Menu

Penangkapan Aktivis Asal Lampung Robertus Robet Berlebihan, Ini Alasannya

  Dibaca : 177 kali
Penangkapan Aktivis Asal Lampung Robertus Robet Berlebihan, Ini Alasannya
Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) asal Lampung sekaligus dosen Univeritas Negeri Jakarta (UNJ), Robertus Robet | Foto: Ist

Lampung.co – Penangkapan aktivis asal Lampung Robertus Robet mendapat kritik dari berbagai kalangan. Tak terkecuali anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) RI.

Anggota Komisi I DPR RI dari partai PDI Perjuangan Charles Honoris salah satu diantaranya. Dia meminta, penerapan UU ITE tidak memberangus kebebasan berekspresi dan kebebasan sipil.

Menurut Charles, penerapan pasal 28 UU ITE terhadap kasus Robert ini tidak tepat karena tidak ada unsur kesengajaan untuk menimbulkan kebencian atau permusuhan.

“Konteksnya yaitu mengingatkan agar masa kelam rezim militer Orde Baru tidak terulang kembali (pada era Jokowi),” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/3/2019) kemarin.

Lebih lanjut dia menilai bahwa penangkapan dosen UNJ itu berlebihan. Apalagi, kata dia, sudah dijelaskan oleh Robert bahwa lagu yang dinyanyikan bukan ditujukan kepada institusi TNI hari ini.

Tetapi, lanjutnya, kepada kebijakan rezim militer Suharto di masa yang lalu. “Setahu saya lagu tersebut kerap menghiasi demo-demo pro-demokrasi di era transisi menuju demokrasi,” imbuhnya.

Charles menambahkan, wacana revisi UU TNI tentang penempatan perwira TNI di institusi non-militer pada era pemerintahan Jokowi memang memicu kekhawatiran di berbagai kalangan.

Sehingga, dia menambahkan, wajar apabila ada penolakan terhadap wacana tersebut karena masih banyak masyarakat yang trauma terhadap kebijakan dwifungsi ABRI di era pemerintahan Suharto.

Charles pun berharap semua pihak juga bisa melihat kasus ini secara objektif dalam kerangka menjaga nilai-nilai demokrasi di Indonesia.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini sebelumnya ditangkap polisi pada Kamis (7/3/2019) dini hari terkait aksinya pada forum kamisan satu minggu sebelumnya.

Setelah selesai menjalani pemeriksaan, polisi menetapkan Robertus Robet sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum di Indonesia.

Tindak pidana tersebut diduga dilakukan Robet saat berorasi di Aksi Kamisan pada 28 Februari 2019 mengenai dwifungsi ABRI.

Dalam orasinya itu, Robet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan mahasiswa pergerakan 1998 untuk menyindir institusi ABRI. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional