Connect with us

Berita

Mahasiswa Undip Edukasi Masyarakat Bandar Lampung Jalani New Normal

Published

on

Mahasiswa Undip
Mahasiswa Undip sedang memberikan penyuluhan mengenai protokol kesehatan Covid-19 di Era New Normal kepada PKK Kelurahan Durian Payung, Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Pandemi Covid-19 terkonfirmasi telah menelan ratusan ribu korban jiwa di dunia yang sampai saat ini belum berakhir. Ditengah pandemic saat ini masyarakat diharuskan mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru atau biasa disebut dengan new normal yang telah di tetapkan oleh pemerintah agar dapat melakukan aktivitas sesuai dengan kebutuhan mereka.

Mewabahnya Covid-19 di Indonesia membuat berbagai daerah melakukan antisipasi terhadap penyebaran penularan Covid-19 dengan menerapkan pembatasan social berskala besar (PSBB). Namun tidak lama kemudian status pembatasan tersebut diubah menjadi status new normal untuk mengembalikan kondisi perekonomian ditengah pandemic ini.

Beberapa kota di Indonesia pun sudah menerapkan status new normal ini tak terkecuali kota Bandar Lampung. Di setiap wilayah kota Badar Lampung tentunya menerapkan protokol kesehatan COVID-19 di era “New Normal” dan memberikan himbauan kepada masyarakat sekitar agar tetap menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

New normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan COVID-19 dalam aspek kesehatan dan sosial-ekonomi. Sehingga masyarakat bisa beraktivitas namun dengan memperhatikan protokol kesehatan agar tidak terjadi penyebaran COVID-19 yang semakin banyak.

Untuk merealisasikan skenario new normal, salah satu mahasiswa KKN Undip, Marisa Arum Larasati melalui program monodisplinnya mengadakan Penyuluhan Edukasi Protokol Kesehatan COVID-19 pada era “New Normal” bersama ibu-ibu PKK Kelurahan Durian Payung, Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung.

Program ini, kata dia, memberikan sosialisasi kepada masyarakat RT 002/LK II dengan menggunakan video sebagai sarana menyampaikan informasi mengenai protokol kesehatan Covid-19 dan apa saja yang harus dilakukan ketika menjalani status new normal. Video tersebut berisikan, protokol kesehatan COVID-19 yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, memakai hand sanitizer, tidak saling bersentuhan dan menjaga jarak 1 meter.

“Penggunaan video yang telah di unggah melalui Group WhatsApp ini menjadi daya tarik bagi masyarakat karena sangat mudah untuk di pahami. Antuasis dari masyarakat sangat baik terlihat ketika menonton video tersebut,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Selasa (4/8/2020).

Marisa berharap, melalui program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Durian Payung agar selalu mematuhi protokol kesehatan di era New Normal dengan baik dan benar. “Agar masyarakat tidak lupa akan protokol kesehatan walaupun sedang menjalankan era New Normal. Serta menjadi contoh yang baik bagi berbagai kelurahan yang lainnya di kota Bandar Lampung dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tandasnya. (*)

 18,060 kali dilihat,  5 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Berita

PBHI Kecam Aksi Kekerasan Terhadap Aktivis HAM di Taman Sari

Published

on

PBHI Lampung

Lampung.co – Perhimpunan Bantuan Hukum & Hak Asasi Manusia (PBHI) Provinsi Lampung mengecam aksi kekerasan dan penyerangan terhadap pembela HAM yang terjadi Taman Sari Kota Bandung pada Kamis, 11 Februari 2021.

Hal itu disampaikan Ketua Badan pengurus wilayah PBHI Provinsi Lampung, Aswan Abdulracman. Menurutnya, tindakan para oknum tersebut sangat tidak dibenarkan baik secara hukum maupun etika manapun.

“Bahkan sampai diduga melukai orang lain yang tengah memperjuangkan nasib masyarakat yang tengah mencari keadilan,” kata dia dalam keterangan tertulis yang diterima Lampung.co, Jumat (12/02/2021) kemarin.

“Kita mengecam keras tindakan oknum-oknum ataupun kelompok yang tidak manusiawi tersebut, ini harus diungkap secara tegas oleh aparat penegakan hukum, pun pada pemerintah agar menunjukan komitmen tentang penegakan HAM di negari ini,” tegasnya.

Aswan menjelaskan, pada hari Kamis, 11 Februari 2021 paralegal perempuan PBHI Jawa Barat, Deti menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal saat melakukan advokasi dan pendampingan terhadap korban penggusuran di Taman Sari Kota Bandung.

Pada awalnya sekelompok orang tersebut datang dengan maksud melakukan kerja bakti, namun pada siang hari mereka membawa parang, linggis, tongkat dan lembaran seng dan menghancurkan tempat tinggal dan kebun warga Taman Sari yang bertahan.

Penyerangan dilakukan terhadap korban dengan mendorong, mencakar, menarik, menendang, menjambak rambutnya dan menghantamkan kepala Deti ke dinding hingga mengalami pendarahan dan robek di bagian kepala.

“Korban pun harus dilarikan ke Rumah Sakit untuk menghentikan pendarahan hingga harus mendapatkan beberapa jahitan di kepalanya,” jelas Aswan.

Tidak hanya kekerasan fisik, sekelompok orang juga melakukan kekerasan verbal kepada beberapa perempuan korban penggusuran dan jaringan yang turut melakukan pendampingan terhadap warga Taman Sari.

“Bahkan setelah selesai pun sekelompok orang tersebut masih melontarkan ancaman penyiksaan terhadap warga dan pembela HAM yang melakukan pendampingan,” tandasnya. (*)

 58,551 kali dilihat,  1,060 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Jaga Keseimbangan Lingkungan, Mitra Bentala Dampingi Nelayan Pencari Rajungan

Published

on

Rizani Ahmad
Direktur Eksekutif Mitra Bentala, Rizani Ahmad | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Mitra Bentala Keluarga Peduli Lingkungan lakukan pendampingan kelompok nelayan pencari rajungan di beberapa daerah di Provinsi Lampung.

Kegiatan tersebut dilakukan Lembaga yang berdiri sejak 1995 itu bertujuan untuk memberikan dedikasi kepada nelayan dalam melakukan kegiatan penangkapan rajungan agar tetap menjaga keseimbangan lingkungan.

Demikian dikatakan Rizani Ahmad Selaku Direktur Eksekutif Mitra Bentala saat ditemui Lampung.co di kantornya di Jalan Sejahtera Sumberejo Sejahtera, Kemiling, Bandar Lampung, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan salah satu dari 3 (tiga) wilayah penghasil rajungan terbesar di Indonesia. “Penting mendampingi kelompok nelayan agar penangkapannya lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Rizani menjelaskan, kegiatan pendampingan kelompok nelayan rajungan sudah berjalan hampir 2 (dua) tahun. “Kegiatan pendampingan meliputi pemilihan ukuran rajungan sampai memilih kelayakan rajungan untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Dia menambahkan, kegiatan Mitra Bentala lebih focus ke penanganan daerah pesisir laut, karena daerah tersebut berpotensi gelombang air laut yang tinggi sering terjadi banjir dan tanah longsor.

“Diantara kegiatannya yakni perlindungan mangrove di daerah pesisir, dengan mengupayakan untuk melakukan perbaikan hutan mangrove dan penanaman kembali hutan mangroveyang rusak,” beber Rizani. (Evi/Mgg)

 120,118 kali dilihat,  1,060 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

DAMAR: Polda Lampung Tak Serius Tangani Kasus Asusila

Published

on

Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR
Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila | Foto: Evi Anita Aprilia/Lampung.co

Lampung.co – Lembaga Advokasi Perempuan DAMAR menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan kasus asusila terhadap penyandang disabilitas berinisial MGO (18) oleh HR (75) pada Kamis (21/1/2021) kemarin.

Konferensi pers tersebut digelar bersama Rumah Perlindungan Trauma Centre (RPTC) Dinas Sosial Provinsi Lampung, Rio & Peni and Partner, Yulia Yuaniar, SH dan Rekan, juga Lembaga Advokasi Anak (LADA) di kantor DAMAR, Jalan MH Thamrin No.14/42, Gotong Royong, Bandar Lampung.

Penanganan kasus oleh Polda Lampung yang telah bergulir sejak Oktober 2020 itu, hingga saat ini belum ada hasil yang signifikan. “Sampai hari ini (21 Januari 2021) Polda Lampung belum melakukan penahanan terhadap terduga pelaku HR,” kata Kuasa Hukum DAMAR, Peni Wahyudi, S.H.

Peni mengaku pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Polda Lampung, namun tidak mendapatkan respon positif. “Ketika ditemui, pihak Polda selalu menjawab; akan dilakukan gelar perkara,” jelasnya.

Sementara korban beserta keluarga yang merupakan warga Kabupaten Way Kanan itu sudah 3,5 bulan tinggal di Rumah perlindungan centre Dinas Sosial Provinsi Lampung karena sarat dengan intimidasi dari pihak pelaku.

“Polda tidak serius menangani kasus ini, padahal menyangkut nasib seseorang,” tegas Peni. Oleh karena itu, pihaknya meminta Polda agar lebih bijak dalam menangani kasus asusila ini. (Evi/Mgg)

 123,322 kali dilihat,  1,069 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca