Menu

Pasca Pemilu 2019: Tiga KPPS di Lampung Meninggal, KPU Beri Santunan

  Dibaca : 446 kali
Pasca Pemilu 2019: Tiga KPPS di Lampung Meninggal, KPU Beri Santunan
Ketua KPU Lampung, Nanang Trenggono | Foto: Lampung.co/Sandi

Lampung.co – Selama pelaksanaan Pemilu 2019, tercatat tiga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Lampung meninggal dunia akibat kelelahan.

Selain meninggal dunia, ada sejumlah petugas KPPS, PPK, dan PPS yang dirawat di rumah sakit hingga puskesmas karena kelelahan, kecelakaan, hingga menjadi korban pembegalan.

KPU Lampung, Nanang Trenggono mengatakan, petugas KPPS meninggal dunia karena kelelahan dan yang dirawat karena menjadi korban pembegalan, kelelahan, dan kecelakaan.

“Tiga petugas KPPS yang meninggal dunia yakni KPPS Way Kanan atas nama Paidi yang bertugas di TPS3 Negara Harja, Kecamatan Pakuan Ratu,” kata Nanang.

Kemudian lanjutnya, KPPS Pesawaran atas nama Ikhwanudin Yuda Putra yang bertugas di TPS 7 Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan.

Selain itu juga KPPS Bandarlampung atas nama Bambang Wijayanto yang bertugas di TPS 27 Kelurahan Sepang Jaya, Labuhan Ratu.

“Dua petugas KPPS Way Kanan dan Pesawaran meninggal dunia karena kelelahan,” jelas Nanang.

Sedangkan, kata dia, petugas KPPS Bandarlampung meninggal dunia saat selesai melakukan pemungutan dan hitung suara di TPS dan akan membagikan honor KPPS.

Sementara petugas yang sedang dirawat di rumah sakit berjumlah lima orang, di antaranya petugas KPPS, PPK, dan PPS yang bertugas di Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Way Kanan.

“Untuk petugas yang kecelakaan hingga menjadi korban pembegalan di Way Kanan lukalututnya bergeser, jari retak, patah kaki, hingga luka robek di kening,” ujarnya.

Santunan
Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan, KPU masih mendata jumlah keseluruhan anggota KPPS yang meninggal maupun yang sakit.

Selain meng-update informasi tentang jumlah korban, KPU juga akan membahas mekanisme penyaluran santunan bagi anggota KPPS yang meninggal, kecelakaan maupun yang sakit.

“Kami akan bahas berapa besarannya dan dari mana sumber anggaran yang akan diambil untuk santunan ini. Mekanisme penyaluran juga harus ditetapkan,” kata Arief.

Dia mengungkapkan, jauh sebelum pemilu berlangsung, KPU telah mengajukan usulan asuransi untuk anggota KPPS, tetapi ditolak oleh pemerintah.

Setelah tahapan pemilu berjalan, dan ditemukan banyak kejadian anggota KPPS yang meninggal, KPU kembali mengusulkan.

“Tapi bentuknya tidak lagi asuransi, tapi santunan,” ucap Arief. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional