Penyidikan Kasus Korupsi e-KTP Berlanjut, KPK Periksa Lima Saksi Baru

Tim Redaksi

Lampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa lima saksi baru dalam hal penyidikan kasus korupsi e-KTP. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah KPK menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sugiharjo sebagai seorang tersangka baru.

“Lima saksi itu diperiksa untuk tersangka Anang Sugiana Sudihardjo,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa, 3 Oktober 2017 sebagaimana dikutip dari tempo.co.

Lima saksi yang akan diperiksa, yaitu masing-masing pegawai negeri sipil di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Fungsional Perekayasa Madya Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi, Tri Sampurno, serta empat saksi dari unsur swasta, yaitu Hariansyah, Philips Wijaya, July Hira, dan juga Nunuy Kurniasih.

Anang diputuskan sebagai tersangka kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP pada 27 September 2017 silam. Indikasi peran Anang dalam kasus tersebut antara lain penyerahan uang untuk Setya Novanto. Dia diduga pula berperan bersama Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto dalam mengatur proyek e-KTP.

PT Quadra Solution adalah salah satu perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) sebagai pelaksana proyek e-KTP yang terdiri atas Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, dan PT Sucofindo, serta PT Sandipala Artha Putra.

Sementara itu, Pimpinan KPK menyambut baik berita pulihnya kondisi kesehatan Setya Novanto dan telah meninggalkan Rumah Sakit (RS) Premier Jakarta, Senin (2/10/2017) malam.

Wakil KPK Laode Muhamad Syarief mengungkapkan dengan membaiknya kondisi kesehatan Setya Novanto, pihaknya berharap Ketua DPR itu bisa menghadiri panggilan pemeriksaan dari penyidik.

“Ya, kalau sudah sehat itu kan lebih bagus. Jadi, kalau beliau sudah sehat, diharapkan apabaila misalnya diminta keterangan oleh KPK bisa hadir,” ujar dia, Selasa (3/10/2017) sebagaimana dikutip dari situs berita solopos.com.

Sejauh ini, sambungnya, KPK belum menentukan langkah apa yang akan diambil untuk kembali menjerat Setya Novanto terkait dugaan korupsi pengadaan e-KTP. Sembari melakukan telaah, KPK juga tengah menunggu salinan putusan praperadilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hingga sat ini, langkah yang diambil KPK adalah melakukan perpanjangan pencekalan ke luar negeri terhadap Ketua Umum DPP Partai Golkar itu. (Erwin/tempo.co/solopos.com)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer