Setelah Menenangkan Emosi, KPK Akan Bidik Setya Novanto Kembali

Tim Redaksi

Lampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang Ketua DPR Setya Novanto bisa kembali jadi Tersangka dalam kasus e-KTP. Evaluasinya akan dilakukan pada minggu depan. Komitmen untuk meneruskan penanganan kasus ini pun tercetus.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menuturkan, kekalahan di Praperadilan membuat pihaknya akan lebih dahulu mengevaluasi langkah-langkah penyidikan yang sudah ditempuh. Baru setelah itu persoalan hukum berikutnya dibahas.

“Minggu depan kami akan mengevaluasi langkah berikutnya apa,” ucap Saut, usai menjadi pembicara dalam diskusi Kajian Nalar Hukum Seri I Kanal Hukum Pemuda Lintas Agama ‘Darurat Korupsi dan Polemik Pansus KPK di Pura Aditya Jaya, di Jakarta, Sabtu (30/9).

Meski demikian, KPK akan mempertimbangkan sejumlah hal sebelum menggarap kembali Novanto.

Pertama, penstabilan emosi Penyidik KPK. Diakuinya, Penyidik KPK memerlukan waktu untuk menenangkan emosi pasca-putusan praperadilan tersebut. Terlebih, mereka sudah kerja keras menggarap kasus itu. Stabilitas emosi, lanjutnya, sangat dibutuhkan Penyidik dalam setiap pengambilan keputusan.

“Kami tenang dulu. Kalau teman-teman bilang, jangan ambil keputusan kalau kepala panas atau saat lagi senang, tapi buat keputusan ketika stabil. Siapa yang tidak terganggu emosinya (dengan putusan itu)? Saya juga yang lihat persis persidangan itu pasti terganggu,” papar dia.

Kedua, pihaknya juga akan mempelajari dasar putusan praperadilan itu. Menurutnya, KPK akan mengklarifikasi beberapa hal, terutama terkait proses penyelidikan kasus e-KTP.

“Buktinya cukup banyak. Cuma yang diperdebatkan itu kami harus jawab, di antaranya, tidak ada proses penyelidikan lebih awal, karena ini (dilakukan) bersama-sama (tersangka yang lain). Kalau sama-sama, terus lakukan penyelidikan dari awal lagi? Tidak gitu,” terang dia.

Saut pun memastikan, KPK akan tetap meneruskan penyelidikan kasus korupsi e-KTP. “Kami tidak akan berhenti. Buktinya sudah sampai 200,” pungkas dia.

Praperadilan bisa membatalkan penetapan status Tersangka seseorang. Namun, penegak hukum mampu kembali menetapkannya sebagai Tersangka melalui sejumlah perbaikan-perbaikan prosedur.

Setya Novanto, yang berstatus pula Ketua Umum Partai Golkar, memenangkan sidang praperadilan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kemenangan tersebut menganulir status tersangka yang diberikan KPK kepada Setya karena dianggap tidak sesuai prosedur. (Erwin/cnnindonesia.com)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer