Menu

Muslimat NU Sosialisasikan Cerdas Memilih Pangan Anak Dan Bijak Menggunakan SKM

  Dibaca : 111 kali
Muslimat NU Sosialisasikan Cerdas Memilih Pangan Anak Dan Bijak Menggunakan SKM
Talkshow Muslimat NU Lampung dengan tema Cerdas Memilah Pangan Sehat dan Bergizi serta Bijak Menggunakan SKM | Foto: Yoga Pratama/Lampung.co

Lampung.co – Hari ini, (Kamis, 29/08/3018) PP Muslimat NU menyelenggarakan edukasi gizi untuk masyarakat dalam kegiatan “Sosialisasi Cerdas Memilih Pangan Anak dan Bijak Menggunakan Susu Kental Manis” di Lampung.

Disampaikan Ketua Harian Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia Arif Hidayat dalam kegiatan sosialisasi ini hadir sebagai pembicara Dr. Lusi Darmayanti, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat.

Selain itu juga Dinas Kesehatan Prov. Lampung, Dra. Syamsuliani, Apt.MM, Kepala Balai BPOM Lampung, Dra.Hj. Susiyati, PP Muslimat NU PW Lampung dan dirinya.

Menurut Arif Hidayat, sbagaimana diketahui, kebanyakan ibu zaman now ingin memberikan yang terbaik untuk anak.

Namun, disamping itu kebiasaan ibu zaman now semuanya serba instan dan praktis sehingga tidak berpikir kritis.

“Salah satunya adalah penggunaan susu kental manis yang dianggap sebagai minuman bergizi untuk anak. Cara menyeduh yang praktis dan harga yang juga ekonomis menjadi alasan ibu saat memilih produk ini,” kata dia.

Padahal, menurutnya, susu kental manis adalah produk yang hanya boleh digunakan untuk tambahan bahan makanan dan topping.

Diketahui, PerBPOM No 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan melarang penggunaan susu kental manis dianggap sebagai minuman tunggal.

Terdapat 2 pasal yang mengatur susu kental manis dalam peraturan tersebut, yaitu: pasal 54 butir 1 dan pasal 67 butir w dan x.

Pasal 54 memuat kewajiban produsen mencantumkan tulisan berbunyi:
“Perhatikan!
Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu
Tidak cocok untuk bayi sampai usia 12 bulan
Tidak dapat digunakan sebagi satu-satunya sumber gizi”.

Sementara pasal 67 butir W memuat larangan berupa pernyataan/visualisasi yang menggambarkan bahwa susu kental dan analognya disajikan sebagai hidangan tunggal berupa minuman susu.

Butir X memuat larangan pernyataan/visualisasi yang semata-mata menampilkan anak dibawah usia 5 (lima) tahun pada susu kental dan analognya.

Sebelumnya, gerakan bijak menggunakan susu kental manis juga telah disosialisasikan oleh Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), komunitas yang peduli pada kesehatan masyarakat.

“KOPMAS mensosialisasi gerakan bijak menggunakan SKM di Car Free Day, Monas, Jakarta, bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018,” kata Arif.

Hadir pada acara itu sekitar 300-an ibu-ibu yang membubuhkan tanda-tangan sebagai tanda mereka mendukung gerakan tersebut.

Ketua KOPMAS ini juga mengatakan, gerakan ini akan disosialisasikan ke desa-desa pelosok, mengingat masih banyak ibu-ibu di pelosok yang belum mengetahui bahwa SKM bukan produk susu.

Saat ini dilokasi acara di Gedung SKB BP Paud dan Dikmas Lampung, tengah dipadati ibu ibu dari Muslimat NU Lampung. (goy)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional