & TK Islam Az Zahra Bandar Lampung berkunjung ke Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusda) Lampung. Kunjungan tersebut dibagi menjadi dua hari yaitu pada hari Rabu dan Kamis (22-23/11/2017).

Hari pertama merupakan jadwal kunjungan bagi siswa – siswi dari kelas TK-B dan kelas Playgroup A dengan berseragam kaos olahraga orange. Terlihat, semua siswa sangat senang dan bahagia, melaksanakan program kegiatan outrdoor study ini.

Kedatangan siswa-siswi TK Islam Az Zahra disambut langsung oleh Kepala Dinas Perpusda Lampung Herlina Warganegara. Beliau sangat senang atas kunjungan tersebut, dan langsung mengarahkan siswa-siswi memasuki ruang baca.

Dalam kunjungan ini siswa didampingi oleh wali kelas masing-masing, di Perpustakaan semua siswa diajak untuk membaca buku, kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep perpustakaan dan mengenal berbagai macam buku. Selain membaca buku, siswa-siswi juga diajak menonton kartun anak diruang audio visual (bioskop mini).

Sanimah S.Pd.I selaku kepala sekolah mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan sangat positif dan baik bagi seluruh siswa-siswi TK, dengan harapan turut mengembangkan dan meningkatkan upaya minat baca anak-anak. Semua siswa sangat aktif dan bergembira ria.

Bapak Alson salah satu perwakilan perpustakaan Lampung mengatakan, menerima dengan senang hati kunjungan ini dan diharapakan menjadi upaya pengenalan siswa-siswi kegiatan membaca ini sehingga memupuk rasa gemar membaca sejak dini.

Kami ucapkan terimakasih kepada anak-anak dari TK Islam Az Zahra yang telah berkunjung ke perpusatakaan Lampung, ia juga menyampaikan bahwa anak-anak nantinya diluar jam sekolah boleh jika ingin membaca lagi dengan diampingi oleh orangtuanya, ujar Bapak Alson.

Selanjutnya dihari kedua giliran siswa dari TK-A dan Playgroup B. Hampir sama dengan aktifitas kegiatan dihari pertama, namun dihari kedua ini disela-sela kegiatan membacanya anak-anak diminta untuk unjuk kebolehan bernyanyi kedepan.

Alhasil, ketika ditanya siapa yang berani maju kedepan, wah ternyata hampir semua siswa mengangkat tangannya sambil berteriak “aku… aku… aku…” akhirnya anak-anak maju ke depan untuk bernyanyi dihadapan para anggota tim perpustakaan.

Tidak hanya bernyanyi, anak-anak juga diminta untuk membacakan hafalan surat pilihan. Aktifitas tersebut pun langsung disambut dengan sorak soray dan tepuk tangan meriah sebagai bentuk apresiasi keberanian mereka. Acara ditutup dengan makan bersama. (Rls)

 2,699 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Berita

Hari Guru Nasional 2022, Google Ajak Guru Berbagi Ide dan Tips Mengajar

“Konten video yang dikirimkan para guru, akan diseleksi dan diunggah ke website serta YouTube sehingga dapat ditonton seluruh pengajar di Indonesia maupun dunia,” demikian bunyi keterangan resmi google

 17,348 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Published

on

Lesson Library
Ilustrasi Lesson Library | Foto: Ist.

Lampung.co – Memeriahkan perayaan Hari Guru Nasional 2022 yang diperingati pada 25 November, Google for Education mengajak seluruh pengajar di Indonesia untuk berpartisipasi mengirimkan konten video yang akan ditayangkan di Lesson Library, sebuah platform yang berisi koleksi video tips mengajar yang dibuat oleh guru, untuk guru.

Melalui Lesson Library, pengajar di seluruh Indonesia bisa saling berbagi ide dan tips terkait penggunaan teknologi Google Workspace for Education untuk meningkatkan kualitas kegiatan belajar-mengajar serta memudahkan administrasi sekolah.

“Konten video yang dikirimkan para guru, akan diseleksi dan diunggah ke website serta YouTube sehingga dapat ditonton seluruh pengajar di Indonesia maupun dunia,” demikian bunyi keterangan resmi google yang diterima Lampung.co, Kamis (24/11/2022) kemarin.

Untuk para pengajar Indonesia, inilah saatnya bagi Anda untuk bersinar. Bagikan ide Anda dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

  1. Siapkan ide konten untuk diajukan. Kunjungi form pendaftaran di sini.
  2. Buat slides yang akan Anda gunakan dalam video, dan ajukan slides untuk diperiksa di tahap seleksi pertama.
  3. Apabila slides telah disetujui, rekam video Anda dan kumpulkan videonya melalui form untuk pemeriksaan tahap kedua.
  4. Setelah seluruh proses dilalui dan disetujui oleh Google, video Anda akan segera di upload ke website Lesson Library.
  5. Untuk informasi lebih detail mengenai Lesson Library dan panduan pengajuan konten, klik link berikut.

Lesson Library diharapkan dapat menjadi penghubung antara guru-guru di Indonesia agar dapat saling memberikan inspirasi dan motivasi untuk membuat pembelajaran jadi lebih hidup.

Google mengajak seluruh pengajar di Indonesia untuk menunjukkan semangat Hari Guru Nasional tahun ini dengan berpartisipasi mengirimkan slides dan video mereka ke Lesson Library, yang akan diluncurkan pada tahun 2023. (*)

 17,349 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Jauharoh: Manfaatkan Teknologi untuk Pengawasan Anak

Mengawasi anak tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ketika dirumah saja. Namun pengawasan juga bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

 20,056 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Published

on

Jauharoh Haddad
Anggota DPRD Provinsi Lampung Jauharoh Haddad | Foto: Ist.

Lampung.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta orang tua ikut mengantisipasi kenakalan anak seperti aksi tawuran, serta mengawasi anak nya masing-masing saat keluar rumah hingga larut malam.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Haddad mengatakan, mengawasi anak tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ketika dirumah saja. Namun pengawasan juga bisa dilakukan di manapun dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

Hal itu diungkapkannya dalam acara talkshow DPRD Lampung bersama dengan Disdikbud Provinsi Lampung di aula Disdikbud Lampung, Rabu (28/9/2022).

“Orang tua bisa maksimal mengawasi anak-anak nya juga bisa lewat telepon. Jadi bisa dimana pun dan kapan pun. Jangan cuek-cuek dengan anak,” kata Jauharoh.

Ia juga menjelaskan, ketika berada di lingkungan sekolah maka para guru akan menjadi tauladan semua siswa. Guru dan juga tenaga pendidik diminta untuk memberikan contoh yang baik kepada siswa.

“Tapi utamanya adalah orang tua, tawuran bisa dihindari jika orang tua ikut penduli. Jadi jangan cuek dengan anak-anak,” lanjutnya. (*)

 20,057 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Dewan ‘Cium’ Aroma Kecurangan Pada PPDB Jalur Zonasi, Benarkah?

“Riak-riak di tengah masyarakat tentu ada yang bilang bahwa PPDB jalur zonasi sering terjadi kecurangan,” kata Sekretaris Komisi V DPRD Lampung itu.

 5,724 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini

Published

on

Mikdar Ilyas
Anggota DPRD Provinsi Lampung Mikdar Ilyas | Foto: Ist.

Lampung.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung untuk terus melakukan evaluasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan jalur zonasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Komisi V DPRD Lampung, Mikdar Ilyas, saat talkshow DPRD Lampung bersama dengan Disdikbud Provinsi Lampung yang berlangsung di aula Disdikbud, Rabu (28/9/2022).

Mikdar menjelaskan, evaluasi yang dilakukan secara berkala tersebut sangat penting. Mengingat banyak orang tua siswa yang mengeluh jika dalam pelaksanaan PPDB terutama jalur zonasi kerap kali ditemukan adanya indikasi kecurangan.

“Riak-riak di tengah masyarakat tentu ada yang bilang bahwa PPDB jalur zonasi sering terjadi kecurangan. Maka dalam praktek nya harus diawasi agar sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan. Jika peraturan yang sudah di ikuti, tentu nya tidak akan terjadi kecurangan,” kata Mikdar.

Politisi Partai Gerindra tersebut bahkan memberikan saran agar syarat administrasi dalam pelaksanaan PPDB jalur zonasi dapat ditambah. Hal tersebut bertujuan untuk lebih memastikan bahwa tidak ada kecurangan dalam praktiknya.

“Memang yang rawan terjadi kecurangan itu di Kartu Keluarga (KK) yang tiba-tiba ada anggota keluarga baru. Mungkin bisa ditambah akte kelahiran juga, sehingga ini akan lebih memastikan dan memperkuat tidak adanya kecurangan,” ujarnya. (*)

 5,725 kali dilihat,  12 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca