fbpx
Connect with us

Berita

Pemprov Lampung Tunjuk PT WR Kelola PI 10 Persen dari Minyak dan Gas Bumi

Published

on

Pemprov Lampung

Lampung.co – Pemerintah Provinsi Lampung menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Wahana Rahardja untuk turut andil dalam hak pengelolaan participating interest 10% pada wilayah kerja Minyak dan Gas Bumi South East Sumatera (WK SES).

Hal itu diungkapkan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, dalam rapat koordinasi BUMD di Ruang Rapat Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (16/1/2019).

“Kontraktor sebelumnya yaitu CNOOC SES Ltd sudah habis masa kontraknya dan kini dikelola oleh PT. Pertamina. Dan sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 tahun 2016 yakni dinyatakan kewajiban kontraktor menawarkan maksimal 10 persen hak pengelolaan blok migas kepada BUMD,” ujar Taufik.

Maka dari itu, lanjutnya, Pemerintah Provinsi Lampung akan mengambil kesempatan ini dengan menunjuk BUMD PT. Wahana Rahardja sebagai BUMD Penerima dan pengelola participating interest (PI) 10 persen.

Menurut Taufik, kriteria BUMD yang akan mendapatkan PI 10% yaitu seluruh saham BUMD harus dimiliki Pemerintah Daerah, sedangkan PT. Wahana Rahardja saat ini 99,08% dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan sisanya dimiliki oleh Koperasi Saptawa.

“Hal ini tidak sesuai dengan Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016. Oleh karena itu akan dilakukan pengalihan sisa saham dari Koperasi Saptawa dan tukar saham dengan PT. LJU, sehingga PT. Wahana Rahardja memenuhi syarat sebagai penerima PI 10%,” jelas Taufik.

Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mengambil kesempatan baik ini. “Semoga seluruh pihak terkait dapat saling bersinergi untuk mengambil kesempatan ini demi kemajuan Provinsi Lampung,” harap Taufik.

Sementara itu, Dirut Utama PT. Wahana Rahardja Idrus Effendi, menuturkan pihaknya akan berupaya mengambil kesempatan ini untuk kemajuan Provinsi Lampung.

“Bagaimanapun kita semua ini adalah satu, walaupun tugasnya berbeda. Karena apa yang kita lakukan adalah untuk kemajuan Lampung. Oleh karena itu, kami akan mengambil kesempatan ini dengan mengeluarkan saham dari koperasi Saptawa dan mengambil saham dari PT. LJU,” kata Idrus.

Ia menjelaskan secara teknis pihaknya bersama PT. LJU akan mengatur hal ini kembali.

“Pada intinya kami semua siap, dan membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk maju bersama. Mari kita lakukan kewenangan kita, lakukan bersama dan lakukan dengan cepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Dirut Utama PT. LJU Andi Jauhari Yusuf, menjelaskan potensi dan kesempatan besar ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan Lampung.

“Kriteria pengambilan kesempatan ini adalah harus 100% kepemilikan saham milik Pemerintah Daerah. Untuk itu, PT. LJU akan mendorong hal ini dengan melakukan investasi saham ke PT. Wahana, begitupun sebaliknya,” jelas Andi.

Andi menuturkan pihaknya akan segera melakukan RUPS Luar Biasa terkait hal ini. “Tidak hanya itu, kita juga harus bersinergi dengan Pemda DKI Jakarta terkait hal ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Koperasi Saptawa Harun Al Rasyid, menuturkan bahwa pihaknya akan menarik seluruh saham yang ada di PT. Wahana Rahardja.

“Kami akan menarik saham kami, karena kami sangat setuju dan mendukung rencana ini,” jelasnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Lebih dari 1.500 KK Masyarakat di Pringsewu Membutuhkan Air Bersih

Published

on

ACT Lampung

Lampung.co – Curah hujan kategori rendah yang diprediksi BMKG akan mempengaruhi sedikitnya 64,94 persen wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim.

Untuk menghadapi potensi bencana kekeringan di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, ACT Lampung sudah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan konvoi water tank ke sejumlah Pekon di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan, sejumlah water tank bergerak dari Tugu Bambu Rest Area Pringsewu yang merupakan pintu gerbang selamat datang menuju Ibu Kota Kabupaten Pringsewu. Kemudian secara beriringan water tank bergerak menuju Desa Banjar Sari Kecamatan Banyumas untuk menyalurkan air bersih.

Berdasarkan hasil assesment tim Emergency Responce Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pringsewu menunjukan bahwa beberapa Pekon di Kecamatan Banyumas sangat membutuhkan suplai air bersih dikarenakan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Lanjutnya, kemarau panjang menyebabkan sumur dangkal mengalami kekeringan. Warga harus mengambil air dari sungai yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Selain itu, kemarau juga berimplikasi pada menurunya pendapatan masyarakat karena kekeringan pada lahan pertanian. Bahkan tak sedikit tanaman padi menjadi kering sehingga gagal panen.

“Ada lebih dari 1.500 KK yang membutuhkan air bersih dari tiga wilayah yakni Sriwungu, Banjar Sari dan Umbul Kurung. Diperkirakan jumlah KK yang membutuhkan lebih banyak karena belum semua pekon dilakukan assesment,” jelasnya.

Pada konvoi water tank tersebut juga hadir stake holder terkait dari pihak Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang diwakili pejabat Kelurahan, Kecamatan, Babinsa, Babinkabtimas, awak media, influencer dan relawan.

Ceremony tersebut dalam rangka membangun kesadaran terhadap dampak mematikan kekeringan. Hal ini karena kekeringan berdampak pada generasi mendatang hingga lost generation. Partisipasi masyarakat diperlukan mengingat dampaknya hingga generasi masa depan.

“Diharapkan masyarakat bahu membahu mengatasi potensi kekeringan di Provinsi Lampung dengan memberikan suplai air bersih dan membangun sumur keluarga maupun sumur dalam. Untuk itu konvoi water tank ini diharapkan menyadarkan masyarakat akan bahaya laten kekeringan untuk masa kini dan generasi masa depan,” tutupnya. (her)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Surfer Junior Pesisir Barat Siap Ikut Dalam Kompetisi Surfing Internasional

Published

on

Surfing Pesisir Barat

Lampung.co – Empat orang atlet surfing kelas junior Kabupaten Pesisir Barat Lampung dijadwalkan akan ikut dalam kejuaraan internasional di Pangandaran Surfing Competition 2019.

Keempat atlet tersebut seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar, diantaranya Cikal Richie Abiyasa Noor dari SMPN 2 Pesisir Tengah dan Arwis Adipati Anum dari SMPN 1 Pesisir Tengah.

Sementara dua surfer lainnya yang akan mengikuti kompetisi surfing tingkat internasional pada Sabtu dan Minggu (24-25/8/2019) itu yakni Noval Mahardiansyah dan M. Sobri dari MAN 1 Pesisir Barat.

Kepala Dispora Pesbar Surizal Zikri mengatakan, salah satu atlet yang dikirim, Cikal Richie Abiyasa Noor merupakan peraih juara pertama pada kompetisi surfing tingkat kabupaten 2019.

”Empat surfer tersebut akan berangkat Jumat (23/8/2019) besok. Ini kali pertama mengikuti kejuaraan di luar daerah,” kata dia, Kamis (22/8/2019).

“Para surfer itu akan mengikuti kategori Groms Under 16 tahun,” imbuhnya dikutip dari radarlampung.co.id.

Dirinya berharap, para surfer bisa meraih prestasi dalam Pangandaran Surfing Competition 2019 tersebut. Terlebih, surfing merupakan salah satu potensi di Pesisir Barat. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pulau Sebuku Lampung Selatan

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Warga menemukan mayat seorang wanita tanpa identitas di pantai pulau Sebuku Suak Geligih, Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu (21/8/2019) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jenazah wanita yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu ditemukan tiga warga sekitar saat mencari kepiting di tepi pantai sekira pukul 17.00 WIB.

“Kami bertiga nyari kepiting buat umpan mancing,” kata Tayib (30), salah satu warga yang menemukan mayat tersebut, dikutip dari Lampost.co, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, jasad tersebut ditemukan dengan kondisi nyaris tanpa busana hanya mengenakan celana dalam warna putih saat ditemukan berada diatas batu karang sekitar pantai di pulau Sebuku.

Atas temuan jenazah wanita yang kondisinya sudah mulai membusuk itu, ketiga warga tersebut langsung melaporkan ke aparatur desa setempat.

Kemudian mayat tanpa identitas itu langsung di evakuasi menggunakan perahu nelayan menuju dermaga Desa Canti, Kecamatan setempat.

Setibanya di daratan Pulau Sumatera, jasad wanita naas itu langsung di bawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. (*)

Foto: Ist.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca