Connect with us

Berita

Pasca OTT di Inspektorat Lampung, Hamartoni Ahadis Dilantik Jadi Kepala Balitbangda

Published

on

Arinal Djunaidi Rolling Pejabat Lagi

Lampung.co – Setelah Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara bersama enam orang lainnya termasuk dua kepala dinas terjaring OTT KPK, kini OTT terjadi di lingkungan Inspektorat provinsi Lampung.

Kali ini Subdit III Tipidkor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung melakukan OTT terhadap pegawai Inspektorat Lampung berinisial MM, Kamis (10/10/2019).

Dalam operasi tersebut, Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung uang Rp 10 juta terkait dugaan suap dari Dinas Perindustrian Provinsi Lampung.

Selain MM, seorang pegawai yang memiliki jabatan fungsional di Inspektorat Lampung berinisial ED dikabarkan menyerahkan diri ke Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung.

Dikutip dari Tribun Lampung, ED menyerahkan diri dengan diantar oleh pihak keluarga, Kamis 10 Oktober 2019, sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat ini, pihak Subdit III Tipidkor Ditreskrimsus Polda Lampung sedang melakukan penyelidikan dan melaksanakan gelar perkara untuk menentukan status pihak yang terkait dalam OTT ini.

Sehari setelah berlangsungnya OTT, Kepala Inspektorat (Inspektur) Provinsi Lampung, Hamartoni Ahadis dilantik menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung.

Sementara itu, sebagai pengganti posisi Hamartoni sebagai Kepala Inspektorat, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi melantik pelaksana tugas (Plt) Naipospos.

Diketahui, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi kembali merombak jajaran pejabatnya. Kali ini Dia melantik 19 pejabat dan 4 pelaksana tugas, termasuk Hamartoni Ahadis dan Naipospos, Jumat (11/10/2019).

Berikut nama-nama 19 pejabat yang dilantik:

  1. Budi Dermawan sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Lampung menjadi Kepala Cipta Karya dan PSDA.
  2. Fauziah sebelumnya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DMPTSP) menjadi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
  3. Qodratul Ikhwan sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).
  4. Edarwan sebelumnya sebagai Kepala Badan Kopri menjadi Kepala Dinas Pariwisata.
  5. Mulyadi Irsan sebelumnya Kepala Dinas Perindustrian menjadi Kepala Dinas PUPR.
  6. Hannibal sebelumnya Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM menjadi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
  7. Theresia sebelumnya Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  8. Bayana sebelumnya Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menjadi Kepala Dinas Perindustrian.
  9. Dewi Budi Utami sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan.
  10. Aris Padila sebelumnya Kepala Biro Perekonomian menjadi Kepala Biro Organisasi.
  11. Ali Subaidi sebelumnya Kepala Dinas Cipta Karya dan PSDA menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.
  12. Edi Yanto sebelumnya Kepala Dinas Ketahanan Pangan menjadi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan.
  13. Kusnardi sebelumnya Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan menjadi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  14. Ahmad Chrisna Putra sebelumnya Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura menjadi Kepala Dinas Kominfotik.
  15. Hamartoni Ahadis sebelumnya Inspektur Provinsi Lampung menjadi Kaban Penelitian dan Pengembangan Daerah.
  16. Chandri sebelumnya Kepala Dinas Kominfotik menjadi Asisten Administrasi dan Umum.
  17. Yuda Setiawan sebelumnya Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi Kepala Biro Perlengkapan dan Aset.
  18. Zainal Abidin sebelumnya Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa menjadi Kepala Biro Administrasi dan Pembangunan.
  19. Priatono sebelumnya Kaban Penelitian dan Pengembangan Daerah menjadi Kadis ESDM.

Sementara, 4 orang yang menjabat plaksana tugas, yaitu:

  1. Naipospos sebagai Plt. Inspektur Provinsi Lampung.
  2. Yurnalis sebagai Plt. Kepala BKD Provinsi Lampung.
  3. Wiwid sebagai Plt. Kepala Badan Layanan Pengadaan Barang dan Jasa.
  4. Hazai Fauzi sebagai Plt. Karo Perekonomian.

Sebelumnya, bulan September lalu, Arinal juga telah merolling jajaran pejabat administator dan pengawas sebanyak 587 orang dengan rincian 351 orang penataan dan 236 orang pengukuhan. (*)

21,589 kali dilihat, 15 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Ini Kronologis dan Dugaan Penyebab Mobil Sedan Terbakar di Tol Lampung

Published

on

Mobil Terbakar di Tol Lampung

Lampung.co – Sebuah pristiwa mobil terbakar terjadi di jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Bakauheni-Terbanggi Besar pada Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 18.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, mobil sedan Nissan Maxima warna putih itu terbakar Kilometer (Km) 44-45 Kecamatan Candipuro, Lampung Selatan.

Kejadian itu dibenarkan oleh Kanit Laka Ipda Ilham Efendi mendampingi Kasat Lantas Polres Lampung Selatan AKP Agustinus.

“Benar, kita bersama pihak tol berupaya memadamkan api dan evakuasi kendaraan,” kata dia dikutip dari Lampungpro.co, Jumat (6/12/2019) malam.

Pristiwa itu terjadi saat sedan yang dikendarai Rizki Novianto (24) tersebut melaju dari arah Pelabuhan Bakauheni hendak menuju pintu Tol Kotabaru.

Sesampainya di lokasi kejadian, kap mesin mobil yang ditumpangi warga Jakarta Timur itu tiba-tiba mengeluarkan asap hang diduga akibat korsleting pada aki (accu).

Ipda Ilham memastikan tidak ada korban jiwa dalam pristiwa naas tersebut, namun mobil sedan Nissan Maxima tersebut hangus Terbakar. (*)

3,421 kali dilihat, 3,421 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

PSK Umur 42 Tahun asal Metro Diamankan Polisi di Kota Agung

Published

on

Wanita Tunasusila

Lampung.co – Polsek Kota Agung mengamankan wanita tunasusila (WTS) atau sebutan lain PSK berusia 42 tahun berinisial SI warga Gang Tawis Kota Metro di kelurahan Baros, Kamis (5/12/19) sore.

Selain SI, petugas juga mengamankan WA (40) warga Pekon Gunung Meraksa Kecamatan Pulau Panggung dan dan NI (32) warga Pekon Soponyono, Wonosobo, Tanggamus.

Kapolsek Kota Agung AKP Muji Harjono mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto mengungkapkan, para PSK tersebut diamankan dalam razia Operasi Cempaka 2019.

“Mereka diamankan di salah satu rumah di wilayah Kelurahan Baros, Kota Agung saat Razia Operasi Cempaka, kemarin Kamis (5/12/19) sore,” kata AKP Muji.

Dia melanjutkan, dalam kegiatan razia tersebut, pihaknya juga menyita belasan botol minuman keras (Miras) dari sejumlah warung. “Untuk miras hasil razia, berhasil diamankan 19 botol,” ungkapnya.

Menurutnya, razia tersebut bertujuan untuk monitoring cipta kondisi keamanan ketertiban masyarakat. Pengelola diminta berhenti beroperasi dan masyrakat dihimbau tidak menjual Miras. (*)

7,028 kali dilihat, 7,028 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Penopang Utama Ekonomi, Pertumbuhan Pertanian di Lampung Sangat Lambat

Published

on

Yeane Irmaningrum

Lampung.co – Pertanian menjadi sektor primer yang memberikan kontribusi terbesar dalam menopang struktur perekonomian Provinsi Lampung dari segi lapangan usaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ini menyumbang sebesar 30 persen dari seluruh struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung pada tahun 2018 lalu.

Bahkan masih terpaut jauh dari sektor industri pengolahan yang menduduki posisi nomor dua dengan kontribusi sebesar 19.44 persen dalam data di tahun yang sama.

Namun program pemerintah yang dialokasikan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui lapangan usaha pertanian sepertinya masih sangat minim.

Hal itu terlihat dari data pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha dari sektor pertanian di Provinsi Lampung tahun 2018 yang sangat melambat, hanya sebesar 1.01 persen.

Bahkan angka tersebut menempati urutan terendah dari seluruh lapangan usaha yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.

Jika dilihat dari data tersebut, dengan kontribusi PDRB sebesar 30 persen, seharusnya Pemprov Lampung memprioritaskan anggaran untuk peningkatan produksi sektor pertanian.

Dengan begitu, dongkrakan pertumbuhan ekonomi akan lebih tinggi. Hal ini juga tentu berbanding lurus dengan kesejahteraan 1.5 juta masyarakat yang berprofesi sebagai petani di Lampung.

Seturut dengan ucapan Kepala BPS Provinsi Lampung Yeane Irmaningrum saat menutup acara Workshop Pemanfaatan Indikator Statistik untuk Wartawan di Aula BPS Lampung, Kamis (5/12/2019).

“Ironis jika pemerintah tidak menggunakan data dari BPS dalam melakukan perencanaan program,” kata dia.

Dari seluruh komponen yang ada, pertumbuhan ekonomi Lampung belum berpihak kepada masyarakat menengah kebawah dan manyoritas profesi masyarakat di Bumi Ruwa Jurai ini.

Katakanlah, Akomodasi dan Makan Minum yang mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni 10.49 persen. Dampak langsung pertumbuhan sektor ini terhadap masyarakat tidak seluas pertanian.

Menurut Kepala Bidang Statistik Neraca Wilayah Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Nurul Andriana, pertumbuhan Akomodasi dan Makan Minum seiring dengan pertumbuhan pariwisata.

“Peningkatan jumlah hotel, franchise makanan dan kafe menjadi faktor yang menyebabkan pertumbuhan Akomodasi dan Makan Minum tertinggi,” paparnya dalam acara Workshop tersebut. (doy)

3,368 kali dilihat, 3,368 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca