Menu

Pemprov Lampung dan KemenPPPA Tindaklanjuti Kasus Incest di Pringsewu

  Dibaca : 191 kali
Pemprov Lampung dan KemenPPPA Tindaklanjuti Kasus Incest di Pringsewu
Dinas PPPA Provinsi Lampung rapat koordinasi terkait Kebijakan perlindungan anak penyandang disabilitas dengan Kementerian PPPA RI | Foto: Ist.

Lampung.co – Pemprov Lampung melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Lampung ikut menangani kasus Incest (hubungan seksual sedarah) yang menimpa AG, warga Pringsewu.

Seperti diberitakan sebelumnya, AG yang juga penyandang disabilitas itu menjadi korban Incest keluarga yakni ayah kandung JM, kakak kandung SA, dan adik kandungnya YF.

Sebagai bentuk kepedulian, Dinas PPPA mengunjungi korban AG untuk melakukan pendampingan secara intensif dalam hal psikis, trauma healing hingga pendampingan hukum, Kamis (28/2/2019).

Menurut Kepala Dinas PPPA Provinsi Lampung, Bayana, kunjungan ini bertujuan agar kondisi psikologis AG dapat kembali normal.

Bahkan, hari ini Jumat (1/3/2019), Dinas PPPA Provinsi Lampung bekerjasama KPPPA RI menyelenggarakan rapat koordinasi terkait Kebijakan perlindungan anak penyandang disabilitas.

Tujuannya, selain menindaklanjuti kasus AG tersebut, juga memberikan perhatian khusus terhadap anak penyandang disabilitas agar mereka dapat tumbuh dan berkembang setara dengan anak lainnya.

Pada kesempatan itu, Bayana menyampaikan harapan agar rapat tersebut memberikan pemahaman tidak hanya kepada instansi instansi terkait, melainkan kepada seluruh elemen, hingga aparat.

“Bila dilihat dengan mata hati, peristiwa ini sesungguhnya ada di depan mata kita semua dan sangat dekat sangat dengan kita,” kata Bayana.

Sehingga, lanjutnya, sebaik-baiknya penanganan suatu masalah itu apabila seluruh elemen terkait dapat berintegrasi dan saling bahu membahu antara satu sama lainnya.

Pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tetapi masyarakat memiliki tanggung jawab dan pemerintah akan terus siap memfasilitasi.

“Dengan keterpaduan kerja tersebut, mudah-mudahan model ini akan menjadi trend penanganan kasus-kasus selanjutnya,” ujar Bayana.

Bayana mengajak mseluruh mmitra dan masyarakat termasuk jajaran pemerintah memastikan kehidupan anak dan perempuan.

“Saya berharap kepada seluruh masyarakat termasuk jajaran pemerintah baik di tingkat kabupaten/kota, hingga RT/RW untuk memastikan kehidupan anak-anak kita semuanya baik,” harapnya

Karena, kata Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Lampung itu, hal tersebut adalah sebagai bentuk tanggung jawab dan amanah yang diemban bersama.

Di sisi lain, Deputi Perlindungan Anak dari KPPPA, Nahar, menjelaskan akan menindaklanjuti peristiwa di Pringsewu tersebut

Selain itu juga untuk memastikan semua sistem perlindungan khusus bagi anak penyandang disabilitas berjalan dan semuanya diselesaikan dengan baik dan tuntas.

“Untuk itu, saya berharap peran dan sumbangsih serta masukan sangat diperlukan agar dapat menghasilkan keputusan ataupun suatu model penyelesaian masalah,” ucapnya

“bukan hanya terhadap kasus AG melainkan untuk berbagai kasus yang mungkin akan terjadi selanjutnya,” imbuh Nahar.

Kemundian, Albart Pikri sebagai Staf Khusus Menteri PPPA RI berharap, rapat dan pertemuan tersebut akan dapat membicarakan dan berkoordinasi menyelesaikan kasus AG dengan tuntas dan baik.

“Sehingga dengan komunikasi kita bersama masyarakat dan seluruh elemen terkait akan menjadi tolak ukur bagi kita,” kata Albert.

Tidak hanya dalam menyelesaikan kasus ini, dia melanjutkan, tetapi bagaimana memperhatikan dan mencegah terjadinya hal serupa di tempat lain. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional