Ternyata Ini Alasan Jokowi Pilih Menteri Agama dari Kalangan Militer

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Setelah Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan menteri untuk Kabinet Indonesia Maju 2019-2024, masyarakat banyak yang menyoroti Menteri Agama (Menag) yang dijabat oleh kalangan militer.

Sejak reformasi, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal Purn Fachrul Razi merupakan mantan tentara yang mengisi posisi Menteri Agama. Sebelumnya Menag selalu dipimpin sipil, baik itu tokoh publik, partai politik dan profesional.

Mereka yang pernah menjabat Menag di antaranya M Quraish Shihab, Abdul Malik Fadjar, Muhammad Tolchah Hasan, Said Agil Husin Al Munawwar, Muhammad M Basyuni, Suryadharma Ali, Lukman Hakim Saifuddin dan HR Agung Laksono (plt Menag).

Mungkin sebagian dari masyarakat masih bertanya-tanya, terkait alasan Jokowi memilih kalangan militer yang mengisi jabatan Menteri Agama. Ternyata Fachrul menyebut bahwa keputusan Jokowi itu tak lepas dari isu radikalisme.

Menurutnya, Jokowi berharap akan ada terobosan menangani radikalisme saat Kementerian Agama dia pegang. Namun, Fachrul belum mau menyebut apa terobosan untuk menangkal radikalisme.

Akan tetapi dia mengatakan, Islam radikal muncul karena ada tafsir agama yang salah. “Kalau ada sampai ada Islam radikal pasti tafsir agama salah,” kata mantan ketua relawan Jokowi Bravo 5 itu.

Guru Besar IAIN Palu Prof Zainal Abidin mengemukakan, Fachrul memiliki keahlian dalam menyusun strategi untuk memberantas dan membasmi gerakan intoleransi, ektrimisme, transnasional dan radikalisme di Tanah Air.

“Menghadapi atau memberantas tumbuh kembang gerakan radikal, dibutuhkan strategi. Karena itu, tepat bila Menteri Agama dijabat Fachrul Razi yang merupakan nonpartai politik,” ujar Rektor pertama IAIN Palu, Rabu (23/10/2019).

Ketua MUI Kota Palu itu menilai, penanganan masalah radikal tidak lagi membutuhkan teori atau konsep. Untuk menyelesaikan masalah itu, lanjutnya, butuh kepemimpinan yang memiliki strategi dan penindakan.

Sementara Partai Gerindra justrus pesimis dengan kapasitas Fachrul Razi dalam menjabat Menag lantaran dari sisi lingkup tugas yang akan dijalankannya jauh dari bidang dan kompetensi yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid. Dia juga justru khawatir nantinya Fachrul Razi dalam menangani radikalisme bakal menggunakan pendekatan cara militer.

Sebagai seorang militer, Sodik khawatir Fachrul melakukan pendekatan militeris generalis terhadap rakyat yang dicurigai sebagai kaum radikal. “Menahan radikalisme, ini mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Yang jelas jabatan Menteri Agama dipimpin tentara bukan yang pertama kalinya. Pada era Orde Baru (Orba) posisi Menag diisi Letjen TNI H. Alamsjah Ratoe Perwiranegara dalam Kabinet Pembangunan III (1978-2983). (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer