fbpx
Connect with us

Bandar Lampung

Masyarakat Pesisir Bandar Lampung Jarang Makan Daging

Published

on

Lampung.co – Di Bandar Lampung masih ada banyak masyarakat pra sejahtera. Hal ini berdasarkan penelusuran Lampung.co dalam beberapa hari terakhir.

Setelah melakukan penelusuran di kawasan kampung sekitar lokalisasi Panjang, Bandar Lampung, kali ini Lampung.co menelusuri kawasan di daerah pesisir lainnya, yakni, Kampung Gubro Sero, Kelurahan Kangkung, Kecamatan Bumiwaras, Bandar Lampung.

Di sana, Lampung.co berbincang dengan beberapa masyarakat, terlebih mengenai fenomena sulitnya masyarakat menikmati daging.

Apalagi, dalam waktu dekat, umat muslim dibelahan dunia, termasuk Indonesia, dan Provinsi Lampung akan memasuki hari raya idul adha.

Diceritakan masyarakat setempat, Dedek Vitria (36), anak almarhum Ketua RT di Kampung Gubug Sero, mengungkapkan, di sekitar masyarakat pesisir ini jangankan makan daging, untuk membeli beras saja masih kesulitan.

Maka dari itu, kata dia, di wilayahnya tersebut masuk dalam garis merah kawasan kumis (kumuh dan miskin).

“Di sini banyak masyarakat pra sejahteranya mas. Bahkan, kawasan pesisir ini kan sudah garis meras sebagai kawasan kumis atau kawasan kumuh dan miskin,” terangnya.

Menurutnya, kurang lebih masyarakat ada 300 kepala keluarga (KK).

“Bahkan lebih mas. Sebab, ada nih rumah ukuran 3 x 4 bisa berisi 4 kepala keluarga,” terangnya miris.

Jangankan daging di hari-hari biasa, menikmati daging pada hari qurban saja masih sangat sulit. Bahkan, setiap dapat daging untuk kawasan tersebut sekitar 25 kg itu hanya bisa dibagikan ke 50 KK.

“Bahkan kalau ada pun kurang dari 1/2 kg, bahkan 1/4 kg. Jadi masih ada banyak sekali masyarakat yang tidak mendapatkannya,” kata dia.

Diceritakannya, masyarakat setempat rata-rata mata pencariannya adalah nelayan. Setiap pulang melaut selalu dibawakan ikan oleh juragannya.

Namun, kata dia, ikan itu sangat jarang dikonsumsi. Yang ada, lanjutnya, ikan tersebut dijual, dan uang hasil jual ikan itu untuk membeli beras dan sayur.

“Nah, kalau di antara hari raya idul fitri sampai idul adha jatuhnya itu bulan apit mas. Di bulan apit itu ikan sulit didapat. Jadi warga makin susah, ikan pun sulit,” kata dia.

Senada disampaikan Mariyana (30). Seorang ibu rumah tangga yang tingga di rumah ukuran 1,3 meter x 5 meter. Ukuran yang sangat sempit. Terlebih di dalam tersebut terdapat 10 orang.

Rumah kecil memanjang dan di atas rumahnya terdapat sarang burung. Bahkan, hampir rapuh milik tetangganya. Sungguh miris dan sangat membahayakan.

Mariyana dan keluarganta hidup jauh dari kata kecukupan. Suaminya nelayan pun tak selalu pulang dengan hasil yang banyak. Terlebih ikut orang saat melaut.

Ia bercerita, tentang hal yang sama, jangankan untuk membeli daging, untuk membeli beras saja sulit.

“Selama ini karena rumah kita dekat dengan Pak RT. Jadi kalau qurban dapat daging, kita masih disisahkan. Tapi kalau Pak RT tidak dapat, ya tidak makan daging juga kita mas,” terangnya.

Menanggapi situasi seperti itu, Lampung.co mencoba mengkonfirmasi ACT Lampung. Hermawan, selaku Marketing Komunikasi ACT Lampung mengatakan, bahwa sebenarnya pihaknya memiliki program qurban progresif.

Masyarakat menurutnya bisa menyalurkan amanah kepada ACT Lampung untuk menyalurkan daging kepada masyarakat yang kurang mampu atau pra sejahtera.

Sehingga, kata dia, untuk kawasan seperti Pesisir Bandar Lampung bisa ikut menikmati daging, meski setahun sekali, namun diharapkan merata.

“Kami memang tengah berupaya. Tapi kami tidak menjanjikan. Kami juga tengah mencari dermawan yang ingin menyalurkan hewan qurban atau bisa langsung ikut program qurban progresif ACT. Dan inshallah kami akan sampaikan amanah itu sebaik-baiknya,” kata dia.

Beberapa daerah yang disebutkan Lampung.co tersebut juga merupakan kawasan yang sudah terdata oleh pihak ACT.

Bahkan, menurut Hermawan, beberapa kegiatan kemanusiaan dan aksi sosial juga menyasar ke daerah yang ditelusuri Lampung.co.

“Jadi masyarakat yang memiliki rezeki berlebih dan ingin berbagi kepada masyarakat pra sejahtera di Lampung, bisa berqurban melalui ACT, yakni melalui rekening Yayasan Global Qurban BNI Syariah 888 0000 372,” kata dia.

“Jika sudah, bisa konfirmasi ke 081274330001 atau sekedar ingin bertanya untuk lebih lanjut juga bisa ke nomor tersebut,” pungkasnya. (goy)

140 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Bandar Lampung

Daging Qurban Untuk Keluarga Pemulung di TPA Bakung

Published

on

Pemulung di TPA Bakung

Lampung.co – Puluhan anak-anak dari keluarga pemulung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Bakung, Bandar Lampung berlarian menghampiri relawan Global Qurban-ACT Lampung sore (16/6/2019).

Mereka berebut kesempatan pertama untuk menyantap sate kambing yang sudah disiapkan relawan. Potongan daging kambing hangat dibaluri kecap manis langsung dikunyahnya. Sembari tak henti tersenyum, mereka menelan daging yang sudah lumat itu.

“Alhamdulillah hari ini kami menikmati sate kambing yang enak banget. Kami sudah lama tidak makan daging sapi atau kambing. Biasanya kami makan daging ayam bekas buangan orang-orang. Nggak pakai dicuci-cuci pokoknya langsung kami makan,” ucap Yupita, salah satu pemulung.

Kisah ini sangat membekas dibenak para relawan. Pemulung bakung sudah terbiasa mengkonsumsi makanan hasil buangan dari masyarakat Kota Bandar Lampung. Potongan ayam, sayur dan sambal disantap tanpa melalui proses pencucian maupun penggorengan ulang.

“Iya mereka nemuin makanan terbungkus plastik campur sampah lain langsung dimakan. Kalau sempat aja digoreng lagi,” ucap relawan Siti Jumiah menirukan penuturan para pemulung.

Menurut Siti di Hari Raya Idul Adha tahun ini Global Qurban – ACT Lampung beriktiar untuk mengantar daging qurban terbaik untuk keluarga pemulung di Bakung.

Untuk itu dirinya mengajak masyarakat Lampung untuk berqurban melalui Global Qurban dengan harga 1,6 juta per ekor Kambing. Pequrban bisa langsung transfer ke ke rekening BNI Syariah 888 0000 372 an Global Qurban. Kemudian konfirmasi ke 081367331090.

“Ramadhan kemarin kami sudah berbagi ratusan paket pangan untuk anak-anak di sana, Idul Adha nanti kami beriktiar mengirim daging qurban sebanyak mungkin,” tutupnya. (*)

13,291 kali dilihat, 147 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Bandar Lampung

Ada Tuak di Lokasi Penemuan Mayat di Bandar Lampung

Published

on

Ilustrasi Mayat

Lampung.co – Mayat pria tanpa identitas ditemukan di Kampung Palembang, Pesawahan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, Minggu (16/6/2019).

Jenazah korban ditemukan di lokasi tempat pembangunan rumah duka Jalan RE Martadinata dalam posisi telungkup dengan luka sayatan di bagian kepala.

Di lokasi tempat kejadian juga ditemukan tiga gelas bekas tuak, dua kantong plastik tuak, salak, kacang, dan martabak manis.

Ketua RT 041 LK III Kampung Palembang, Pesawahan, Said mengaku mendapat laporan soal penemuan mayat itu sekira pukul 04.00 WIB.

“Saya itu gak tahu penemuan jam berapa, tapi jam 04.00 wib saya mendapat laporan dari warga,” kata dia.

Mendapat laporan tersebut, Said langsung menuju lokasi. Sampai disana, kata Said, lokasi sudah ramai warga yang penasaran.

“Saya datang korban sudah dalam kondisi telungkup dan banyak darah, kemudian saya koordinasi dengan Polmas,” ujarnya dikutip dari Tribun Lampung.

Said menambahkan, saat datang ke lokasi penemuan mayat, kondisi pagar dalam posisi terkunci. “Makanya saya bawa gergaji buat buka gerbang,” tandasnya. (*)

12,991 kali dilihat, 147 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Bandar Lampung

Datang dari Jawa, Ini Kronologis Penangkapan Terduga Teroris di Bandar Lampung

Published

on

Densus 88

Lampung.co – Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris berinisial AA di Pasar Tugu, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Minggu (9/6/2019) siang.

Meski belum mengetahui duduk perkara penangkapan terhadap pria yang baru datang dari pulau Jawa ini, namun kejadian tersebut dibenarkan oleh adik ipar AA, Sodik (34).

“Iya benar ditangkap di pasar pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB, oleh polisi berseragam maupun berpakaian bebas,” kata Sodik di rumah kontrakannya, Minggu (9/6/2019) malam.

Datang dari Jawa
Dia menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat AA mendatangi kontrakan yang ditempati oleh istri, empat anaknya, serta mertuanya yang juga orang tua AA.

AA yang datang dari Pulau Jawa sendirian menggunakan sepeda motor sengaja datang ke Bandarlampung pada saat arus mudik Lebaran 2019 untuk menemui ibunya.

“Kalau datangnya kapan dari Pulau Jawa saya tidak tahu, tapi kalau datang ke rumah saya kemarin,” kata dia.

Kronologis Penangkapan
Sodik menjelaskan, kejadian berawal saat dirinya bersama istrinya, Isni dan mertuanya pergi ke pasar ingin membeli buah-buahan. “Kami tadi siang rencana mau beli buah,” ujarnya.

Sampai di pasar, lanjutnya, mertua dan istri saya turun dan mencari buah-buahan. Karena cuaca panas, kata dia, kemudian saya sama kakak ipar saya berteduh di sebuah toko di pasar.

Saat sedang berteduh tiba-tiba datang polisi berpakaian seragam dan berpakaian preman yang langsung memegang AA. Kemudian kakak iparnya itu langsung dibawa.

Sodik sendiri tidak mengetahui persoalan kakak iparnya itu dibawa polisi. “Saya kaget ditangkapnya di depan saya. Saya juga sempat tanya masalahnya, katanya nanti dikabari lagi,” ucapnya.

Barang Bukti
Saat kakak iparnya tersebut dibawa, Sodik dan istri serta mertuanya kembali ke rumah kontrakan yang berada di Jalan Belia, Gang Wawan Jaya bersama sejumlah polisi.

Di sana polisi menggeledah rumah yang sempat ditumpangi AA tersebut. Polisi kemudian membawa sebuah tas yang diduga berisi pakaian, ponsel, jaket, dan sebuah pelat Nopol motor AD.

“Cuma bawa itu saja. Polisi nanya juga tidurnya di mana, saya jawab tidur sama ibunya di kamar,” ujar dia dikutip dari CNN Indonesia.

Sodik menambahkan, selain membawa barang bukti tersebut, polisi juga sempat membawa Syaifullah Hari Pahlevi (27) yang merupakan adik kandung Ali dan Isni.

Menurutnya, Syaifullah dibawa polisi untuk dimintai keterangannya. (*)

13,003 kali dilihat, 147 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca