fbpx
Connect with us

Berita

OKK 2019 Berakhir, Lakalantas Pemudik di Wilayah Polres Tanggamus Nihil

Published

on

Mudik Motor

Lampung.co – Operasi Kemanusiaan yang dilaksanakan Polres Tanggamus bersama TNI dan stakholder terkait yakni Operasi Ketupat Krakatau (OKK) 2019 berakhir kemarin, Senin (10/6/2019) pukul 00.00 WIB.

Operasi Ketupat Krakatau 2019 Polres Tanggamus digelar selama 13 hari, mulai Rabu dini hari tanggal 29 Mei 2019, didukung oleh 4 satuan tugas (Satgas).

Satgas tersebut meliputi Satgas Turbinjali yang membawahi Subsatgas Binmas, Subsatgas Objek Vital dan Subsatgas Sabhara.

Selanjutnya, Satgas Kamseltibcar Lantas membawahi Subsatgas PJR, Subsatgas. Satgas Lidik Sidik membawahi Subsatgas Intelkam dan Subsatgas Reskrim.

Lalu, Satgas Bantuan Operasi membawahi Subsatgas Humas, Subsatgas Teknologi Informasi dan Subsatgas Kedokter dan Kesehatan Kepolisian (Dokkes).

Berdasarkan analisa hasil operasi yang dilaksanakan secara terpusat tersebut, tidak ada kecelakaan pemudik yang dilaporkan ke Polres Tanggamus. Juga tidak kecelakaan tempat wisata.

Hal itu seiring dengan langkah antisipasi melalui himbauan dan penyuluhan melalui pemasangan banner sebanyak 74 titik, brosur 120 kali, siaran radio 36 kali, dan pembinaan langsung 143 kali.

Namun untuk kecelakaan warga lokal, Polres Tanggamus menerima 1 laporan kejadian yang terjadi di pada Rabu (5/6/2019) di Jalan Raya Pekon Sindang Marga Kecamatam Pulau Panggung, Tanggamus.

Insiden kecelakaan warga lokal yang bukan pemudik tersebut dengan 1 korban meninggal dunia di RS Mitra Husada Pringsewu dan 1 korban mengalami luka ringan.

Kemudian, sejumlah kegiatan dilaksanakan Polres Tanggamus meliputi pengamanan dan pengaturan sebanyak 1092 kali, penjagaan 117 kali, patroli 229 kali.

Selain itu personel gabungan juga melaksanakan pengamanan tempat wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus maupun Pringsewu.

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Dade Suhaeri, S.Kom mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Hesmu Baroto, SIK. MM mengungkapkan keseluruhan pelaksanaan operasi berjalan dengan baik.

“Dalam operasi kali ini terdapat 1 laporan kecelakaan dengan 1 korban meninggal di RS dan 1 luka ringan dibanding tahun 2018 tidak ada laporan,” kata AKP Dade Suhaeri, Selasa (11/6/2019) siang.

Kesempatan itu, AKP Dade Suhaeri terus menghimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas baik pemudik maupun masyarakat di Kabupaten Tanggamus dan Pringsewu.

“Patuhi peraturan, bersabar dan utamakan keselamatan, sebab keselamatan adalah yang paling utama,” himbaunya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Lebih dari 1.500 KK Masyarakat di Pringsewu Membutuhkan Air Bersih

Published

on

ACT Lampung

Lampung.co – Curah hujan kategori rendah yang diprediksi BMKG akan mempengaruhi sedikitnya 64,94 persen wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan oleh fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim.

Untuk menghadapi potensi bencana kekeringan di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, ACT Lampung sudah mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dan konvoi water tank ke sejumlah Pekon di Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan, sejumlah water tank bergerak dari Tugu Bambu Rest Area Pringsewu yang merupakan pintu gerbang selamat datang menuju Ibu Kota Kabupaten Pringsewu. Kemudian secara beriringan water tank bergerak menuju Desa Banjar Sari Kecamatan Banyumas untuk menyalurkan air bersih.

Berdasarkan hasil assesment tim Emergency Responce Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Pringsewu menunjukan bahwa beberapa Pekon di Kecamatan Banyumas sangat membutuhkan suplai air bersih dikarenakan masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Lanjutnya, kemarau panjang menyebabkan sumur dangkal mengalami kekeringan. Warga harus mengambil air dari sungai yang letaknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya. Selain itu, kemarau juga berimplikasi pada menurunya pendapatan masyarakat karena kekeringan pada lahan pertanian. Bahkan tak sedikit tanaman padi menjadi kering sehingga gagal panen.

“Ada lebih dari 1.500 KK yang membutuhkan air bersih dari tiga wilayah yakni Sriwungu, Banjar Sari dan Umbul Kurung. Diperkirakan jumlah KK yang membutuhkan lebih banyak karena belum semua pekon dilakukan assesment,” jelasnya.

Pada konvoi water tank tersebut juga hadir stake holder terkait dari pihak Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang diwakili pejabat Kelurahan, Kecamatan, Babinsa, Babinkabtimas, awak media, influencer dan relawan.

Ceremony tersebut dalam rangka membangun kesadaran terhadap dampak mematikan kekeringan. Hal ini karena kekeringan berdampak pada generasi mendatang hingga lost generation. Partisipasi masyarakat diperlukan mengingat dampaknya hingga generasi masa depan.

“Diharapkan masyarakat bahu membahu mengatasi potensi kekeringan di Provinsi Lampung dengan memberikan suplai air bersih dan membangun sumur keluarga maupun sumur dalam. Untuk itu konvoi water tank ini diharapkan menyadarkan masyarakat akan bahaya laten kekeringan untuk masa kini dan generasi masa depan,” tutupnya. (her)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Surfer Junior Pesisir Barat Siap Ikut Dalam Kompetisi Surfing Internasional

Published

on

Surfing Pesisir Barat

Lampung.co – Empat orang atlet surfing kelas junior Kabupaten Pesisir Barat Lampung dijadwalkan akan ikut dalam kejuaraan internasional di Pangandaran Surfing Competition 2019.

Keempat atlet tersebut seluruhnya masih berstatus sebagai pelajar, diantaranya Cikal Richie Abiyasa Noor dari SMPN 2 Pesisir Tengah dan Arwis Adipati Anum dari SMPN 1 Pesisir Tengah.

Sementara dua surfer lainnya yang akan mengikuti kompetisi surfing tingkat internasional pada Sabtu dan Minggu (24-25/8/2019) itu yakni Noval Mahardiansyah dan M. Sobri dari MAN 1 Pesisir Barat.

Kepala Dispora Pesbar Surizal Zikri mengatakan, salah satu atlet yang dikirim, Cikal Richie Abiyasa Noor merupakan peraih juara pertama pada kompetisi surfing tingkat kabupaten 2019.

”Empat surfer tersebut akan berangkat Jumat (23/8/2019) besok. Ini kali pertama mengikuti kejuaraan di luar daerah,” kata dia, Kamis (22/8/2019).

“Para surfer itu akan mengikuti kategori Groms Under 16 tahun,” imbuhnya dikutip dari radarlampung.co.id.

Dirinya berharap, para surfer bisa meraih prestasi dalam Pangandaran Surfing Competition 2019 tersebut. Terlebih, surfing merupakan salah satu potensi di Pesisir Barat. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Warga Temukan Mayat Tanpa Identitas di Pulau Sebuku Lampung Selatan

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Warga menemukan mayat seorang wanita tanpa identitas di pantai pulau Sebuku Suak Geligih, Desa Canggung, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Rabu (21/8/2019) sore.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jenazah wanita yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu ditemukan tiga warga sekitar saat mencari kepiting di tepi pantai sekira pukul 17.00 WIB.

“Kami bertiga nyari kepiting buat umpan mancing,” kata Tayib (30), salah satu warga yang menemukan mayat tersebut, dikutip dari Lampost.co, Kamis (22/8/2019).

Menurutnya, jasad tersebut ditemukan dengan kondisi nyaris tanpa busana hanya mengenakan celana dalam warna putih saat ditemukan berada diatas batu karang sekitar pantai di pulau Sebuku.

Atas temuan jenazah wanita yang kondisinya sudah mulai membusuk itu, ketiga warga tersebut langsung melaporkan ke aparatur desa setempat.

Kemudian mayat tanpa identitas itu langsung di evakuasi menggunakan perahu nelayan menuju dermaga Desa Canti, Kecamatan setempat.

Setibanya di daratan Pulau Sumatera, jasad wanita naas itu langsung di bawa ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda. (*)

Foto: Ist.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca