Mengulik Kehidupan Masyarakat Petobo Sebelum ‘Ditelan Bumi’

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Petobo merupakan salah satu kelurahan di kecamatan Palu Selatan, Kota Palu ini merupakan sebuah kawasan padat penduduk.

Kehidupan masyarakatnya pun tak menunjukan hal berlebihan, pagi hari mayoritas penduduknya yang berprofesi sebagai petani mulai bergegas menuju lahan pertanian.

Beberapa juga mulai menyusun batu bata membuat bangunan, ada pula yang bersiap kepasar guna berdagang, mencitrakan kehidupan normal wilayah pinggiran kota Palu.

Namun saat mulai ditelisik lebih dalam ada yang berbeda dengan wilayah ini, menjelang malam, kehidupan warganya mulai berubah.

Sebagian besar para pemuda sudah nongkrong di beberapa sudut desa dengan botol air mineral berisi minuman keras tradisional khas kota Palu.

Beberapa gelanggang perjudian mulai beroperasi, remaja-remaja putri mulai melukis wajahnya seelok mungkin bersiap menyambut teman-teman pria.

Maraknya perjudian, minum-minuman keras, hingga lokalisasi kecil-kecilan menjadi sisi gelap kehidupan malam daerah Petobo.

Demikian Muhammad Randi (27) seorang warga setempat menceritakan kondisi kehidupan di daerah yang diterjang bencana likuifaksi ini.

“Wilayah ini memang terkenal seperti itu, bahkan disiang hari terkadang ada sabung ayam,” ujarnya kepada Lampung.co, Kamis (25/10/2018) lalu.

Beberapa kegiatan gelap Petobo memang tak lepas dari ulah oknum sekelompok masyarakat, kehidupannya yang asri tercoreng oleh perilaku oknumnya demi kepuasan sesaat yang melewati batas.

Saat ini, sebagian wilayah Petobo sudah bergeser bergerak ratusan meter menyisakan puing-puing dan sebagiannya masuk jauh kedalam perut bumi.

Likuifaksi telah mengubur ribuan manusia beserta harta bendanya. Trauma mendalam bagi korbannya yang masih hidup. (kno)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer