Mangkir dari Sidang E-KTP, Setya Novanto Pilih Menghadiri Acara HUT Golkar

Tim Redaksi

Lampung.co – Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mengetuai serangkaian acara hari ulang tahun Partai Golkar yang ke-53 sejak kemarin. Jumat, 20 Oktober, hari ini, bertepatan dengan hari lahir partai berwarna kuning ini, Setya memimpin tiga acara sekaligus.

Jumat pagi, Setya menjadi pemimpin rombongan Golkar yang berziarah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Kemudian, ia hadir ke kantor Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat, untuk acara tasyakuran dan santunan kepada 2.000 anak yatim piatu.

“Kami sangat berterima kasih sekali ini merupakan kebangkitan Partai Golkar dalam ulang tahun yang ke-53. Tentu minta doa supaya semuanya bisa terkabul,” ujar Setya kepada wartawan di kantor DPP Golkar. Setelah acara tasyakuran itu, Setya bersama rombongan Golkar pergi ke Cirebon guna mengunjungi Pondok Pesantren KHAS Kempek.

Ini juga hari yang merupakan kali kedua Setya Novanto mangkir dari panggilan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal ia dipanggil untuk menjadi saksi dalam sidang kasus kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) dengan terdakwa Andi Narogong. Pada waktu sebelumnya Setya juga tidak menghadiri sidang yang dijadwalkan pada 9 Oktober silam dengan alasan sakit.

Sekjen Partai Golkar Idrus Marham mengaku memang meminta Setya hadir acara perayaan ulang tahun Golkar tersebut. Idrus beralasan tak etis apabila ketua umumnya tidak hadir dalam perayaan. Apalagi  kata Idrus, acara itu telah direncanakan sejak beberapa bulan lalu.

“Kami minta kepada Pak Setya Novanto berkonsentrasi di sini sesuai dengan jadwal kegiatan. Karena itu, tentu kegiatan-kegiatan lain, termasuk kehadiran di Tipikor, ya, kami minta supaya Pak Novanto bisa menunda pada lain kesempatan,” tutur Idrus.

Ia menyanggah ketika ditanya apakah mereka lebih megutamakan perayaan hari ulang tahun partai daripada sidang kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun tersebut. Idrus mengungkapkan sidang yang ingin menghadirkan ketua umumnya tersebut masih bisa digelar lain waktu.

“Bukan (lebih penting) begitu. Karena di sana (sidang Tipikor) kami berpikir masih bisa lain kesempatan, tapi kalau hari ulang tahun tanggal 20 Oktober, lewat, ya lewat,” ucapnya sebagaimana dikutip dari tempo.co. (Erwin/tempo.co)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer