fbpx
Connect with us

Berita

Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir Terganjal, Moeldoko: Tidak Boleh Dinegosiasikan

Published

on

Abu Bakar Ba'asyir

Lampung.co – Rencana pembebasan terpidana terorisme, Abu Bakar Ba’asyir yang akhir-akhir ini mencuat lantaran sudah disetujui Presiden Joko Widodo mendapat ganjalan.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko mengatakan pemerintah tidak akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir, selama ia tak memenuhi persyaratan yang berlaku.

“Oh iya. Intinya itu, presiden memberikan pendekatan kemanusiaan tapi ada prinsip yang harus dipenuhi,” katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/1/2019) lalu.

Prinsip tersebut, kata dia, seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018.

“Jika Ba’asyir ingin bebas bersyarat, dia harus menyatakan kesetiaannya kepada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila, dan UUD 1945,” ujar Moeldoko dilansir Tempo.co, Rabu (23/1/2019).

Selama pihak Ba’asyir enggan memenuhi syarat itu, tambahnya, maka pemerintah tidak akan memberikannya status bebas bersyarat.

“Oh iya. Karena itu persyaratan yang tidak boleh dinegosiasikan,” imbuhnya.

Mantan panglima TNI ini mengklaim Jokowi terbuka terhadap keinginan Ba’asyir untuk bebas. Alasannya Jokowi melihat kondisi kesehatan dan usia Ba’asyir yang kini 81 tahun.

Meski Ba’asyir nantinya tidak kunjung bebas, Moeldoko menjamin fasilitas kesehatan yang diberikan pemerintah kepadanya tidak akan berubah.

“Itu standar, bahkan akan kami lebihkan apabila membutuhkan. Itu untuk urusan kesehatan, kemanusiaan, enggak bisa dikurangi,” tuturnya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lebih dari 1.500 KK Masyarakat di Pringsewu Membutuhkan Air Bersih

Published

on

ACT Lampung

Lampung.co – Curah hujan kategori rendah yang diprediksi BMKG akan mempengaruhi sedikitnya 64,94 persen wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim.

Untuk menghadapi potensi bencana kekeringan di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, ACT Lampung sudah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan konvoi water tank ke sejumlah Pekon di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan, sejumlah water tank bergerak dari Tugu Bambu Rest Area Pringsewu yang merupakan pintu gerbang selamat datang menuju Ibu Kota Kabupaten Pringsewu. Kemudian secara beriringan water tank bergerak menuju Desa Banjar Sari Kecamatan Banyumas untuk menyalurkan air bersih.

Berdasarkan hasil assesment tim Emergency Responce Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pringsewu menunjukan bahwa beberapa Pekon di Kecamatan Banyumas sangat membutuhkan suplai air bersih dikarenakan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Lanjutnya, kemarau panjang menyebabkan sumur dangkal mengalami kekeringan. Warga harus mengambil air dari sungai yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Selain itu, kemarau juga berimplikasi pada menurunya pendapatan masyarakat karena kekeringan pada lahan pertanian. Bahkan tak sedikit tanaman padi menjadi kering sehingga gagal panen.

“Ada lebih dari 1.500 KK yang membutuhkan air bersih dari tiga wilayah yakni Sriwungu, Banjar Sari dan Umbul Kurung. Diperkirakan jumlah KK yang membutuhkan lebih banyak karena belum semua pekon dilakukan assesment,” jelasnya.

Pada konvoi water tank tersebut juga hadir stake holder terkait dari pihak Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang diwakili pejabat Kelurahan, Kecamatan, Babinsa, Babinkabtimas, awak media, influencer dan relawan.

Ceremony tersebut dalam rangka membangun kesadaran terhadap dampak mematikan kekeringan. Hal ini karena kekeringan berdampak pada generasi mendatang hingga lost generation. Partisipasi masyarakat diperlukan mengingat dampaknya hingga generasi masa depan.

“Diharapkan masyarakat bahu membahu mengatasi potensi kekeringan di Provinsi Lampung dengan memberikan suplai air bersih dan membangun sumur keluarga maupun sumur dalam. Untuk itu konvoi water tank ini diharapkan menyadarkan masyarakat akan bahaya laten kekeringan untuk masa kini dan generasi masa depan,” tutupnya. (her)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Surfer Junior Pesisir Barat Siap Ikut Dalam Kompetisi Surfing Internasional

Published

on

Surfing Pesisir Barat

Lampung.co – Empat orang atlet surfing kelas junior Kabupaten Pesisir Barat Lampung dijadwalkan akan ikut dalam kejuaraan internasional di Pangandaran Surfing Competition 2019.

Keempat atlet tersebut seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar, diantaranya Cikal Richie Abiyasa Noor dari SMPN 2 Pesisir Tengah dan Arwis Adipati Anum dari SMPN 1 Pesisir Tengah.

Sementara dua surfer lainnya yang akan mengikuti kompetisi surfing tingkat internasional pada Sabtu dan Minggu (24-25/8/2019) itu yakni Noval Mahardiansyah dan M. Sobri dari MAN 1 Pesisir Barat.

Kepala Dispora Pesbar Surizal Zikri mengatakan, salah satu atlet yang dikirim, Cikal Richie Abiyasa Noor merupakan peraih juara pertama pada kompetisi surfing tingkat kabupaten 2019.

”Empat surfer tersebut akan berangkat Jumat (23/8/2019) besok. Ini kali pertama mengikuti kejuaraan di luar daerah,” kata dia, Kamis (22/8/2019).

“Para surfer itu akan mengikuti kategori Groms Under 16 tahun,” imbuhnya dikutip dari radarlampung.co.id.

Dirinya berharap, para surfer bisa meraih prestasi dalam Pangandaran Surfing Competition 2019 tersebut. Terlebih, surfing merupakan salah satu potensi di Pesisir Barat. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pulau Sebuku Lampung Selatan

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Warga menemukan mayat seorang wanita tanpa identitas di pantai pulau Sebuku Suak Geligih, Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu (21/8/2019) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jenazah wanita yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu ditemukan tiga warga sekitar saat mencari kepiting di tepi pantai sekira pukul 17.00 WIB.

“Kami bertiga nyari kepiting buat umpan mancing,” kata Tayib (30), salah satu warga yang menemukan mayat tersebut, dikutip dari Lampost.co, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, jasad tersebut ditemukan dengan kondisi nyaris tanpa busana hanya mengenakan celana dalam warna putih saat ditemukan berada diatas batu karang sekitar pantai di pulau Sebuku.

Atas temuan jenazah wanita yang kondisinya sudah mulai membusuk itu, ketiga warga tersebut langsung melaporkan ke aparatur desa setempat.

Kemudian mayat tanpa identitas itu langsung di evakuasi menggunakan perahu nelayan menuju dermaga Desa Canti, Kecamatan setempat.

Setibanya di daratan Pulau Sumatera, jasad wanita naas itu langsung di bawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. (*)

Foto: Ist.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca