fbpx
Connect with us

Hukum

Cara Kerja dan Tips Hindari Kejahatan Skimming ATM

Published

on

Kejahatan Skimming ATM

Lampung.co – Kejahatan perbankan berupa pengurasan uang nasabah di ATM melalui metode skimming kian marak. Pelakunya sebagian besar warga negara asing (WNA).

Kejahatan dengan metode ini sebenarnya bukan hal baru. Namun banyak nasabah yang menjadi korban kejahatan skimming baru-baru ini, membuat resah. Uang di ATM hilang tiba-tiba tanpa jejak.

Skimming adalah aktivitas yang berkaitan dengan upaya pelaku untuk mencuri data dari pita magnetik kartu ATM/debit secara ilegal untuk memiliki kendali atas rekening korban.

Modus operasinya adalah meng-kloning data dari magnetic srtripe yang terdapat pada kartu ATM milik nasabah.

Komplotan penjahat pembobolan ATM dengan skimming diketahui sebagian besar warga asing setelah anggota Subdit Resmob Polda Metro Jaya menangkap tiga WNA asal Rumania dan satu WNA dari Hungaria pekan ini.

Tiga WNA Rumania itu berinisial CAS (27), RK alias LM (27), IRL (28) dan satu asal Hungaria inisial FH (26).

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Priyono menyebut, selain empat WNA itu, pihaknya juga mengamankan WNI berinisial MK (30). Kelimanya ditangkap di tempat berbeda.

“Ada tiga lokasi ya (penangkapan) di Serpong dan satu di NTB di Lombok,” kata AKBP Aris Priyono, seperti dilansir Liputan6.com Jumat (16/3/2018).

Selain mengamankan pelaku, polisi juga megamankan puluhan barang bukti terkait kejahatan skimming.

“Ada sekitar seribuan kartu ATM yang telah diisi dengan data curian dan alat untuk membuat Skimmer,” ujar Aris.

Dia mengungkapkan, kelima tersangka terhitung sudah hampir setahun menjalankan aksinya. Para WNA itu datang ke Indonesia menggunakan visa turis.

Aris mengatakan, penyidik saat ini tengah mendalami kaitan lima orang ini dengan pelaku-pelaku lain. Sebab bukan tidak mungkin para pelaku memiliki kelompok atau jaringan yang beroperasi di Indonesia.

“Masih diselidiki apakah ada hubungan dengan kasus skimming yang sebelum-sebelumnya,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kelima pelaku diketahui telah menyebar alat skimmer ke kota-kota besar di Indonesia. Juga muncul dugaan ada pelaku lain yang ikut membantu memasang alat skimming.

Cara Pembobol Kuras Isi ATM Nasabah

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta, Sabtu 17 Maret 2018 mengungkapkan, kelompok penguras ATM di Indonesia dengan metode skimming ternyata terbagi menjadi tiga bagian sesuai perannya.

Bagian pertama adalah kelompok yang menyediakan alat skimming, mulai dari software, hardware, serta kamera.

“Yang pertama adalah kelompok penyedia alat, kemudian melalui alat skimming dimasukkan dan alat ini berasal dari luar negeri dan dimasukkan ke dalam negeri,” ucap Nico di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu.

Bagian kedua berperan untuk memasang alat-alat tersebut di beberapa ATM yang ‘aman’.

“Mereka juga melihat situasi jam dengan menentukan sasaran sampai akhirnya alat ini dipasang,” ujar Nico.

Bagian ketiga memiliki peran untuk mengambil uang nasabah yang kemudian ditransfer ke milik mereka.

“Setelah mendapatkan data yang terambil dari ATM tertentu yang sudah dipasang alat, kemudian mereka memindahkannya,” kata Nico.

Dia menuturkan, komplotan ini telah melakukan aksinya sejak Oktober 2017. Mereka beraksi di beberapa lokasi di Indonesia dan telah membobol 64 bank, termasuk BRI, BNI, BCA, dan Bank Mandiri.

“Jadi TKP-nya itu ada di Bali kemudian di Lombok dan ada di Jakarta serta Yogya, jadi mereka keliling Indonesia dan berpindah-pindah, sehingga menyulitkan untuk dilacak,” tutur Nico.

Adanya laporan dan kerja sama dari pihak perbankan, Polri akhirnya berhasil menangkap kelompok penjahat skimming ini. Para pelaku ditangkap pada waktu dan di tempat berbeda.

Lokasi pertama di De Park Cluster Kayu Putih Blok AB6 No 3 Serpong. Kedua, di Bohemia Village 1 No 57 Serpong. Ketiga, di Hotel Grand Serpong. Keempat, lokasi terakhir, yakni di Hotel De’Max, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Komplotan ini memindahkan uang hasil kejahatannya ke bentuk uang virtual atau bitcoin. Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan kelima tersangka.

“Ketika mengambil uang, mereka jarang diambil cash, semuanya hampir polanya ditransfer. Kemudian setelah ditransfer, ada sebagian yang dipindahkan ke bitcoin,” ucap Nico.

Langkah ini dilakukan penjahat skimming untuk mempersulit penyidikan. Namun, atas informasi yang didapatkan, para pelaku berhasil dibekuk. Untuk uang cash, Polri menyita Rp 70 juta.

Uang cash itu biasanya digunakan komplotan penjahat itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti biaya makan dan hotel.

Polri pun dibantu oleh Bank Indonesia dan Interpol untuk melacak apakah ada uang hasil skimming ATM yang dilarikan ke luar negeri.

Tips Menghindari Kejahatan Skimming

Hingga saat ini kepolisian masih terus memburu dan mengungkap kasus kejahatan ini. Sebab, diduga pelaku lainnya masih berkeliaran.

Karena itu, nasabah harus waspada dan berhati-hati ketika bertransaksi di ATM agar tidak menjadi korban kejahatan skimming. Apa saja yang harus dilakukan agar tidak menjadi korban?

Polda Metro Jaya memberikan beberapa tips agar terhindar dari kejahatan skimming, berikut tipsnya:

  1. Menutup tombol pin ATM.
  2. Melaporkan ke polisi jika menemukan beberapa alat yang tidak biasa di ATM.
  3. Memperhatikan sekitar. Beritahu petugas keamanan apabila ada orang di dalam ATM dalam waktu sangat lama. Nasabah biasanya hanya memerlukan waktu kurang dari 5 menit untuk transaksi noncash di dalam ATM.
    “Kalau tidak ngambil uang cash, tidak sampai 5 menit kira-kira, parameternya itu. Kalau orang lebih dari 2-3 menit dari ATM perlu didatangi,” kata Kombes Nico.
  4. Melapor ke petugas keamanan jika merasa terganggu seperti tidak mulus saat memasukkan kartu ATM.
  5. Hindari ATM yang berada di tempat sepi dan tidak ada petugas keamanan yang berjaga.
    Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengungkapkan, biasanya mesin ATM yang jadi sasaran pelaku skimming ini berada di lokasi yang sepi.
    Seperti diketahui, mesin ATM tidak selalu berada di lokasi keramaian seperti di pusat perbelanjaan ataupun di pinggir jalan.
    “Lalu yang kedua, misalkan dari satu tempat itu satpam atau petugas keamanannya hanya satu orang,” kata Nico di Polda Metro Jaya.
  6. Tidak memberikan data pribadi atau kode One Time Password (OTP) Bank kepada orang lain.

“Kalau ada OTP dan tidak melakukan transaksi, tolong diabaikan. Itu yang paling penting. Karena OTP itu ibaratnya pagar untuk tidak membolehkan traksaksi itu berjalan,” kata Pengawas dari Bank Indonesia, Eva.

Dia juga mengingatkan perlunya menutup dengan tangan saat transaksi di ATM. Eva juga mengimbau masyarakat untuk semakin waspada dan menjaga lingkungan sendiri, salah satunya ketika melihat orang mencurigakan di lokasi ATM.

“Ayo kita saling aware, kadang-kadang juga saya melihat banyak orang tidak peduli, jadi mari kita sama-sama untuk menjaga karena kemungkinan juga kita yang kena,” ujar Eva. (Net/Rus)

 5,708 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita

KPK Kembali Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Suap Unila, Zulkifli Hasan Menyusul?

Dari 23 nama mahasiswa itu, diduga ada titipan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto.

 18,590 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Published

on

Zulkifli Hasan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan | Foto: Ist.

Lampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan memeriksa 4 saksi terkait perkara dugaan suap mahasiswa baru jalur mandiri Unila yang menyeret Karomani CS pada Kamis (8/12/2022).

Hal itu diungkap Kabag Pemberitaan KPK RI, Ali Fikri. Dia mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan.

“Pemeriksaan atas nama Ir. H. Harwoto karyawan BUMD, Napli Sulaiman wiraswasta, Maulana Mukhlis PNS dan Ema Misriana ibu rumah tangga,” kata dia melalui keterangan tertulis.

Diketahi, sejumlah pejabat negara disebut-sebut turut menitipkan maba ke Rektor Unila Karomani. Hal ini terungkap dalam persidangan terdakwa Andi Desfiandi yang digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (30/11/2022) lalu.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menampilkan 23 nama mahasiswa yang dititipkan melalui Rektor Unila, Karomani. Dari 23 nama mahasiswa itu, diduga ada titipan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan Utut Adianto.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, pihaknya akan mendalami dugaan keterlibatan pejabat negara terkait penitipan mahasiswa baru (maba) di Universitas Negeri Lampung (Unila) tersebut.

“Kami sungguh mengapresiasi setiap informasi apakah itu berkembang dalam penyidikan atau ada pihak yang kita panggil utnuk didengar keterangan, ataupun keterangan yang muncul dalam persidangan,” kata dia, Kamis (8/12/2022).

“Tentu kedeputian penindakan mendalami setiap informasi dan keterangan. Tinggal kita nilai apakah keterangan tersebut merupakan suatu keterangan saksi yang dapat mengungkap suatu perkara, termasuk juga hasil di persidangan,” tandas Firli.

Sebelumnya, KPK juga telah memeriksa Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Anggota DPR RI Aryanto Munawar, dan PNS Bustomy. Ketiganya akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan Rektor nonaktif Unila Karomani dan tersangka lainnya. (*)

 18,591 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Derita Anak PMI di Lampung Tengah: Digauli Ayah Tiri Tiap Malam

EF terus memaksa T melayani birahinya setiap malam sejak tahun 2017 hingga 2022 selama Ibu korban bekerja di luar negeri.

 8,658 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Kasus Asusila
Ilustrasi Kasus Asusila | Foto: Ist.

Lampung.co – Lagi-lagi anak pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi korban kekerasan seksual. Kali ini seorang ayah tega mencabuli anak tirinya sejak tahun 2017 hingga 2022 selama Ibu korban bekerja di luar negeri.

Pelaku berinisal EF (42), warga Kampung Sidodadi, Kecamatan Bandar Surabaya, Kabapaten Lampung Tengah itu diciduk petugas jajaran Polsek Seputih Surabaya kediamannya, Selasa (6/12/2022) sekira pukul 17.00 WIB.

“Kini pelaku EF berikut barang bukti berupa pakaian korban telah diamankan di Mapolsek Seputih Surabaya, guna penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,” kata Kapolsek Seputih Surabaya, Iptu Y. Budi Santoso kepada media, Kamis (8/12/2022).

Budi menjelaskan, perbuatan bejat pelaku terhadap korban T (15) telah berlangsung sejak korban masih duduk di bangku SMP hingga SMA. Kejadian itu bermula ketika ibu korban memutuskan pergi bekerja ke Negara Taiwan sejak 2017 lantaran kebutuhan ekonomi keluarga.

Alih-alih menjaga sang anak, pelaku justru tak mampu menahan nafsu bejatnya setelah ditingga sang istri, lalu melampiaskannya dengan merudapaksa korban yang masih di bawah umur hingga berulang kali.

Sejak saat itu, EF terus memaksa T melayani birahinya setiap malam. Untuk memuluskan aksi bejatnya, pelaku mengancam korban dengan tidak akan disekolahkan jika tidak menuruti permintaan pelaku.

“Korban yang sempat menolak tidak bisa berbuat apa-apa, karena pelaku terus memaksa,” ujar Kapolsek dipetik dari IDN Times Lampung.

Lantaran tak tahan lagi menjadi korban pemerkosaan selama bertahun-tahun oleh sang ayah tiri, gadis malang itu kemudian memberanikan diri menelepon ibunya dan menceritakan semua kejadian tersebut.

“Kemudian ibu korban ini langsung menghubungi kakaknya yang berada di Kota Metro dan meminta untuk menemui putrinya,” imbuh Budi.

Usai mendapat kabar dari ibu korban, sang paman langsung menjemput T dan mendampinginya melayangkan laporan polisi ke Mapolsek Seputih Surabaya pada hari Selasa (6/12/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.

Tak butuh waktu lama dan hanya hitungan jam, EF berhasil ditangkap dikediaman tanpa perlawanan. Kapolsek Seputih Surabaya, Iptu Y. Budi Santoso menegaskan, pelaku dikenai hukuman pidana atas persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Ganjaran bagi pelaku pencabulan anak dibawah umur

Perbuatan pencabulan anak dibawah umur diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 76D.

Pada 76D tersebut dijelaskan bahwa pelaku pencabulan adalah orang yang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

Untuk ancaman pidana terhadap pelaku kasus pencabulan seperti yang dilakukan oleh pelaku NS itu termaktub dalam pasal 81 yang berbunyi sebagai berikut:

(1) Setiap orang yang melangggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp. 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain (Pasal 76E).

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1. (*)

 8,659 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Di Akhir Jabatan Sebagai Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus Diperiksa KPK

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama Aruanto Munawar anggota DPR RI, Bustomy PNS, Parosil Mabsus Bupati Lampung Barat,”

 4,699 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Parosil Mabsus
Parosil Mabsus | Foto: Ist.

Lampung.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung (Unila) tahun akdemik 2022. Dalam mengusut kasus ini tim penyidik KPK kembali memeriksa tiga saksi.

Mereka adalah Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Anggota DPR RI Aryanto Munawar, dan PNS Bustomy. Ketiganya akan dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan Rektor nonaktif Unila Karomani dan tersangka lainnya.

“Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama Aruanto Munawar anggota DPR RI, Bustomy PNS, Parosil Mabsus Bupati Lampung Barat,” ujar Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (7/12/2022).

Sebelumnya, sejumlah pejabat tinggi di Lampung mulai dari Anggota DPR RI, Bupati hingga politisi senior diperiksa KPK terkait perkara penerimaan mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila) tahun 2022 pada Rabu (23/11/2022).

Bahkan politisi yang juga pengusaha bos Tegal Mas Thomas Aziz Riska ikut terseret dan diperiksa dalam kasus tersebut. Politisi senior Lampung M. Alzier Dianis Thabranie termasuk yang diperiksa KPK hari ini.

Selain itu, Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dapil Lampung I Muhammad Kadafi. Selanjutnya, Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad dan Bupati Lampung Timur M. Dawam Raharjo.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi. “Pemeriksaan terkait penerimaan calon mahasiswa baru pada Universitas Lampung tahun 2022, untuk tersangka Karomani dkk,” kata Ali Fikri.

Diketahui, Bupati Lampung Barat yang saat ini dijabat Parosil Mabsus telah dijadwalkan akan diganti penjabat bupati oleh Gubernur Arinal Djunaidi di Balai Keratun pada hari Minggu (11/12/2022) mendatang.

“Jabatan Parosil dan wakilnya akan berakhir pada 11 Desember 2022, maka kita jadwalkan pelantikannya pada hari Minggu, tanggal 11 Desember,” ujar kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Lampung Qodratul Ikhwan. (*)

 4,700 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca