Menu

Layanan Kesehatan ACT Sapa Gaza di Awal Tahun

  Dibaca : 183 kali
Layanan Kesehatan ACT Sapa Gaza di Awal Tahun
Relawan kesehatan ACT di Palestina | Foto: Ist.

Lampung.co – Berseragam putih, dokter-dokter relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palestina tiba di daerah Khan Yunis. Kota di sisi selatan Jalur Gaza itu menjadi daerah tujuan layanan kesehatan ACT akhir Januari lalu.

Mereka mengungjungi sejumlah rumah untuk memeriksa kesehatan para penghuninya, terkhusus anak-anak. Remaja laki-laki itu bernama Rafa (bukan nama sebenarnya) salah satu diantara mereka.

Tubuhnya masih harus ditopang kruk untuk membantunya berjalan. Rafa dan keluarganya adalah salah satu penerima manfaat yang mendapat pelayanan kesehatan ACT.

Bantuan kesehatan musim dingin ACT merupakan implementasi derma masyarakat Indonesia untuk Palestina. Bantuan ini ditujukan bagi masyarakat Palestina prasejahtera.

Pada pelaksanaan bantuan kali ini, relawan medis mengunjungi rumah warga untuk memeriksakan kesehatan dan memberikan obat sesuai kebutuhan dan membuka layanan di klinik tertentu.

“Program ini dilaksanakan minggu akhir Januari. Di bulan Februari juga akan dilakukan house visit di seluruh wilayah Jalur Gaza,” lapor Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Selain Khan Yunis, layanan kesehatan juga dilakukan di sejumlah klinik yang terletak di Gaza Utara dan Kota Gaza.

“Ada sekitar 350 pasien yang sudah diperiksa. Penyakit yang banyak ditemukan antara lain flu, radang tenggorokan, batuk, dan peradangan pada saluran pernapasan,” Faradiba melaporkan, Rabu (6/2/2019).

Musim dingin membuat sejumlah warga di Gaza rentan terserang penyakit. Daya tahan tubuh melemah. Faktor cuaca dan lingkungan tempat tinggal turut menjadi penyebabnya.

Bahkan di Khan Yunis, musim dingin pernah mencetak sejarah tak bersahabat. Instansi Kesehatan Gaza mencatat, dua orang bayi meninggal dunia akibat tersapu badai pada Januari 2015 lalu.

Setahun kemudian, pada Januari 2016, New Delhi Television Limited juga memberitakan musibah serupa.

Di sana, para orang tua sampai harus membungkus anak mereka dengan selimut tebal untuk menghalau udara dingin. Hujan kala itu juga menyebabkan banjir dan menutup jalan juga sekolah-sekolah.

Khan Yunis merupakan salah satu daerah pengungsian terbesar di Jalur Gaza. Badan Bantuan dan Pembangunan PBB (UNWRA) menyebut, Khan Yunis adalah rumah bagi lebih dari 87 ribu pengungsi.

Menangapi hal tersebut, Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengajak masyarakat Lampung untuk lebih peduli terhadap kondisi musim dingin di Gaza dan sekitarnya.

Berbagai kebutuhan musim dingin sudah disalurkan melalui mitra ACT di Gaza. Namun karena banyaknya warga yang tinggal di camp pengungsian, kebutuhan musim dingin belum mencukupi.

Selain pakaian dan selimut, Dian Eka Darma Wahyuni menerangkan, pengungsi juga membutuhkan bahan bakar dan pemanas ruangan.

“Musim dingin di Gaza menjadi momentum kita untuk lebih peduli dan berbagi, kami berharap itu menjadi ladang kebaikan untuk kita semua,” kata Dian kepada Lampung.co, Jum’at (8/2/2019). (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional