Pemilik Situs Nikahsirri.com Ditetapkan Jadi Tersangka

Tim Redaksi

Lampung.co – Aris Wahyudi atau Aris Pemilik Situs Nikahsirri.com telah resmi menyandang status tersangka setelah dilakukan penyidikan terhadap kasus yang menyangkut UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi .

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan Jayamarta kepada detik.com,  “Yang bersangkutan sudah kami tetapkan sebagai tersangka ” Minggu (24/9/2017).

Adi mengatakan penangkapan dilakukan setelah timnya selesai melakukan patroli cyber “Di situs itu isinya mengandung konten pornografi dan menawarkan lelang perawan serta menyediakan jodoh,” kata Adi kepada JawaPos.com, Minggu (24/9).

Aris sendiri ditangkap oleh tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya setelah adanya informasi tentang  situs nikahsirri.com yang dikelola olehnya. Aris ditangkap polisi melalui  tim Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada pukul 02.30 WIB di kediamannya di Jl. Manggis  No A91 Rt 01 Rw 10 Kelurahan Jati Mekar Kota Bekasi. Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah  barang bukti dari rumahnya itu.

“Kini tersangka sudah dibawa ke Polda Metro Jaya guna proses sidik lebih lanjut. Nanti akan dikabari perkembangannya,” sambung Adi.

Diterangkan lebih lanjut oleh Adi bahwa pelaku telah menyadari dan mengakui kesalahannya yaitu membuat website nikahsirri.com yang mengandung unsur pornografi.

Dalam kasus ini tersangka yang bernama Aris akan dijerat dengan 2 pasal berlapis yakni UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan UU Pornografi.

Sementara itu proses penyidikan yang bertujuan  untuk mengumpulkan sejumlah informasi, penyidik Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus melakukan kerjasama dengan pihak Kemenkominfo RI dalam pengambilan data dari website nikahsirri.com itu.

Polisi masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengusut secara tuntas kasus yang melibatkan perdagangan perempuan dan anak melalui website ini.

Dikutip dari detik.com, ”Kami masih melakukan pemeriksaan intensif, untuk penahanan nanti ditentukan setelah gelar,” ujar Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Laporan sementara dari pihak kepolisian, motif  kasus ini adalah memperdagangkan perempuan dan anak yang semata-mata dilakukan  karena uang dan untuk meraih keuntungan ekonomi. “Jadi semata-mata uang,” tukas Adi. (Rezky/Detik.com/JawaPos.com)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer