Menu

Mengaku Lupa, Keterangan Nanang Ermanto Berbeda Dengan BAP

  Dibaca : 125 kali
Mengaku Lupa, Keterangan Nanang Ermanto Berbeda Dengan BAP
Nanang Ermanto (kanan belakang) | Foto: Ist.

Lampung.co – Terkait kasus korupsi Bupati Lampung Selatan, saat menjabat Wakil Bupati, Nanang Ermanto mengakui pernah menerima aliran uang mencapai sekitar Rp 480 juta.

Nanang Ermanto menerima sejumlah uang tersebut dari Agus Bhakti Nugroho, anggota DPRD Lampung non aktif, Syahroni Kabid Dinas PU PR Lamsel.

Selain itu juga dari Hermansyah Hamidi (mantan Kadis PU PR Lamsel), dan Anjar Asmara (mantan Kadis PU PR Lamsel).

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi saksi sidang perkara dugaan korupsi fee setoran proyek di Dinas Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat Lampung (PU-PR), Senin (14/1/2019) lalu.

Nanang mengaju jumlah uang yang ia terima kurun waktu 2017-2018 mencapai Rp 480 juta dan uang tersebut sudah ia kembaikan ke KPK.

Akan tetapi pengakuan Nanang terkait jumlah total uang yang diterima sebesar Rp 480 juta, menjadi pertanyaan Jaksa Penuntut Umum.

Karena berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), jumlah total uang yang diterima Nanang selama 2017-2018 mencapai Rp 960 juta.

JPU menjelasakan tahun 2017, Nanang Ermanto menerima uang total Rp 510 Juta, berasal Syahroni, Agus Bhakti Nugroho, dan Hermansyah Hamidi.

Sedangkan tahun 2018 total uang yang diterima Nanang mencapai Rp 450 juta berasal dari ABN dan Anjar Asmara.

“Jadi saya bacakan ini di BAP, tahun 2017 saudara saksi menerima uang dari Syahroni, ABN, dan Hermansyah Hamidi, totalnya Rp 510 Juta dan tahun 2018 saudara saksi menerima uang dari ABN dan Anjar dengan total Rp 450 Juta,” ujar JPU Subari Kurniawan.

Dari kesaksiannya, Nanang banyak mengaku lupa dan tidak tahu terkait berapa jumlah pasti uang yang sudah ia terima, selama kurun 2017-2018.

Yang dia ingat, hanya menerima sebesar Rp 480 juta, dan sudah ia kembalikan ke KPK. Ditambah uang yang sudah disita KPK dari tasnya.

“Saya tidak pernah catat, saya lupa, saya ingat totalnya itu Rp 480 juta, saya sudah kembalikan ke KPK. Ditambah uang disita di KPK, jumlahya saya tidak lupa,” ujar Nanang. (*)

Iklan Baris

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional