Persaingan Bonus Top Score Neymar Cavani Memanas

Tim Redaksi

Lampung.co – PSG saat ini berhasil  memimpin klasemen Liga Prancis dengan nilai 16 dari 8 laga pertandingan. Tim PSG berhasil memenangkan pertandingan dengan mengalahkan Lyon. Sehingga kemenangan itu tetap menjadikan tim Neymar berada di puncak klasemen Liga. Namun yang menjadi sorotan adalah Neymar Cavani yang saling berebut untuk menendang bola pinalti.

“Kemenangan itu membuat tim Neymar tetap menjadi pemuncak klasemen, tetapi yang menarik perhatian adalah perselisihan pemain asal Brasil itu dan Cavani,” tulis harian Brasil O Globo, Senin waktu setempat, seperti dilansir AFP.

Pelatih PSG, Unai Emery, memberikan tanggapan kepada insiden itu.”Saya telah mengatakan kepada mereka untuk menyelesaikannya antar mereka sendiri,” kata dia.

Perselisihan yang terjadi antara Neymar Cavani bukan hanya persaiangan tentang siapa yang terbaik di lini depan melainkan juga persaingan pemburuan bonus top score yang menggiurkan dari pencetak gol terbanyak.

Ledio Carmona, seorang komentator Sport TV, yang menyiarkan pertandingan Ligue 1, mengatakan Neymar bisa saja dijauhi oleh rekan setimnya apabila dia terus bermain dengan egois.

Bahkan Globoesporte.com menyebutkan itu sebagai “Perang Ego”.

Perselisihan itu terjadi tidak hanya di titik putih melainkan masih berlanjut sampai ke ruang ganti tim karena keduanya tertangkap kamera sedang bercekcok dengan sedikit nada marah.

“Hadiah penalti harus dibagi ke beberapa pemain, satu untuk Cavani dan yang lainnya Neymar,” kata Emery. “Butuh kesepakan seorang pria di lapangan untuk mengambil penalti. Setelah itu, kami akan mengatur secara internal (urutan penendang) penalti, karena saya pikir keduanya bisa mencetak gol dan saya ingin keduanya bergantian dalam latihan ini.”

Sebagaimana dilaporkan L’Equipe, PSG sudah menyiapkan bonus yang besar untuk peraih top score bagi tim mereka. Hal ini juga menyebabkan persaingan antar keduanya semakin memanas karena memperebutkan posisi pencetak gol terbanyak.

Keduanya adalah pemain terbaik PSG yang sama-sama berhak untuk mengeksekusi bola mati karena mempunyai kemampuan yang sama.

Hal ini menyebabkan pelatih PSG sulit mengambil keputusan dan membiarkan perselisihan itu terus terjadi karena berdampak baik untuk PSG. (Rezky/bola.bisnis.com/CNNIndonesia)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer