Mantan Bupati Konawe Utara Lagi-Lagi Tersandung Kasus

Tim Redaksi

Lampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kediaman mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sulaeman yang terletak di Jalan Lumba Lumba, Kelurahan Lalolara, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Sunarto di Kendari pun membenarkan hal tersebut. “Benar bahwa personil kepolisian ditugaskan mengawal penyidik KPK dalam penyelidikan dugaan tindak pidana,” ucapnya seperti yang dilansir dari laman antaranews.com.

Diketahui bahwa tim penydidik dari KPK telah tiba di rumah mewah milik sang mantan Bupati Aswad Sulaeman sekitar pukul 11.00 Wita dengan menumpangi dua unit kendaraan roda empat dengan plat hitam.

Kendati demikian, informasi rinci mengenai penggeledahan di rumah mewah mantan Bupati Konawe Utara ini belum diperoleh secara rinci dari tim KPK. Kasus dan tindak pidana yang akan dibebankan padanya pun belum diketahui secara rinci.

Penggeledahan yang terjadi siang itu dilakukan oleh beberapa orang tim penyidik KPK yang mengenakan baju batik dan sebagian lainnya menggunakan baju putih dan celana hitam.

Para pengaman yang terdiri dari anggota polisi pun tak luput dari keikutsertaan untuk mengamankan penggelahan tersebut. Bahkan, anggota polisi ada yang datang dengan berseragam lengkap serta dilengkapi senjata.

Menurut kesaksian seorang bernama Amir (20), kediaman mantan bupati Aswad Sualeman ini lumayan sulit untuk diketahui karena pintu pagar rumah yang selalu saja tertutup. Amir mengakui bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memasukinya.

“Pak, hanya orang tertentu yang bisa berkunjung ke rumah itu. Pagarnya saja dua meter. Daun pintunya sangat mewah,” tutur Amir yang dikutip dari antaranews.com.

Sebelumnya, telah diketahui bahwa mantan Bupati Konawe Utara Aswad Sualeman ini pernah duduk di kursi pesakitan karena dugaan yang sama yakni kasus korupsi. Kasus yang mencuat dahulu yakni mengenai korupsi pembangunan kantor Bupati Konawe Utara.

Aswad Sulaeman dinyatakan bebas karena memang Hakim Pengadilan Tindak Korupsi di Kendari tidak menemukan bukti secara hukum bahwa sang mantan Bupati telah melakukan tindak pidana sebagaimana tuduhan yang dijatuhkan kepadanya. (Eca/antaranews.com)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer