Musisi Angklung Jalanan Dipalak Satpol PP Bandar Lampung, Begini Kehidupan Mereka

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Oknum petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandar Lampung diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap musisi angklung jalanan yang bermain di beberapa titik lampu merah di Bandar Lampung.

Aksi Pungli itu terungkap setelah video yang merekam ulah oknum Satpol PP itu viral di media sosial. Dalam video tampa oknum tersebut menunggu di dalam mobil saat para pengamen memberikan uang.

Dalam video tampak seorang pengamen angklung mengambil sejumlah uang dari dalam plastik hasil ngamen dari pagi hingga sore. Lalu diberikan kepada Satpol PP yang telah menunggu di dalam mobil bernomor polisi BE 1259 BN.

Dalam video yang beredar itu, terdengar suara sang perekam yang kesal dengan ulah oknum tersebut. “Nih ya kita orang (kami) panas-panasan ngamen main angklung dipintai uang sama Satpol PP, maksudnya apa ini,” kata perekam.

Perekam video yang diketahui bernama Jen menyebutkan para oknum tersebut kerap kali datang untuk meminta jatah setoran setiap bulannya sebesar Rp300 ribu kepada beberapa kelompok musisi jananan serupa yang tersebar di Bandar Lampung.

Namun untuk grup Jen hanya mampu memberi Rp100 ribu. “Kalau dari beberapa cerita teman-teman, mereka itu minta jatah setiap bulannya sebesar Rp300 ribu. Karena keberatan akhirnya jadi Rp100 ribu setiap bulannya,” ujarnya.

Diancam Satpol PP

Jen mengaku mendapatkan ancaman dari oknum petugas Satpol PP jika tidak memberikan uang setoran setiap bulannya. Para musisi angklung jalanan di Bandar Lampung diancam akan diangkut paksa jika tidak memberikan setoran.

“Susah kalian nanti kalau tidak ada setoran,” kata Jen menirukan bahasa oknum Pol PP dikutip dari detikSumut.

Dia menyebut ada 6 grup angklung di beberapa lampu merah, setiap grup dimintai Rp 300 ribu. “Kami nggak sanggup kalau segitu, akhirnya jadi Rp 100 ribu perbulan. Mereka ini bilang kalian tanggung sendiri resiko, alat kami angkut kalau nggak setor,” imbuhnya.

Karena mendapat ancaman, para musisi angklung itu akhirnya memberikan setoran setiap bulannya kepada oknum Satpol PP. “Teman-teman ini takut dari pada nggak ada pekerjaan dan nggak bisa makan, akhirnya ya itu nyetor terus tiap bulannya,” jelasnya dia.

Pihaknya berharap ada tindakan tegas dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terhadap oknum-oknum Pol PP yang nakal. “Zaman lagi susah, saya berharap mereka diberikan sangsi tegas. Kasian kami yang mencari uang sekaligus menghibur malah di palakin gini,” tandasnya.

Tak selamanya untung

Sebelumnya, Lampung.co pernah mewawancarai salah satu grup musisi angklung jalanan yang ada di Kota Bandar Lampung. Saat itu para musisi ini menarik perhatian kami, mereka tak seperti pengamen pada umumnya. (Baca: Musisi Angklung Jalanan: Kadang Personil Nombok)

Bagi musisi angklung jalanan, selain menghibur, juga menjadi ladang untuk memperoleh pundi-pundi rupiah. “Ini mata pencarian pokok seluruh personil,” kata Burhan, salah satu personil musik angklung di Jalan Jendral Sudirman, Bandar Lampung, kepada Lampung.co, Minggu (17/1/2021) silam.

Burhan menerangkan, alat musik yang mereka gunakan bukan milik pribadi atau personil, melainkan didapat dengan menyewa. Selain grupnya, terdapat beberapa kelompok lain yang tersebar di wilayah Kota Bandar Lampung. “Kami bagi tempat biar tidak rebutan,” uangkapnya.

Dari bermain alat musik ini, kata dia, personil memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun tak jarang para pemain ini justru ganti rugi karena pendapatannya tidak mencukupi untuk membayar sewa alat musik.

“Kadang kalau hujan juga enggak dapet uang, personil nombok,” tandas Burhan. (doy)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer