Tuan Guru Bajang Bersyukur Diberi Peci-Selendang Khas Lampung

Tim Redaksi

Lampung.co – Dalam kunjungannya ke Lampung selama dua hari, Gubernur NTB, TGB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) berterima kasih atas undangan dan pemberian baju koko, selendang, serta peci dengan motif khas Lampung.

“Saya bersyukur bisa hadir di tengah-tengah bapak ibu, apalagi dikasih peci dan selendang. Baru pertama ini saya ceramah diberi koko, selendang, dan peci. Saya enggak bisa bayangkan kalau setiap dakwah diberikan seperti ini, pasti penuh lemari saya,” ujar TGB, saat mengisi tabligh akbar, di Masjid Ad-Du’a, Bandar Lampung, seperti dilansir Republika, Jumat (23/3/2018) malam.

Dalam tabligh-nya, TGB berbicara tentang wasatiyah atau moderasi Islam, yang diawali dengan Shalat Magrib berjamaah.

Di awal, TGB yang juga ketua Organisasi Internasional Alumni Al Azhar Cabang Indonesia itu mengajak jamaah banyak-banyak bersyukur, atas karunia yang telah Allah SWT berikan.

Mengenai moderasi Islam, kata TGB, merupakan sebuah konsep yang tertuang dalam firman Allah SWT dalam Albaqarah ayat 143, di mana memiliki kandungan makna bahwa Islam berada di tengah-tengah, atau mengedepankan dalam keseimbangan dalam kehidupan.

TGB mengisahkan, suatu ketika Nabi Muhammad SAW menyampaikan sebuah wasiat tentang adanya kehidupan setelah dunia.

Para sahabat yang mendengar langsung berikrar untuk fokus ibadah setiap hari, shalat malam tanpa tidur, puasa sepanjang waktu, dan meninggalkan istri agar mendapatkan pahala yang banyak.

Begitu mendengar hal tersebut, Rasul memanggil ketiganya dan membenahi kesalahan para sahabatnya dengan mencontohkan sikap Rasul yang tetap istirahat di kala malam, puasa tidak sepanjang waktu, dan dekat dengan istri.

Rasulullah menyampaikan, siapa yang meninggalkan jalan keseimbangan seperti yang ia contohkan bukan termasuk dalam golongan umat nabi.

TGB menyampaikan, Rasulullah mengajak kita untuk memakmurkan dunia dan juga memakmurkan akhirat. Dalam setiap diri manusia dan juga yang ada di sekitarnya memiliki hak yang harus dipenuhi.

“Wasatiyah itu umat pertengahan, bahwa semua yang ada di sekitar kita memiliki hak atas kita, begitu kita paksa melebihi kemampuannya, maka kita zalim terhadap diri kita,” kata TGB. (*/Rus)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer