Menu

Pasca Pemilu 2019: Korban Jiwa di Balik Pesta Demokrasi Indonesia

  Dibaca : 331 kali
Pasca Pemilu 2019: Korban Jiwa di Balik Pesta Demokrasi Indonesia
Ilustrasi Pemilihan Umum | Foto: Ist.

Lampung.co – Meskipun pesta demokrasi telah berlalu, tapi tahapan Pemilu 2019 belum usai. Penghitungan suara sebagian besar baru sampai tingkatan kecamatan.

Akan tetapi sudah banyak terjadi cerita yang pilu di balik pesta demokrasi Indonesia ini. Baik dari penyelenggara maupun pihak yang turut berjasa mengamankan Pemilu 2019.

Badan pengawa Pemilu (Bawaslu) menyebut 14 orang anggota Panwaslu meninggal saat mengawasi Pemilu 2019.

Selain itu juga, menurut Bawaslu, secara keseluruhan terdapat 325 orang anggota Panwaslu yang sakit, mengalami kekerasan maupun meninggal saat pelaksanaan Pemilu.

“Data terbaru, total 325 Panwas yang mengalami sakit, kekerasan, hingga meninggal,” ujar anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin dikutip dari detikNews, Minggu (21/4/2019).

Begitu juga dari jajaran KPU. Sebanyak 12 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Jawa Barat meninggal dunia saat menjalan tugas pada Pemilu 2019.

Itu baru dari Jawa Barat, belum lagi catatan dari daerah lain termasuk yang mengalami sakit akibat kelelahan karena bekerja hingga 24 jam non-stop. Bahkan ada yang lebih dari 24 jam.

Selain itu juga, sebanyak 12 personel kepolisian gugur usai menjadi pengawal pengamanan pemilu serentak 2019. Juga diduga lantaran kelelahan saat bertugas.

Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, untuk pengamanan pemilu memang tidak ada pergantian petugas atau pergantian shift.

Menurutnya, pihak kepolisisan menjaga dan mengamankan tempat pemungutan suara sejak pertama hingga mengawal kembali hasil surat suara.

“Kalau jaga TPS tidak ada (pergantian shift, Red) mereka fokus ke TPS,” kata Dedi dikuti dari Republika.co.id, Minggu (21/4/2019).

Begitu juga bagi para saksi dari partai yang bertugas. Saksi sari PKS tercatat dua orang meninggal yakni Helmayati dari Lampung dan Alfin Wahyudi dari Bondowoso.

Seorang remaja asal kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Rosmiati (19) juga diduga meinggal akibat kelelahan usai menjadi saksi Caleg PPP dengan honor 250 ribu rupiah.

Termasuk juga yang dialami Mashuri (43) saksi partai Golkar dari Banyuwangi yang meninggal setelah mengeluh sesak nafas saat sedang menyaksikan penghitungan suara. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional