Ini Profil Lengkap Rektor Impor Pertama di Indonesia

Rodi Ediyansyah

Keinginan pemerintah untuk mendatangkan rektor-rektor dari luar negeri ke Tanah Air akhirnya mulai terbukti.

Lampung.co – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memperkenalkan Jang Youn-cho sebagai rektor asing pertama yang masuk Indonesia.

Pria berkebangsaan Korea Selatan yang dipercaya pemerintah akan membantu membenahi pendidikan di Indonesia itu didaulat untuk memimpin kampus swasta, yakni Universitas Siber Asia.

Universitas Siber Asia merupakan perguruan tinggi berbasis daring yang diselenggarakan atas kerja sama Universitas Nasional (Unas) dengan dengan Hankuk University of Foreign Studies Korea.

Prof Cho telah tiba di Indonesia dan kemarin diperkenalkan langsung oleh di sela ajang Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2019 di Bali.

“Jadi, ini launching pertama kali rektor dari asing yaitu Mr Cho, sekarang dia menjadi rektor di Universitas Siber Asia,” kata Mohamad Nasir dikutip dari sindonews.com.

Lantas siapa sebenarnya Jang Youn-cho?
Dilansir Republika.co.id, jika melihat latar belakangnya Cho telah berpengalaman malang melintang di dunia pendidikan. Cho kembali ke Korea pada 1997 setelah tujuh tahun tinggal di AS.

Setelah krisis finansial pada 1997-1998, ia menjabat sebagai Vice Chairman of the Korean Accounting Standards Board, sebuah badan akutansi yang didirikan untuk proses transparansi di Korsel.

Keilmuannya mencakup valuasi dan analisis bisnis, termasuk akutansi internasional. Dia dinominasikan sebagai “Profesor Terbaik” selama tujuh tahun dari 10 tahun masa baktinya di Universitas Nebraskan-Lincoln.

Seperti dilansir sps.unas.ac.id, Cho merupakan profesor pendidikan online pertama di Korea. Cho membuat program siber MBA ketika menjabat sebagai dekan Graduate School of Business, Hankuk University.

Ia kemudian menjabat sebagai wakil presiden Hankuk University of Foreign Studies dan bertanggung jawab di bidang siber universitas. Cho kemudian menjabat di berbagai perusahaan, Aramco Korea-Saudi.

Setelah mundur pada 2017, dirinya punya misi untuk memberikan pengalamannya untuk mendorong pendidikan daring buat pemuda Indonesia.

Pendidikan
  • Hankuk University of Foreign Studies (Highest honor, B.A. in Public Adm.)
  • University of Texas at Arlington (Master of Professional Accounting)
  • University of Florida, Fisher School of Accounting, Ph. D. (Accounting)
Pengalaman
  1. 1987-1996 Assistant Professor, Tenured Associate Professor, University of Nebraska in Lincoln, School of Accountancy
  2. 1997-2017 Professor, Department of Business Administration, Hankuk University of Foreign Studies
  3. 1999-2000 Vice Chairman, Korea Accounting Standards Board (Full Time)
  4. 1999-2000 Member, Governmental Accounting Standards Board, Ministry of Finance and Economics
  5. 2001-2002 Editor: Korean Accounting Review
  6. 2004-2007 Member, Accounting Supervisory Committee, Financial Supervisory Services, Ministry of Planning & Finance
  7. 2006-2010 Dean, College of Business Administartion, Graduate School of Business, Hankuk University
  8. 2014-2017 Vice President of Hankuk University & Rector, Cyber University of Foreign Studies.

Mohamad Nasir mengharapkan kehadiran rektor asing tersebut dapat meningkatkan angka partisipasi kasar, mutu pendidikan menjadi baik, dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.

“Harapan saya karena ini Asia, mahasiswanya tidak saja dari Indonesia, dan ini ada permintaan mahasiswa bisa dari Asia Tenggara, Asia Barat, maupun Afrika. Mudah-mudahan bisa jalan,” harapnya. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer