Connect with us

Berita

Pemerintah Panik, Bongkar Pasang Kebijakan Corona Bikin Bingung Masyarakat

Published

on

Junaidi Auly
Anggota DPR RI Junaidi Auly | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPR RI Komisi XI Junaidi Auly mempertanyakan alasan pemerintah pusat mewacanakan relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disaat kasus postif covid-19 belum benar-benar turun drastis.

Menurutnya, wacana relaksasi PSBB oleh pemerintah pusat disinyalir terkait dengan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukan realisasi angka pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2020 yang jauh dari prediksi pemerintah.

“Saat itu Menkeu masih yakin tumbuh di angka 4,5 persen, nyatanya terkontraksi 2,41 persen secara kuartalan, artinya pertumbuhan anjlok dan hanya tumbuh 2,97 persen,” kata dia di sela-sela resesnya di Lampung (19/5/2020).

Seharusnya, dia melanjutkan, pemerintah menyadari sejak awal sehingga tidak panik. Menurutnya pemerintah selama ini lamban dalam memperbaiki iklim investasi di Indonesia, sehingga ekonomi terus bertopang pada konsumsi rumah tangga.

“Begitu daya beli jatuh, konsumsi terpangkas yang berefek berkurangnya permintaan barang dan jasa, PHK pun meningkat akibat industri terdampak,” kata Legislator asal Lampung ini menjelaskan.

Paniknya pemerintah dalam penangangan virus corona, kata dia, tercermin dalam bongkar pasang beberapa kebijakan, misalnya terkait larangan mudik, buka tutup bandara, pembatasan usia bekerja, wacana relaksasi PSBB.

“Masyarakat menjadi bingung dengan pernyataan para pejabat yang tidak sinkron satu sama lainnya,” ujarnya.

Wacana relaksasi PSBB setelah memburuknya indikator ekonomi makro Indonesia disayangkan oleh Junaidi karena mencerminkan ketidak sabaran pemerintah dalam penanganan pandemi corona.

“Selama pemerintah tidak tegas dan inkonsisten dalam menyelesaikan permasalahan darurat kesehatan ini, maka memperbaiki ekonomi pun akan sulit,” tandasnya. (*)

 13,793 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Berita

Musisi Angklung Jalanan: Kadang Personil Nombok

Published

on

Musisi Angklung Jalanan
Musisi Angklung Jalanan menghibur pengguna jalan Jendral Sudirman, Kota Bandar Lampung | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Pandemi Covid-19 tak menjadi halangan bagi musisi jalanan untuk tetap berkarya melantunkan alat musik menghibur masyarakat. Bagi mereka, selain menghibur, juga menjadi ladang untuk memperoleh pundi-pundi rupiah.

“Ini mata pencarian pokok seluruh personil,” kata Burhan, salah satu personil musik angklung di Jalan Jendral Sudirman, Rawa Laut, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung, Minggu (17/1/2021) kemarin.

Dia menjelaskan, meskipun sudah menekuni profesi itu sejak tahun 2015 dan penghasilan perharinya tidak menentu, mereka tetap bekerja dari tempat satu ketempat lainnya. “Pendapatanya dibagi sama rata untuk 7 (tujuh) personil,” jelasnya.

Menurut Burhan, mereka mulai bermain angklung pukul 08.00 sampai waktu yang tidak ditentukan. “Sesuai cuaca,” ujarnya saat ditemui Lampung.co.

Burhan menerangkan, alat musik yang mereka gunakan bukan milik pribadi atau personil, melainkan didapat dengan menyewa. Selain grupnya, terdapat beberapa kelompok lain yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung. “Kami bagi tempat biar tidak rebutan,” uangkapnya.

Dari bermain alat musik ini, kata dia, personil memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tak jarang para pemain ini justru ganti rugi karena pendapatannya tidak mencukupi untuk membayar sewa alat musik.

“Kadang kalau hujan juga enggak dapet uang, personil nombok,” tandas Burhan. (Evi/Mgg)

 6,031 kali dilihat,  1,442 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Syekh Ali Jaber Meninggal, Pengurus Masjid Falahuddin Tamin Ungkap Ini

Published

on

Pengurus Masjid Falahuddin Tamin
Pengurus Masjid Falahuddin Tamin | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Nama Ali Saleh Mohammed Ali Jaber atau yang lebih dikenal dengan Syekh Ali Jaber menyisakan memiliki ‘tempat’ bagi pengurus Masjid Falahuddin di Jalan Tamin, Sukajawa, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung.

Pasalnya Masjid tersebut merupakan tempat terjadinya tragedi penusukan saat ulama kelahiran Madinah, Arab Saudi itu sedang mengisi tausiah dalam acara Wisuda Akbar Tahfidz Quran pada Minggu, (13/9/2020) silam.

Ketika mendengar kabar Syekh Ali Jaber meninggal dunia pada hari Kamis (14/1/2020) lalu, pengurus Masjid Falahuddin langsung menggelar shalat ghaib pada ba’da Dzuhur dan ba’da Maghrib.

Demikian dikatakan Ketua bidang pembangunan dan sarana prasarana Masjid Falahuddin, bapak Anto Hartanto. Selain itu, pihaknya juga memanjatkan do’a untuk ulama besar kelahiran 3 Februari 1976 itu.

“Merasakan rasa kecintaan (mahabbah) kita terhadap ulama lebih baik dibandingkan rasa duka,” kata dia saat ditemuai Lampung.co, Jumat (15/1/2021) kemarin.

Anto menambahkan, Syekh Ali Jaber memiliki cita-cita untuk menghafidzkan satu juta muslim. Hal itu, dia melanjutkan, diungkapkan sang ulama saat menghadiri acara Wisuda Akbar Tahfidz Quran tahun 2020 silam.

Menurut Anto, Syekh Ali Jaber memiliki ilmu agama yang mumpuni dan orang yang sabar. Kesabarannya terlihat saat merasakan sakit akibat luka tusukan di lengan kanannnya.

“Jangan dikasarin cukup diamankan saja,” ungkap Anto menirukan pesan Syekh Ali Jaber saat pristiwa penusukan itu terjadi. (Evi/Mgg)

 11,026 kali dilihat,  1,452 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Kanwil II KPPU Fokus Tangani Tiga Dugaan Pelanggaran, Termasuk Pelindo II Panjang

Published

on

Wahyu Bekti Anggoro
Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro | Foto: Lampung.co

Lampung.co – Selama tahun 2020, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) II telah melakukan serangkaian tugas pokok dan fungsinya dalam bidang kajian dan advokasi, harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, penegakan hukum, serta penelitian pada seluruh wilayah kerjanya yang melingkupi Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, Provinsi Lampung, Provinsi Bangka Belitungm dan Provinsi Sumatera Selatan.

Kepala Kantor Perwakilan KPPU II Wahyu Bekti Anggoro mengatakan, dalam hal kajian dan advokasi, KPPU Kanwil II telah melakukan kajian/pemetaan struktur pasar dan perilaku usaha sektor industri strategis pada kajian kopi di Provinsi Lampung untuk meneliti impor kopi tahun 2019, gambaran industri kopi di Provinsi Lampung, alur tata niaga kopi, dan perilaku pelaku usaha kopi di Provinsi Lampung.

“KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terhadap komoditas pangan yaitu terkait pendataan harga di 5 (lima) provinsi wilayah kerja. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan kajian terkait komoditi ubi kayu di Provinsi Lampung yang menunjukan bahwa permasalahan industri ubi kayu disebabkan karena tidak adanya pedoman dan regulasi yang mengatur terkait standar baku dalam perhitungan dan pengukuran refaksi ubi kayu,” kata dia, Senin (28/12/2020).

Sementara itu, lanjutnya, pada harmonisasi kebijakan persaingan usaha di daerah, KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terhadap konsultasi penyusunan kebijakan pembangunan pertanian terkait dengan komoditi kopi di Provinsi Lampung. Selain itu KPPU Kanwil II juga melakukan Asistensi terkait Surat Himbuan Gubernur Sumatera Selatan tentang Penunjukan BUMD oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, yang saat ini sudah pada tahapan penyelesaian kesimpulan dan laporan kepada Komisioner Komisi Pengawas Persaingan Usaha.

Dari sisi penegakan hukum, Wahyu menambahkan, KPPU Kanwil II telah menerima dan melakukan penilaian atas 13 (tiga belas) laporan pelanggaran dari masyarakat yaitu 12 (dua belas) laporan terkait laporan pelanggaran persaingan usaha dan 1 (satu) laporan terkait pelanggaran kemitraan.

“Tindak lanjut dari laporan tersebut, 9 (sembilan) laporan yang telah diklarifikasi ditutup karena tidak memenuhi syarat formil dan materil, 3 (tiga) laporan persaingan usaha di lanjutkan ke penyelidikan dan 1 (satu) laporan kemitraan di lanjutkan ke pemeriksaan pendahuluan,” jelasnya.

“Selanjutnya pada akhir tahun 2020 sampai dengan awal tahun 2021, KPPU Kanwil II fokus melakukan 3 (tiga) penelitian dugaan pelanggaran yang bersumber dari laporan maupun inisiatif,” imbuhnya.

Penelitian-penelitian tersebut, kata Wahyu, terkait dugaan praktik monopoli yang dilakukan oleh Pelindo II di Pelabuhan Panjang, dugaan praktik monopoli ASDP di Pelabuhan Penyebrangan Bakauheni di Lampung, dan dugaan pelanggaran kemitraan pada sektor perkebunan kelapa di Lampung.

“Selain itu, KPPU Kanwil II juga aktif melakukan publikasi baik daring dan luring terkait Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 sebanyak 24 (dua puluh empat) sosialisasi kepada Pelaku Usaha, Pemerintah Daerah, Akademisi, dan Masyarakat Umum, untuk melakukan edukasi dan pencegahan terjadinya pelanggaran hukum persaingan usaha di wilayah kerja KPPU Kanwil II,” tandasnya. (*)

 67,540 kali dilihat,  1,274 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca