fbpx
Connect with us

Lampung

Demam, Lifter Kelas Dunia Asal Lampung Trauma dengan Penyakit Ini

Published

on

Eko Yuli Irawan

Lampung.co – Eko Yuli Irawan, lifter andalan Indonesia di kelas 62 kg putra asal Lampung, yang pernah meraih medali perak di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, mengaku sempat demam satu hari ketika menjalani Pelatnas Asian Games 2018 cabang angkat besi di Pringsewu, Lampung.

Oleh sebab itu, Eko lebih berhati-hati dengan tidak terlalu memaksakan diri saat latihan termasuk lebih hati-hati dalam mengkonsumsi makanan.

Eko yang sempat terkena penyakit typus usai Test Event Asian Games 2018 lalu menceritakan, dirinya sempat mengalami demam satu hari saat Pelatnas di Pringsewu.

“Saya khawatir typus saya kambuh kemarin saya demam, tetapi setelah periksa dokter dan minum obat, Alhamdulillah sudah sembuh,” ujar dia, seperti dilansir Lampung.co dari Republika.co.id pada Kamis (19/4/2018).

Eko mengaku ada sedikit rasa trauma karena pernah terserang typus dan takut terjangkit penyakit itu lagi.

“Tapi ternyata hanya demam biasa bukan typus. Kini saya harus lebih hati-hati dalam latihan dan konsumsi makanan jangan sampai terserang lagi karena pelaksanaan Asian Games 2018 terus mendekat,” katanya.

Lifter peraih tiga medali Olimpiade secara beruntun ini, yakni Olimpiade 2008 Beijing (perunggu), Olimpiade 2012 London (Perunggu), dan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro (Perak), itu kini kondisinya masih 80 persen.

Eko tidak berani memaksakan diri untuk mencapai target angkatan. Saat ini ia fokus untuk target angkatan.

“Kami harapkan nanti saat Asian Games 2018 angkatan saya mencapai 145 kg untuk angkatan snatch dan 175 kg untuk angkatan clean and jerk. Saat ini saya masih 80 persen yakni angkat 125 kg dan 160 kg. Target saya dua pekan meningkat lima persen sehingga nanti sampai puncaknya saat Asian Games 2018,”ujarnya.

Meski sempat terkena typus dan kemarin terserang demam satu hari, Eko Yuli optimistis masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

“Masih cukup waktu, sebagai atlet kami selalu optimistis apalagi kali ini kami bermain di negara sendiri,” tuturnya.

Lifter yang bertekad masih bisa tampil di Olimpiade 2020 Tokyo ini mengaku alasan pindahnya ke Pringsewu. Selain suasana baru, juga mendapat ilmu baru bagaimana cara melatih lifter muda.

“Di Pringsewu Lampung merupakan pusat latihan untuk lifter muda, kami digabung untuk suasana baru dan bisa melihat bagaimana melatih lifter muda. Masukan bagi kami kalau nanti jadi pelatih,” jelasnya.

PB PABBSI selaku induk organisasi angkat besi memindahkan tempat latihan yang semula digelar di daerah Kwini Jakarta Pusat ke Pringsewu Lampung.

Sebelumnya angkat besi berencana training camp di Jepang, namun dibatalkan dan memutuskan pindah sementara ke Pringsewu Lampung.

Menurut Eko Yuli, kini semua lifter fokus untuk target latihan. Pasalnya, untuk uji coba waktunya sudah tidak memungkinkan.

“Apalagi bagi saya pribadi yang dalam kondisi kurang maksimal. Selain itu ajang internasional juga sepertinya belum ada dalam waktu dekat. Di pelatnas juga sudah bagus ada evaluasi tiga mingguan dan lifter pelatnas grafiknya meningkat terus.”

Eko Yuli menjadi tumpuan Indonesia meraih emas Asian Games 2018. Pasalnya, di kelas 62 kg ini tidak akan diikuti lifter dari Cina dan Khazakstan karena mendapat sanksi akibat penggunaan doping. Apalagi Asian Games 2018 kemungkinan menjadi Asian Games terakhir baginya.

Asian Games 2018 merupakan yang keempat bagi Eko Yuli. Pertama kali tampil di Asian Games 2006, ia hanya berada di peringkat enam.

“Pada 2010 dan 2014 saya meraih medali perunggu. Semoga di Asian Games 2018 ini saya dapat mempersembahkan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Eko. (*/rus)

 4,268 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Berita

Harga Pertalite di Lampung Hari Ini

Harga Pertalite di Lampung selalu menjadi perhatian bagi para pengguna kendaraan bermotor yang menggunakannya sebagai bahan bakar utama.

 211,766 kali dilihat,  14,680 kali dilihat hari ini

Published

on

Harga Pertalite di Lampung
Ilustrasi Harga Pertalite di Lampung | Foto: Ist.

Lampung dot coInfo Harian | Harga Pertalite di Lampung seringkali menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Hal ini tidak lepas dari perbedaan harga Pertalite dengan jenis bahan bakar lainnya, seperti Premium dan Pertamax.

Pertalite adalah salah satu jenis bahan bakar kendaraan yang saat ini semakin populer di Indonesia. Bahan bakar ini diklaim lebih ramah lingkungan dan juga memiliki performa mesin yang lebih baik.

Di Lampung sendiri, harga Pertalite selalu menjadi perhatian bagi para pengguna kendaraan bermotor yang menggunakannya sebagai bahan bakar utama. Apakah harga Pertalite di Bumi Ruwa Jurai stabil atau mengalami kenaikan?

Harga Pertalite di Lampung

Menurut informasi dari Pertamina, harga Pertalite di Lampung pada hari ini Rabu, 29 Maret 2023 ini sebesar Rp10.000 per liter. Harga ini sama dengan harga Pertalite di seluruh Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa harga Pertalite dapat berbeda di masing-masing daerah, tergantung dari faktor-faktor seperti biaya transportasi dan pajak.

Stabilitas Harga

Harga Pertalite di Lampung dapat dikatakan stabil dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun harga minyak mentah dunia cenderung fluktuatif, tapi tidak mempengaruhi harga dalam negeri.

Penyebab Kenaikan Harga Pertalite

Salah satu penyebab utama kenaikan harga Pertalite adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Seperti yang kita ketahui, harga minyak mentah dunia cenderung fluktuatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti produksi minyak di negara-negara produsen minyak besar, permintaan minyak global, dan faktor geopolitik.

Kenaikan harga minyak mentah dunia secara langsung mempengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, termasuk Pertalite. Hal ini disebabkan karena Pertalite adalah salah satu jenis BBM yang dijual dengan harga premium, yang dijual lebih mahal dibandingkan jenis BBM lainnya seperti Premium dan Solar.

Selain itu, kenaikan harga Pertalite di Lampung juga dipengaruhi oleh faktor permintaan dan pasokan. Jika pasokan Pertalite kurang dan permintaan tinggi, harga Pertalite akan naik. Hal ini terjadi ketika konsumsi kendaraan di Lampung meningkat, sementara pasokan Pertalite tidak seimbang dengan permintaan.

Dampak Kenaikan Harga Pertalite di Lampung

Kenaikan harga Pertalite berdampak pada banyak hal, terutama pada sektor transportasi dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Banyak kendaraan di Lampung yang menggunakan Pertalite sebagai bahan bakar utama, seperti mobil dan sepeda motor.

Kenaikan harga Pertalite akan berdampak pada kenaikan biaya operasional kendaraan-kendaraan tersebut. Hal ini tentu akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, karena biaya transportasi dan produksi barang di Lampung akan naik.

Selain itu, kenaikan harga Pertalite juga akan berdampak pada kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti listrik dan bahan bakar untuk memasak. Kenaikan harga Pertalite akan mempengaruhi harga bahan bakar untuk pembangkit listrik dan gas untuk memasak, yang dapat membuat harga kebutuhan sehari-hari menjadi lebih mahal.

 211,767 kali dilihat,  14,681 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Harga Solar di Lampung Hari Ini

Harga solar menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin menggunakan solar sebagai bahan bakar

 101,068 kali dilihat,  14,684 kali dilihat hari ini

Published

on

Harga Solar di Lampung
Ilustrasi Harga Solar di Lampung | Foto: Ist.

Lampung dot coInfo Harian | Harga solar di Lampung, seperti di tempat lainnya di Indonesia, seringkali menjadi perbincangan. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi harga solar yang seringkali terjadi secara tidak terduga.

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga solar di Lampung bisa bervariasi, mulai dari harga minyak mentah dunia, inflasi. Lalu persediaan solar di daerah tertentu, hingga kebijakan pemerintah. Di sisi lain, kenaikan harga solar bisa memengaruhi kebutuhan dan kegiatan masyarakat, khususnya di sektor transportasi dan industri.

Harga Solar di Lampung

Oleh karena itu, harga solar menjadi salah satu hal yang penting untuk diketahui bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang ingin menggunakan solar sebagai bahan bakar. Berikut harga solar di Lampung hari ini yang dikutip dari laman resmi mypertamina.id pada Rabu 29 Maret 2023.

Harga solar di Lampung hari ini adalah Rp 6.800/liter

Penyebab Kenaikan Harga Solar

Salah satu penyebab utama kenaikan harga solar adalah kenaikan harga minyak mentah dunia. Seperti yang kita ketahui, harga minyak mentah dunia cenderung fluktuatif dan dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti produksi minyak di negara-negara produsen minyak besar, permintaan minyak global, dan faktor geopolitik.

Kenaikan harga minyak mentah dunia secara langsung mempengaruhi harga solar di Indonesia. Hal ini disebabkan karena solar adalah produk turunan minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah dunia akan menyebabkan kenaikan harga produk turunannya, termasuk solar.

Dampak Kenaikan Harga Solar di Lampung

Kenaikan harga solar di Lampung berdampak pada banyak hal, terutama pada sektor transportasi dan industri. Banyak kendaraan di Lampung yang menggunakan bahan bakar minya (BBM) solar sebagai bahan bakar utama, seperti truk, bus, dan kapal. Kenaikan harga solar akan berdampak pada kenaikan biaya operasional kendaraan-kendaraan tersebut.

Hal ini tentu akan berdampak pada kenaikan harga barang dan jasa, karena biaya transportasi dan produksi barang akan naik. Selain itu, kenaikan harga solar juga akan berdampak pada sektor industri yang menggunakan solar sebagai bahan bakar untuk mesin-mesin produksinya.

Kenaikan biaya produksi akan berdampak pada kenaikan harga produk yang dihasilkan. Hal ini dapat membuat produk-produk tersebut menjadi lebih mahal, dan dapat mengurangi daya saing industri Lampung di pasar global.

Kesimpulan

Harga solar sangat berpengaruh pada sektor transportasi dan industri, yang dapat mempengaruhi harga barang dan jasa. Berkaitan dengan itu juga, daya saing industri Lampung di pasar nasional global juga dipengaruhi oleh harga barang dan jasa.

 101,069 kali dilihat,  14,685 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

 5,145,242 kali dilihat,  1,219 kali dilihat hari ini

Published

on

BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) | Foto: Ist

Lampung dot co Info Harian | Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung termasuk perkiraan cuaca hari ini Bandar Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca. Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya. Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung, Rabu 29 Maret 2023:

Pagi hari : berpotensi hujan di wilayah Lamtim, Mesuji, Lamteng, Lampura, Way Kanan, Tuba, Tubabar.
Siang-sore hari : diprakirakan berpotensi hujan di sebagian besar wilayah Lampung.
Malam hari : diprakirakan berpotensi hujan di Metro, Lamteng, Lampura, Way Kanan, Tuba, Mesuji, Tubabar.
Dini hari : diprakirakan berpotensi hujan di wilayah di Mesuji, Tuba, Tubabar, Lamteng, Way Kanan, Lampura, Lamtim, Metro.

Suhu udara : 23,0 °C – 32,0 °C. Untuk wilayah barat Lampung 16,0 °C – 30,0 °C.
Kelembapan udara : 60 – 100 %.
Angin : Barat – Utara dengan kecepatan 03 – 13 knots (5 – 25 Km/Jam).

Peringatan Dini : Waspadai potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Lambar, Pesibar, Tanggamus, Balam, Pesawaran, Lamsel, Lamtim pada siang dan sore hari. Dan di wilayah Way Kanan, Lampura, Mesuji, Tuba, Tubabar, Lamteng, Metro pada dini hari.

Sumber: Prakirawan BMKG Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-790-1188 segera.

 5,145,243 kali dilihat,  1,220 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca