Masalah Sampah di Bandar Lampung, Akademisi Unila: Pengaruhi Kualitas Air Bersih

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Persoalan sampah di pesisir pantai Bandar Lampung sulit diselesaikan. Pasalnya, timbunan sampah sejauh 20 meter ke tengah pantai sudah dipenuhi sampah.

Jika dibersihkan atau dikeruk, sampai empat kali pengambilan pun belum bisa bersih. Salah satu solusi yang cukup sporadis adalah meneruskan konsep water front city.

Demikian dikemukakan dosen Fakultas MIPA Unila Diky Hidayat dalam diskusi soal sampah yang diadakan KAMMI Bandar Lampung di Inspirasi Corner, Sukarame, Bandar Lampung, Jumat (11/10/2019).

Diky mengatakan, dengan melihat kondisi sekarang, butuh anggaran dana yang besar untuk menangani sampah di kota Bandar Lampung.

Bahkan dirinya mengaku mengaku pernah mengusulkan kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya agar konsep water front city bisa diaplikasikan di Bandar Lampung.

“Persoalan sampah juga berujung pada kualitas air. Dan parahnya, air yang ada itu menjadi bahan baku untuk minum warga Bandar Lampung,” kata dia.

Pembicara lainnya, Direktur Eksekutif Mitra Bentala Mashabi menambahkan, persoalan sampah menjadi tugas bersama untuk menyelesaikan. Sebab, sudah terlalu kompleks.

“Peran mahasiswa dan LSM juga didorong makin aktif,” tandasnya. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer